SULUTNETWORK.COM — Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi perhatian, termasuk di internal PDI Perjuangan (PDIP). Sejumlah figur yang memiliki rekam jejak politik dan pemerintahan dinilai berpotensi masuk dalam radar partai untuk menghadapi kontestasi nasional tersebut.
Tiga nama yang kembali menjadi sorotan yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Pramono Anung, dan Ganjar Pranowo. Ketiganya memiliki latar belakang serta pengalaman politik yang berbeda, namun sama-sama mempunyai rekam jejak yang cukup kuat di panggung nasional.
Perbincangan tersebut salah satunya terlihat dari unggahan akun Instagram Gerakan Politik. Dalam unggahannya, Ahok, Pramono, dan Ganjar ditampilkan sebagai sejumlah figur yang memiliki modal politik untuk dipertimbangkan PDIP dalam menghadapi Pilpres 2029.
Ahok bukan nama baru dalam percaturan politik nasional. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kini merupakan kader PDIP dan masih memiliki tingkat popularitas yang cukup dikenal masyarakat. Pengalamannya memimpin Jakarta membuat namanya beberapa kali dikaitkan dengan bursa kandidat Pilpres mendatang.
Dilansir dari kanal Facebook Indonesia Hari ini, pengamat politik Adi Prayitno sebelumnya juga memasukkan Ahok dalam daftar figur yang berpotensi dipertimbangkan PDIP. Selain Ahok, sejumlah nama lain seperti Pramono Anung, Puan Maharani, dan Ganjar Pranowo turut disebut memiliki peluang dalam peta politik partai.
Di sisi lain, Pramono Anung memiliki jalur pengalaman pemerintahan yang panjang. Saat ini ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebelum menduduki posisi tersebut, Pramono dikenal memiliki pengalaman sebagai Sekretaris Kabinet serta memiliki perjalanan politik yang cukup panjang di tingkat nasional.
Posisi sebagai orang nomor satu di Jakarta dinilai dapat menjadi tambahan modal politik bagi Pramono. Peneliti senior Citra Institute, Efriza, sebelumnya menyebut Pramono sebagai salah satu figur yang cukup rasional untuk dipertimbangkan PDIP menghadapi Pilpres 2029.
Sementara itu, Ganjar Pranowo tetap menjadi salah satu tokoh nasional yang memiliki pengalaman elektoral. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu sebelumnya telah dipercaya PDIP menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.
Meski hasil Pilpres 2024 belum membawa Ganjar ke kursi kepresidenan, pengalaman tersebut membuat namanya tetap menjadi bagian dari pembicaraan mengenai peta kandidat 2029. Ganjar juga memiliki basis popularitas dan pengalaman pemerintahan yang dapat menjadi modal politik.
Menariknya, nama Ahok dan Pramono juga pernah bersinggungan dalam dinamika politik Pilkada Jakarta 2024. Ketika itu, Ganjar mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendorong Ahok untuk diusung PDIP. Namun, keputusan akhir partai justru menetapkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno sebagai kandidat dalam Pilkada Jakarta.
Kendati tiga nama tersebut mulai kembali diperbincangkan, hingga kini PDIP belum menetapkan siapa yang akan dipersiapkan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029. Keputusan mengenai kandidat tentu masih sangat terbuka mengingat tahapan menuju pesta demokrasi tersebut masih panjang.
Selain mengandalkan kader internal, peluang PDIP membangun kerja sama dengan figur di luar partai juga tetap terbuka. Efriza sebelumnya menilai sejumlah konfigurasi politik masih mungkin terjadi, termasuk kemungkinan pasangan yang melibatkan Anies Baswedan dengan Ahok, Anies dengan Ganjar, maupun Pramono bersama tokoh nasional dari luar PDIP.
Dinamika tersebut menunjukkan bahwa peta Pilpres 2029 masih sangat cair. Perubahan konstelasi politik, hasil pemilu legislatif, kekuatan koalisi, hingga tingkat elektabilitas para tokoh akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keputusan partai.
Bagi PDIP, keberadaan sejumlah kader dengan pengalaman pemerintahan dan elektoral menjadi keuntungan tersendiri. Namun, banyaknya figur potensial juga menghadirkan tantangan dalam menentukan siapa yang paling tepat untuk mendapatkan mandat partai.
Dengan demikian, persaingan menuju Pilpres 2029 bukan hanya mengenai siapa yang memiliki popularitas paling tinggi, tetapi juga siapa yang mampu membangun koalisi, memperoleh dukungan internal partai, dan memiliki daya tawar paling kuat di hadapan calon mitra politik.
Untuk saat ini, Ahok, Pramono Anung, dan Ganjar Pranowo masih sebatas nama yang diperbincangkan dalam peta politik menuju 2029. Keputusan final tetap berada di tangan partai, khususnya pimpinan PDIP.
Pertanyaan besarnya pun masih terbuka: siapa yang akhirnya akan dipilih PDIP untuk menjadi ujung tombak partai dalam perebutan kursi Presiden RI pada 2029?




