SULUTNETWORK.COM – Kaki yang membengkak setelah seharian berdiri, berjalan jauh, atau melakukan aktivitas fisik biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, berbeda ceritanya jika pembengkakan muncul berulang kali, terjadi pada kedua kaki, atau disertai gejala lainnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada organ penting dalam tubuh, termasuk ginjal.

Ginjal tidak hanya bertugas menyaring limbah dari darah. Organ berbentuk menyerupai kacang ini juga berperan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Ketika fungsi ginjal mengalami penurunan, tubuh dapat kesulitan membuang kelebihan air dan garam melalui urine.

Cairan yang tidak terbuang secara optimal kemudian dapat menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan edema atau pembengkakan.

Melansir berbagai sumber, ada sejumlah tanda yang patut diperhatikan ketika kaki bengkak diduga berkaitan dengan gangguan ginjal.

Salah satu hal yang perlu dicermati adalah lokasi pembengkakan. Gangguan keseimbangan cairan akibat masalah ginjal dapat menyebabkan kedua kaki mengalami pembengkakan, terutama pada bagian pergelangan hingga tungkai bawah.

Kulit di area tersebut terkadang terlihat lebih mengilap dan terasa kencang karena jaringan di bawahnya mengalami penumpukan cairan.

Pembengkakan juga dapat terlihat semakin jelas setelah seseorang berdiri atau duduk dalam waktu lama.

Coba perhatikan bagian kaki yang membengkak. Jika ketika ditekan menggunakan jari selama beberapa detik meninggalkan cekungan yang tidak segera kembali, kondisi tersebut dikenal sebagai pitting edema.

Tanda ini menunjukkan adanya penumpukan cairan pada jaringan. Meski demikian, pitting edema tidak secara khusus hanya disebabkan oleh penyakit ginjal. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan lain sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Penumpukan cairan dapat membuat kaki terasa lebih berat, penuh, atau tidak nyaman. Keluhan tersebut biasanya semakin terasa ketika seseorang berdiri atau berjalan dalam waktu cukup lama.

Pada beberapa kasus, pembengkakan juga dapat disertai rasa gatal. Salah satu penyebabnya dapat berkaitan dengan uremic pruritus, yaitu rasa gatal yang dapat muncul ketika zat sisa metabolisme menumpuk dalam darah akibat fungsi ginjal yang terganggu.

Jika pembengkakan berkaitan dengan gangguan ginjal, penanganannya tidak cukup hanya dengan mengurangi aktivitas atau memijat kaki.

Dokter biasanya akan menyesuaikan penanganan berdasarkan penyebab dan tingkat gangguan ginjal. Salah satu langkah yang dapat dianjurkan adalah mengurangi konsumsi garam karena natrium dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

Ketika beristirahat, posisi kaki juga dapat ditinggikan menggunakan bantal. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi penumpukan cairan pada tungkai.

Sementara itu, kebutuhan protein, gula, dan cairan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Terutama bagi penderita gangguan ginjal yang berkaitan dengan diabetes, pengendalian gula darah menjadi bagian penting dalam mencegah kondisi semakin memburuk.

Karena kebutuhan nutrisi setiap pasien berbeda, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi.

Stoking kompresi pada kondisi tertentu dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di tungkai. Namun, penggunaannya tidak selalu cocok untuk semua orang. Karena itu, pasien sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Jika tubuh mengalami kelebihan cairan, dokter dapat memberikan obat diuretik atau obat peluruh urine. Obat lain juga mungkin diberikan untuk mengendalikan penyakit yang menjadi penyebab gangguan ginjal.

Pada gangguan ginjal yang sudah berat, dialisis atau cuci darah dapat menjadi salah satu pilihan terapi. Prosedur ini membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal dalam menyaring darah serta membuang zat sisa dan kelebihan cairan dari tubuh.

Kaki bengkak tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Pembengkakan juga bisa disebabkan oleh terlalu lama berdiri atau duduk, masalah pembuluh darah, efek obat tertentu, hingga kondisi kesehatan lainnya.

Namun, jika pembengkakan terjadi berulang, mengenai kedua kaki, semakin berat, atau muncul bersama keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya. Dengan mengetahui masalah sejak lebih awal, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi sebelum gangguan kesehatan berkembang menjadi lebih serius.*** (Reza)