SULUTNETWORK.COM — Pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk bagi pasangan yang sedang mempersiapkan kehamilan. Salah satu resep yang banyak dibagikan sebagai bagian dari pola hidup sehat adalah minuman berbahan alami yang terdiri dari air hangat, madu, lemon, jahe, dan kurma.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Resep tersebut tercantum dalam materi kesehatan yang mengatasnamakan dr. Zaidul Akbar, dengan konsep yang menekankan konsumsi bahan makanan alami serta pengurangan makanan tinggi gula dan tepung. Minuman ini disebut sebagai salah satu pilihan untuk mendukung pola hidup sehat selama menjalani program hamil atau promil.

Dalam resep yang dibagikan, bahan utama yang digunakan cukup sederhana, yakni air hangat, madu, lemon, jahe, dan kurma. Minuman tersebut dianjurkan untuk dikonsumsi pada pagi hari, terutama saat perut masih kosong.

Kurma juga menjadi bagian tersendiri dalam resep tersebut. Materi itu menyebut penggunaan sekitar 3–7 butir kurma yang dapat direndam semalaman, kemudian diblender atau dikunyah pada pagi hari.

Meski menggunakan bahan alami, konsumsi minuman ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Madu dan kurma, misalnya, tetap mengandung gula sehingga jumlah konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi seseorang yang perlu mengontrol kadar gula darah.

Selain resep minuman, materi tersebut juga menekankan prinsip pola makan yang dikenal dengan pendekatan Jurus Sehat Rasulullah (JSR). Salah satu poin utamanya adalah mengurangi konsumsi sejumlah jenis makanan yang dianggap kurang mendukung pola makan sehat.

Beberapa makanan yang disebut untuk dihindari antara lain gula dan tepung, makanan olahan, junk food, serta minyak sayur. Sebagai gantinya, materi tersebut menganjurkan memperbanyak konsumsi sumber makanan seperti minyak zaitun, VCO, protein dari telur, ikan dan daging, serta sayur dan buah.

Pola makan seperti ini pada dasarnya mengarahkan seseorang untuk lebih banyak mengonsumsi makanan utuh dan beragam, sekaligus membatasi makanan ultra-proses, makanan tinggi gula dan makanan dengan kandungan lemak atau kalori berlebihan.

Dalam materi tersebut, persiapan kehamilan juga tidak hanya dikaitkan dengan makanan. Pasangan suami istri dianjurkan menjaga kualitas tidur, mengelola stres, memperbanyak doa dan ikhtiar, serta menjalani proses promil bersama-sama.

Pesan tersebut menjadi penting karena persiapan kehamilan merupakan proses yang melibatkan kondisi kesehatan kedua pasangan. Menjaga berat badan ideal, mencukupi kebutuhan nutrisi, tidur yang cukup, aktivitas fisik dan menghindari kebiasaan yang tidak sehat merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Namun, minuman berbahan madu, lemon, jahe dan kurma tidak dapat dianggap sebagai obat atau terapi yang terbukti dapat meningkatkan kesuburan secara langsung. Bahan-bahan tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi keberhasilan program hamil dipengaruhi banyak faktor, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki.

Pasangan yang sedang menjalani program hamil juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan pola makan. Jika kehamilan belum terjadi setelah periode tertentu atau terdapat faktor yang membuat kesuburan perlu diperiksa, konsultasi dengan dokter kandungan atau dokter yang menangani masalah fertilitas menjadi langkah yang penting.

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan reproduksi kedua pasangan sekaligus menentukan langkah yang sesuai. Dengan demikian, pola hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan penanganan medis apabila memang dibutuhkan.*** (Reza)