SULUTNETWORK.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kolaborasi antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) untuk mempercepat terwujudnya swasembada garam nasional yang ditargetkan tercapai pada 2027.
Sinergi kedua BUMN tersebut dinilai dapat memperkuat kapasitas industri garam dari sisi produksi hingga infrastruktur.
Kolaborasi itu diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Garam dan PT Nindya Karya yang dilakukan pekan lalu.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kapasitas pergaraman, teknologi, serta pembangunan infrastruktur guna memperkuat industri garam nasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan sinergi kedua BUMN tersebut memiliki peran penting dalam membangun industri garam yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri garam secara lebih terintegrasi sekaligus mendukung pencapaian swasembada garam nasional,” ujar Koswara dalam keterangan resminya di Jakarta.
Koswara menegaskan, swasembada garam tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi di sektor hulu. Dukungan infrastruktur, penerapan teknologi, efisiensi produksi, hingga penguatan tata kelola kawasan menjadi faktor penting untuk membangun industri garam yang produktif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Dengan memadukan kapasitas dan sumber daya masing-masing BUMN, kita dapat mempercepat pengembangan industri garam sekaligus menciptakan manfaat dan nilai tambah yang lebih besar,” katanya.
Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Mose, menyatakan kesiapan perusahaan memperkuat perannya sebagai BUMN di sektor pergaraman. Menurutnya, kerja sama dengan PT Nindya Karya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional dan produktivitas melalui dukungan teknologi serta infrastruktur. Sementara itu, Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengatakan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung swasembada melalui pembangunan infrastruktur sektor pangan. “Pembangunan K-SIGN menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian industri garam Indonesia,” ujarnya.
Kerja sama PT Garam dan PT Nindya Karya mencakup penjajakan investasi, konstruksi, pengembangan, pendanaan, hingga pengelolaan K-SIGN. KKP optimistis sinergi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing industri garam dalam negeri sekaligus menjadi salah satu pengungkit untuk mempercepat target swasembada garam nasional pada 2027.*** (Reza)




