SULUTNETWORK.COM – Sinusitis merupakan kondisi ketika jaringan yang melapisi rongga sinus mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini dapat menyebabkan saluran sinus tersumbat sehingga lendir sulit mengalir. Penumpukan lendir kemudian dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme dan memicu infeksi pada sebagian kasus.
Gejala sinusitis terkadang menyerupai batuk atau pilek biasa. Karena itu, penting mengenali tanda-tandanya, terutama ketika keluhan berlangsung lebih lama atau semakin berat. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah gangguan sinus yang berulang atau berkepanjangan.
Salah satu keluhan yang paling umum adalah hidung tersumbat. Selain itu, penderita dapat merasakan tekanan atau nyeri pada wajah, terutama di sekitar dahi, pipi, pangkal hidung, atau area di antara kedua mata.
Berikut sejumlah gejala yang dapat muncul pada sinusitis:
1. Nyeri atau tekanan pada wajah
Rasa sakit atau tekanan dapat dirasakan di dahi, pipi, pangkal hidung, maupun di antara kedua mata. Keluhan terkadang terasa lebih kuat ketika membungkukkan kepala.
2. Hidung tersumbat
Peradangan dan pembengkakan pada saluran hidung dapat membuat hidung terasa mampet sehingga penderita kesulitan bernapas melalui hidung.
3. Lendir hidung lebih kental
Sinusitis dapat disertai keluarnya lendir yang lebih kental dan berwarna. Lendir juga dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau disebut post-nasal drip.
4. Kemampuan mencium bau menurun
Pembengkakan pada saluran hidung dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk mencium aroma. Pada kondisi tertentu, kemampuan mengecap rasa juga dapat ikut terpengaruh.
5. Sakit kepala atau nyeri pada gigi
Tekanan pada rongga sinus dapat menimbulkan sakit kepala, terutama di sekitar dahi dan wajah. Pada sebagian orang, tekanan tersebut juga dapat terasa seperti nyeri pada gigi bagian atas.
Untuk membantu meredakan keluhan, dokter dapat merekomendasikan berbagai penanganan sesuai penyebab dan tingkat keparahan sinusitis. Salah satunya adalah penggunaan semprotan hidung atau nasal spray. Larutan saline atau air garam juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan lendir dan menjaga kelembapan saluran hidung.
Sementara itu, obat dekongestan dapat membantu mengurangi hidung tersumbat pada kondisi tertentu. Namun, penggunaan semprotan hidung dekongestan perlu mengikuti aturan pemakaian karena penggunaan terlalu lama dapat justru menyebabkan hidung kembali tersumbat.
Sinusitis tidak selalu disebabkan oleh bakteri dan tidak semua kasus membutuhkan antibiotik. Karena itu, jika gejala menetap, sering kambuh, semakin berat, atau disertai demam tinggi dan nyeri hebat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.*** (Reza)



