SULUTNETWORK.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh tingkatan kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sigit menekankan agar personel tidak hanya bersiap dari sisi pengamanan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan secara cepat kepada masyarakat yang mengalami dampak aktivitas vulkanik.

Arahan tersebut disampaikan menyusul abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek dan daerah di sekitarnya.

Menurut Sigit, kehadiran anggota kepolisian di lapangan menjadi penting untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat segera mendapatkan penanganan.

“Untuk dampak vulkanik tolong untuk seluruh rekan-rekan agar siap siaga membantu masyarakat yang butuhkan bantuan Polri,” ujar Sigit dalam arahannya, dikutip dari website resmi Polri.

Kapolri meminta para kepala satuan wilayah atau Kasatwil mengambil langkah cepat sesuai situasi di daerah masing-masing. Pelayanan kepada masyarakat, penyampaian informasi, edukasi mengenai keselamatan, hingga dukungan kesehatan diminta menjadi bagian dari kesiapsiagaan.

Kebutuhan dasar yang berkaitan dengan dampak abu vulkanik juga perlu diantisipasi. Sigit menyebut masker, penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan rujukan rumah sakit, hingga ketersediaan air bersih sebagai sejumlah kebutuhan yang harus diperhatikan.

“Mulai dari masker, dampak ISPA yang perlu rujukan RS, atau mungkin air bersih dan lain yang diperlukan,” kata Sigit.

Ia juga mengingatkan personel agar tidak bersikap pasif dengan hanya menunggu adanya laporan dari masyarakat. Setiap satuan kewilayahan diminta melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi risiko di wilayahnya masing-masing.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, lembaga kebencanaan serta instansi terkait juga perlu diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara terpadu.

Sigit menegaskan kepolisian harus siap turun tangan apabila kondisi di lapangan mengharuskan adanya evakuasi atau pembentukan lokasi pengungsian.

“Termasuk evakuasi dan pengungsian bila diperlukan, dan masalah lain yang perlu kehadiran Polri. Termasuk membantu sosialisasi dan lain-lain,” tegasnya.

Arahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa tugas kepolisian dalam situasi bencana tidak sebatas menjaga keamanan. Personel juga memiliki peran dalam membantu masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dan kebutuhan yang diperlukan.

Sejumlah satuan kepolisian telah mengambil langkah antisipasi sebagai tindak lanjut terhadap potensi dampak abu vulkanik.

Di Lampung, jajaran Polda menyiapkan dukungan kesehatan serta masker untuk masyarakat. Kesiapan personel juga diperkuat guna menghadapi kemungkinan kebutuhan evakuasi maupun pelayanan kesehatan dalam skala lebih besar.

Langkah serupa dilakukan Polres Bogor. Selain membagikan masker kepada masyarakat, kepolisian mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu membersihkan material abu vulkanik yang mengendap di sejumlah jalan utama di Kabupaten Bogor.

Di Lampung Selatan, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam pembagian masker sekaligus memberikan pemahaman kepada warga mengenai langkah perlindungan diri ketika terpapar abu vulkanik.

Sementara itu, kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga mendapat perhatian. Polresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya menyiapkan pelayanan pemeriksaan kesehatan serta pembagian masker bagi penumpang dan pengguna jasa bandara yang terdampak penundaan penerbangan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Polri terus memperkuat kesiapan di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik. Selain keselamatan warga, kepolisian turut mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap lalu lintas, aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kebutuhan pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman.

Sigit juga meminta masyarakat tidak ragu menghubungi kepolisian apabila membutuhkan bantuan. Jajaran di daerah diminta memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan selama situasi bencana.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengikuti informasi dari sumber resmi. Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga disarankan menggunakan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap abu.

Masyarakat diminta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan, terutama apabila terdapat perkembangan situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.*** (Reza)