SULUTNETWORK.COM – Makanan enak tidak selalu identik dengan makanan yang sehat. Menurut dr. Zaidul Akbar, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menjaga kesehatan adalah memilih makanan berdasarkan bahan dan cara pengolahannya, bukan sekadar mengejar rasa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menjelaskan, banyak orang memilih makanan hanya karena rasanya enak tanpa mempertimbangkan kandungan maupun dampaknya bagi kesehatan. Padahal, makanan sehat sebenarnya cukup mudah ditemukan dan tidak harus mahal.

Menurut dr. Zaidul Akbar, salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah mengutamakan real food atau makanan yang masih mendekati bentuk aslinya. Ia mencontohkan daging sebagai salah satu sumber makanan yang dapat dikonsumsi secara lebih sederhana dibandingkan produk daging olahan.

Sosis, misalnya, disebut sebagai salah satu makanan yang sebaiknya tidak menjadi pilihan utama jika ingin menerapkan pola makan berbasis makanan alami. Dibandingkan mengonsumsi daging yang telah diproses dan dikemas menjadi produk olahan, ia menyarankan masyarakat mengonsumsi daging dalam bentuk aslinya.

Hal serupa juga berlaku pada ikan. Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi. Namun, menurutnya, cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Ikan yang dibeli dalam kondisi segar kemudian dimasak dengan cara sederhana seperti dibakar, dikukus, atau dipepes dinilai lebih sesuai dengan konsep real food.

Selain memilih makanan yang minim proses, dr. Zaidul Akbar juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan secara utuh. Ia memberikan contoh buah kurma. Jika ingin mendapatkan manfaat dari kurma, masyarakat dapat mengonsumsi buahnya secara langsung, bukan hanya mengandalkan produk olahan seperti jus atau sari kurma.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertanyakan apakah suatu makanan boleh atau halal untuk dikonsumsi, tetapi juga memperhatikan frekuensi dan jumlah konsumsinya. Salah satu contohnya adalah mi instan. Makanan tersebut boleh dan halal dikonsumsi, tetapi menurutnya akan menjadi persoalan apabila dikonsumsi terlalu sering, terutama setiap hari.

Karena itu, masyarakat perlu mulai lebih kritis terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pilihan makanan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasa, tren, atau kemudahan mendapatkannya, tetapi juga mempertimbangkan kualitas bahan dan tingkat pengolahannya.

dr. Zaidul Akbar juga menyoroti kebiasaan konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi yang kini semakin mudah ditemukan. Ia mengingatkan bahwa pola konsumsi seperti ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk diabetes, apabila dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus.

Ia mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal makanan dan minuman tradisional berbahan alami. Menurutnya, pola makan sehat tidak harus rumit. Masyarakat dapat memulainya dengan memilih bahan makanan yang lebih alami, mengurangi makanan ultra-proses, serta mengatur jumlah dan frekuensi konsumsi.

Pada akhirnya, menjaga pola makan sehat merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam membentuk kebiasaan makan generasi muda. Dengan memilih makanan yang sederhana, alami, dan dikonsumsi secara seimbang, pola hidup sehat dapat diterapkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.