SULUTNETWORK.COM – Pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, sejumlah netizen menyoroti sikap dan komentarnya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berbeda dibandingkan ketika Rocky kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rocky selama ini dikenal sebagai salah satu pengamat yang vokal menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan dan langkah politik pemerintah, terutama pada masa pemerintahan Jokowi. Namun, sebagian netizen menilai kritik yang disampaikannya terhadap pemerintahan Prabowo tidak sekeras sebelumnya.

Perbedaan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan konsistensi sikap Rocky dalam memberikan kritik kepada pemerintah, terlepas dari siapa yang sedang memegang kekuasaan.

Salah satu sindiran yang muncul bahkan menyebut Rocky sebagai “juru bicara pemerintah ala filsuf”. Ungkapan tersebut menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai posisi dan konsistensi kritik Rocky terhadap pemerintahan saat ini.

Meski demikian, Rocky Gerung sebelumnya tetap menyampaikan sejumlah kritik terhadap pemerintahan Prabowo. Ia pernah menyoroti berbagai kebijakan pemerintah, termasuk persoalan pengelolaan anggaran negara dan arah kebijakan politik.

Rocky juga beberapa kali membantah anggapan bahwa dirinya kini bersikap lebih lunak terhadap Prabowo. Menurutnya, kritik tetap disampaikan, tetapi cara melihat dan menganalisis persoalan dapat berbeda sesuai dengan konteks pemerintahan yang sedang berjalan.

Perdebatan mengenai sikap Rocky tersebut pada akhirnya kembali mengarah pada isu konsistensi pengamat dalam mengkritik kekuasaan. Sebagian publik berpendapat bahwa kritik seharusnya diberikan berdasarkan kebijakan dan persoalan yang dinilai perlu dikoreksi, bukan semata-mata berdasarkan siapa yang sedang berkuasa.

Di tengah perdebatan itu, Rocky tetap menjadi salah satu figur yang kerap mendapat perhatian ketika menyampaikan pandangan politiknya. Perbedaan penilaian terhadap sikapnya menunjukkan bahwa komentar tokoh publik terhadap pemerintahan masih menjadi bagian dari diskursus politik yang ramai diperbincangkan masyarakat.*** (Reza)