SULUTNETWORK.COM – Dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaporkan terjadi di Jawa Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kali ini, sebanyak 118 siswa dan guru di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, mengalami keluhan pencernaan dan diare setelah menyantap menu MBG.

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi setelah para penerima manfaat mengonsumsi makanan pada Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jepara, terdapat tiga sekolah yang terdampak, yakni SMK Nawakartika, MA Nawakartika, dan SDN 1 Srobyong.

Kepala Dinas Kesehatan Jepara, Hadi Sarwoko, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, keluhan mulai diketahui setelah sejumlah penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan pada malam hari.

“Total ada 118 siswa dan guru yang mengalami gejala pencernaan dan diare,” ujar Hadi Sarwoko.

Menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari nasi putih, ayam bakar, sambal, lalapan, dan tahu goreng.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Jepara melakukan pemeriksaan serta mengambil sejumlah sampel untuk diuji.

Meski muncul setelah konsumsi menu MBG, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan laboratorium masih diperlukan untuk mengetahui apakah gangguan yang dialami para siswa dan guru memang berkaitan dengan makanan yang disajikan.

Laporan dari Jepara tersebut muncul setelah kasus serupa terjadi di Kabupaten Pati. Sekitar 230 siswa dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi menu MBG.

Keluhan yang muncul antara lain mual, pusing, mulas, diare hingga gangguan pencernaan. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Gembong dan turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Sebelumnya, kasus dengan jumlah penerima dampak lebih besar dilaporkan terjadi di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Sebanyak 777 orang, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru, mengalami berbagai keluhan seperti mual, muntah dan diare setelah mengonsumsi MBG.

Rangkaian laporan tersebut kembali menempatkan aspek keamanan pangan sebagai perhatian penting dalam pelaksanaan program MBG.

Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh tahapan, mulai dari pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan, memenuhi standar keamanan pangan.

Di Rembang, pemerintah kabupaten bahkan mengambil langkah dengan menghentikan sementara operasional SPPG Soditan Lasem selama 20 hari.

Evaluasi terhadap prosedur penyediaan dan distribusi makanan juga dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut.

Sementara di Jepara, proses pemeriksaan masih berjalan. Pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi sumber gangguan kesehatan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut diketahui.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.*** (Reza)