SULUTNETWORK.COM – Suasana sebuah penginapan di Kelurahan Malalayang Satu, Lingkungan VIII, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, mendadak geger setelah seorang tamu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di salah satu kamar, pada Selasa, 2 September 2029 sore.
Dilansir dari Tribrata Polresta Manado, Kamis, 4 September 2026, Polisi menyebut jika peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 15.25 WITA, ketika petugas penginapan melakukan pengecekan terhadap seorang tamu yang sebelumnya baru saja melakukan check-in sekitar pukul 14.50 WITA.
Kecurigaan muncul setelah petugas beberapa kali mengetuk pintu kamar, namun tidak mendapatkan respons. Setelah pintu dibuka, tamu tersebut ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dan tidak memberikan reaksi ketika berusaha dibangunkan.
Petugas kemudian meminta bantuan rekannya untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak pengelola penginapan sebelum diteruskan kepada kepolisian.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Malalayang langsung bergerak menuju lokasi. Polisi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), membatasi akses orang yang tidak berkepentingan, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis/Identifikasi Satreskrim Polresta Manado untuk melakukan pemeriksaan.
Dari pemeriksaan awal, identitas korban belum berhasil dipastikan. Polisi masih melakukan pendalaman sehingga untuk sementara korban disebut menggunakan inisial S.M.
Sejumlah barang turut ditemukan di sekitar kamar, di antaranya sepeda motor Honda ADV 160 lengkap dengan STNK, uang tunai, alat medis, permen, rokok, korek api, serta nota pembelian. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan petugas sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kapolsek Malalayang Kompol Jusman Mori mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah pengamanan dan pemeriksaan awal begitu menerima laporan.
“Personel langsung mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Manado. Untuk identitas korban maupun penyebab kematiannya masih dalam proses pendalaman,” kata Jusman.
Menurutnya, polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ditemukan di lokasi.
Kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi salah satu bahan penting untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Untuk mengetahui penyebab kematian dan memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pendalaman lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan penanganan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.35 WITA, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans RS Bhayangkara menuju RS Bhayangkara Manado untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, Polsek Malalayang bersama Satreskrim Polresta Manado masih mendalami kasus tersebut. Polisi berupaya mengungkap identitas korban, merangkai kronologi secara utuh, serta memastikan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan.
Kepolisian menegaskan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur dan secara profesional untuk memastikan fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.*** (Reza)




