SULUTNETWORK.COM — Peluang generasi muda Bolaang Mongondow untuk menembus dunia kerja internasional semakin terbuka lebar. Sebanyak 10 putra-putri terbaik Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) berhasil melewati seleksi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan kini bersiap mengikuti tahapan pelatihan sebelum bekerja di Jepang.

Program tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat daerah.

Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distansnaker), program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Program Penempatan Tenaga Kerja dalam rangka Peningkatan Perlindungan dan Kompetensi CPMI yang digelar pada Rabu, 9 September 2026, di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bolmong.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdullah Mokoginta, SH., M.Si. Selain membuka kegiatan, Sekda juga memberikan pengarahan sekaligus motivasi kepada para peserta yang ingin membangun masa depan melalui kesempatan kerja di luar negeri.

Antusiasme generasi muda Bolmong terhadap program ini cukup tinggi. Tercatat 20 orang mendaftarkan diri, sementara 15 peserta melanjutkan ke tahap seleksi.

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan mencakup sejumlah aspek kemampuan. Penilaian meliputi ujian dasar huruf bahasa Jepang, kemampuan menghafal, serta sikap dan karakter peserta yang dinilai melalui wawancara.

Dari proses tersebut, 10 peserta berhasil meraih hasil terbaik dan dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap persiapan.

Berikut daftar 10 CPMI asal Bolmong yang berhasil lolos:

Philip Tambun — Skor 129/A
Fahmi Faradibah Anggai — Skor 126/A
Aknesia Okserlin Kantohe — Skor 108/A
Anastasya Miracle Pangalla — Skor 102/A
Nofriko Winanti — Skor 100/B
Nazla Dhea Safitri Mongilong — Skor 76/A
Triyanto Tiwa — Skor 74/B
Marcil Abryanto — Skor 67/A
Muh. Frisky Ade Putyra Mintje — Skor 64/A
Jelita Elisabeth Elias — Skor 63/A

Dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada tahap seleksi. Seluruh biaya persiapan keberangkatan 10 peserta tersebut ditanggung melalui APBD Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan Pemkab Bolmong dalam memastikan peserta memperoleh bekal yang memadai sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Setelah dinyatakan lolos, kesepuluh CPMI akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gambatte Mirai Manado.

Selama masa pelatihan, para peserta akan ditempa dalam berbagai aspek, mulai dari keterampilan kerja, penguasaan bahasa Jepang, kedisiplinan, kesiapan mental, hingga pemahaman terhadap budaya dan etos kerja di Jepang.*** (Reza)