SULUTNETWORK.COM — Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kota Kotamobagu. Megrisa Hidayat Lasena, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Kotamobagu, berhasil menembus seleksi Indonesian Student Leadership Camp, sebuah program yang mempertemukan 100 ketua OSIS terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberhasilan Megrisa terasa semakin istimewa karena Sulawesi Utara hanya memiliki dua wakil dalam kegiatan tersebut. Selain Megrisa yang berasal dari Kota Kotamobagu, satu peserta lainnya tercatat berasal dari Kota Manado.

Megrisa mengatakan, Indonesian Student Leadership Camp merupakan program yang digelar Universitas Indonesia dengan dukungan dari sejumlah kementerian. Peserta yang terlibat tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di Indonesia, tetapi juga dari Sekolah Indonesia yang berada di luar negeri.

Menurutnya, terdapat peserta yang berasal dari Sekolah Indonesia di sejumlah negara, termasuk Kairo dan Vietnam. Kondisi tersebut membuat persaingan untuk menjadi bagian dari 100 peserta terpilih berlangsung cukup ketat.

“Program ini memilih 100 ketua OSIS terbaik di Indonesia. Ada juga beberapa Sekolah Indonesia di luar negeri yang ikut berpartisipasi, seperti yang ada di Kairo dan Vietnam,” kata Megrisa.

Perjalanan Megrisa menuju kegiatan tersebut juga tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati beberapa tahapan seleksi yang disiapkan penyelenggara. Tahapan itu meliputi penulisan esai, pembuatan video, wawancara, hingga mengikuti workshop yang menjadi bagian dari proses penilaian peserta.

Setelah melalui seluruh rangkaian tersebut, Megrisa akhirnya dinyatakan lolos dan berhak menjadi salah satu dari dua delegasi Sulawesi Utara dalam kegiatan kepemimpinan tingkat nasional tersebut.

Indonesian Student Leadership Camp sendiri dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 21 Oktober 2026 di Universitas Indonesia. Selama mengikuti program, para peserta akan mendapatkan berbagai pengalaman dan pembelajaran mengenai kepemimpinan.

Agenda kegiatan tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Para delegasi juga dijadwalkan mengunjungi DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, peserta akan diperkenalkan dengan aktivitas parlemen sekaligus memperoleh ruang untuk berdiskusi dengan sejumlah anggota DPR RI.

Bagi Megrisa, kesempatan tersebut memiliki arti lebih besar daripada sekadar mengikuti sebuah kegiatan nasional. Ia ingin menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan SMA Negeri 1 Kotamobagu sekaligus membawa nama daerah asalnya ke tingkat yang lebih luas.

“Ketika berada di sana, saya tetap akan membawa nama SMA Negeri 1 Kotamobagu. Saya juga akan berusaha menyuarakan bagaimana kondisi Kota Kotamobagu saat ini,” ungkapnya.

Megrisa juga memiliki misi sederhana, tetapi penting. Ia ingin peserta dari berbagai daerah mengenal Kotamobagu, sebuah daerah di Sulawesi Utara yang menurutnya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat dari luar wilayah.

“Saya ingin mengenalkan kepada orang-orang di luar daerah, terutama nanti di Jakarta maupun Depok, bahwa di Sulawesi Utara ada daerah yang namanya Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Ia berharap keberadaannya dalam forum tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan tampil dalam kegiatan berskala nasional.

“Dari pusat nanti mereka juga bisa mengetahui bahwa Kota Kotamobagu memiliki perwakilan di kegiatan ini, bukan hanya dari Manado,” katanya.

Wali Kota Apresiasi Prestasi Megrisa

Prestasi yang diraih Megrisa mendapat perhatian dan apresiasi dari Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan, baik bagi Megrisa secara pribadi, SMA Negeri 1 Kotamobagu, maupun masyarakat Kota Kotamobagu secara keseluruhan.

Wali Kota menyebut terpilihnya Megrisa sebagai salah satu dari 100 ketua OSIS terbaik Indonesia menunjukkan bahwa pelajar Kotamobagu memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.

“Ini tentu menjadi sebuah apresiasi untuk Megrisa, siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu yang terpilih mewakili Sulawesi Utara dalam ajang pertemuan ketua-ketua OSIS terbaik di Indonesia,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, fakta bahwa Sulawesi Utara hanya mengirimkan dua perwakilan membuat pencapaian Megrisa semakin patut diapresiasi. Satu delegasi berasal dari Kotamobagu dan satu lainnya dari Manado.

“Sulawesi Utara diwakili oleh dua orang, satu dari Kotamobagu dan informasinya satu lagi dari Manado. Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

Wali Kota berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi pribadi Megrisa. Ia ingin keberhasilan tersebut menjadi pemantik semangat bagi pelajar lainnya di Kota Kotamobagu untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan di tingkat nasional.

Menurutnya, Megrisa dapat menjadi contoh bahwa latar belakang sebagai pelajar dari daerah bukanlah penghalang untuk bersaing dengan siswa-siswa terbaik dari berbagai wilayah Indonesia.

“Prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak, khususnya para siswa di Kota Kotamobagu. Megrisa bisa menjadi salah satu contoh dan inspirasi bahwa dengan berjuang, anak-anak Kotamobagu juga mampu berprestasi,” ungkapnya.

Ia pun berharap prestasi serupa dapat terus bermunculan dari kalangan pelajar Kotamobagu. Semakin banyak siswa yang berani mengambil kesempatan, semakin besar pula peluang nama daerah dikenal melalui prestasi generasi mudanya.

“Harapannya, ke depan akan lahir Megrisa-Megrisa lainnya yang bisa mewakili Kotamobagu serta mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.

Bagi Megrisa, perjalanan menuju Indonesian Student Leadership Camp bukan sekadar kesempatan untuk tampil di tingkat nasional. Ia membawa identitas sekolah dan daerah asalnya. Di panggung tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa pelajar Kota Kotamobagu mampu bersaing, menyampaikan gagasan, serta berdiri sejajar dengan para pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.*** (Reza)