SULUTNETWORK.COM – Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian. Pada Kamis (17/9/2026) pagi, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat mencapai 165, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Data pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB menunjukkan polutan utama yang mendominasi udara Jakarta adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 76 mikrogram per meter kubik.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam sistem pernapasan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
IQAir memperkirakan kondisi udara Jakarta masih berada dalam kategori tidak sehat dalam beberapa jam setelahnya. Pada pukul 09.00 WIB, AQI diproyeksikan berada di angka 163, kemudian menjadi 159 pada pukul 10.00 WIB.
Angka tersebut diperkirakan kembali turun menjadi 156 pada pukul 11.00 WIB. Meski menunjukkan tren penurunan, kualitas udara masih berada pada level yang perlu diwaspadai masyarakat.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi polutan meningkat. Aktivitas di luar ruangan juga dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai dapat dipertimbangkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan terhadap polusi udara.


