SULUTNETWORK.COM — Radang usus buntu atau apendisitis kembali menjadi perhatian setelah selebgram Fahira Almira mengungkap dirinya didiagnosis mengalami penyakit tersebut dan memilih menjalani perawatan di Penang, Malaysia.
Pengakuan itu memunculkan sejumlah pertanyaan dari warganet. Salah satunya mengenai kemungkinan pasien dengan radang usus buntu tetap melakukan perjalanan ke luar negeri, mengingat penyakit tersebut kerap dikaitkan dengan nyeri perut yang berat.
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa apendisitis merupakan kondisi ketika apendiks mengalami peradangan. Penyakit ini dapat terjadi secara akut dan dalam kondisi tertentu membutuhkan penanganan segera.
Menurut Prof. Ari, salah satu gejala khas apendisitis akut adalah nyeri yang terasa di bagian kanan bawah perut. Pada kondisi tertentu, rasa sakit dapat menjadi sangat berat hingga mengganggu aktivitas penderitanya.
“Jadi itu [radang usus buntu] bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tertekan di perut kanan bawah, dan bahkan pada pasien yang khas itu, dia merasakan nyeri yang luar biasa,” ujar Prof. Ari.
Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa nyeri akibat apendisitis pada banyak kasus awalnya muncul di sekitar pusar. Rasa sakit kemudian dapat berpindah ke bagian kanan bawah perut dan semakin intens ketika peradangan memburuk.
Selain nyeri perut, sejumlah gejala lain juga dapat menyertai radang usus buntu. Di antaranya demam, kelelahan, perut membengkak atau terasa kembung, lebih sering buang air kecil, sembelit, sulit buang gas, mual, muntah, hingga diare.
Bisa Menimbulkan Komplikasi Serius
Radang usus buntu yang tidak mendapatkan penanganan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Salah satu komplikasinya adalah pecahnya apendiks atau ruptur usus buntu.
Ketika apendiks pecah, infeksi dapat menyebar ke dalam rongga perut dan menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa. Dalam situasi tersebut, pasien dapat membutuhkan tindakan operasi segera untuk mengangkat apendiks sekaligus membersihkan rongga perut dari infeksi.
Komplikasi lainnya adalah terbentuknya abses, yaitu kantung berisi nanah akibat infeksi di dalam rongga perut. Penanganannya dapat dilakukan dengan mengeluarkan cairan atau nanah dari abses terlebih dahulu. Setelah kondisi infeksi terkendali, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan usus buntu sesuai kondisi pasien.
Karena gejala dan tingkat keparahan apendisitis dapat berbeda pada setiap orang, nyeri perut yang berat atau gejala yang semakin memburuk sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.


