SULUTNETWORK.COM – Niat awalnya hanya ingin melihat satu atau dua unggahan di media sosial sebelum tidur. Namun, tanpa terasa, jari terus menggulir layar hingga berjam-jam. Kebiasaan scrolling ponsel menjelang tidur memang sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Masalahnya, waktu yang seharusnya digunakan tubuh untuk beristirahat justru diisi dengan paparan layar dan berbagai informasi baru. Kondisi ini ternyata tidak hanya membuat waktu tidur mundur, tetapi juga dapat memengaruhi bagaimana otak mempersiapkan tubuh untuk beristirahat.

Tidur sendiri memiliki peran penting bagi kesehatan. Saat seseorang terlelap, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan dan otak melakukan sejumlah aktivitas penting untuk menunjang fungsi tubuh pada hari berikutnya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada otak ketika seseorang masih sibuk bermain ponsel menjelang tidur?

Melansir berbagai sumber, Jumat (28/8/2026), sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur dapat memengaruhi sistem biologis yang mengatur waktu tidur. Berikut beberapa efek yang perlu diketahui.

1. Otak Mengira Hari Belum Berakhir

Tubuh memiliki sistem pengatur waktu alami yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Sistem ini membantu tubuh membedakan waktu untuk beraktivitas dan waktu untuk beristirahat.

Paparan cahaya dari layar ponsel pada malam hari dapat memberikan sinyal kepada otak bahwa kondisi masih terang. Akibatnya, sistem biologis yang seharusnya mulai mengarahkan tubuh menuju fase tidur dapat mengalami penundaan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), misalnya, membandingkan kebiasaan membaca menggunakan perangkat elektronik dengan membaca buku cetak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik bercahaya sebelum tidur dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantuk serta menggeser ritme sirkadian.

2. Hormon Melatonin Bisa Menurun

Menjelang malam, tubuh secara alami meningkatkan produksi melatonin. Hormon ini berperan penting dalam memberikan sinyal kepada tubuh bahwa waktunya beristirahat.

Paparan cahaya pada malam hari, termasuk dari layar ponsel, dapat menghambat proses tersebut. Ketika melatonin tidak meningkat sebagaimana mestinya, tubuh bisa menjadi lebih sulit memasuki kondisi siap tidur.

Penelitian lain yang dimuat dalam Brain Communications juga menemukan adanya penurunan melatonin setelah penggunaan smartphone tanpa penyaring cahaya biru. Efek tersebut bahkan masih terlihat ketika waktu tidur telah tiba pada kelompok dewasa muda.

3. Pikiran Tetap Aktif dan Sulit ‘Mematikan’ Otak

Bukan hanya cahaya layar yang menjadi persoalan. Isi yang dikonsumsi melalui ponsel juga dapat membuat otak tetap aktif.

Media sosial, misalnya, menghadirkan aliran informasi yang terus berubah—mulai dari berita, video, percakapan hingga berbagai notifikasi. Semua itu dapat meningkatkan cognitive arousal, yaitu kondisi ketika pikiran tetap berada dalam keadaan waspada atau aktif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Adolescence menemukan adanya hubungan antara penggunaan media sosial pada malam hari dengan meningkatnya keterjagaan mental sebelum tidur.

Akibatnya, seseorang dapat tidur lebih larut dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar terlelap.

4. Waktu Tidur Berkurang, Kesempatan Otak untuk Pulih Ikut Terpangkas

Efek lain yang sering kali tidak disadari adalah hilangnya waktu tidur.

Ketika seseorang berniat tidur pukul 22.00 tetapi terus scrolling hingga tengah malam, durasi istirahat otomatis menjadi lebih pendek. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tubuh dan otak kehilangan sebagian waktu yang seharusnya digunakan untuk menjalankan proses pemulihan selama tidur.

Jadi, scrolling sebelum tidur tidak serta-merta berarti ponsel akan langsung ‘merusak’ otak. Persoalan utamanya adalah kebiasaan tersebut dapat mengganggu proses tubuh untuk memasuki tidur dan membuat durasi istirahat semakin berkurang.

Karena itu, memberi jeda dari layar sebelum tidur bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh mempersiapkan diri beristirahat. Daripada terus menggulir layar hingga mata terasa berat, cobalah menjadikan beberapa menit sebelum tidur sebagai waktu untuk benar-benar melepaskan diri dari aktivitas digital.*** (Reza)