SULUTNETWORK.COM — Erupsi Gunungapi Sinabung membuat sejumlah warga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga perhatian terhadap kondisi psikologis warga, terutama anak-anak. Hal ini sebagaimana dilansir dari informasi yang dibagikan Polres Kotamobagu melalui akun Facebook resminya.
Merespons situasi tersebut, Polri melalui Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sumatera Utara bersama Bag SDM Polres Karo memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak erupsi.
Kegiatan trauma healing menyasar warga Desa Kuta Tengah yang sementara waktu mengungsi di Jambur Baru, Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak. Sejumlah aktivitas interaktif disiapkan untuk membuat anak-anak tetap merasa nyaman selama berada di tempat pengungsian.
Anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan, mendapatkan edukasi, serta melakukan aktivitas bersama. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri di tengah situasi bencana.
Kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk dukungan nonlogistik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kondisi pengungsian yang jauh dari rutinitas sehari-hari berpotensi memberikan tekanan psikologis, khususnya bagi anak-anak yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru.
Selain pendampingan psikologis, personel Polri juga membagikan makanan ringan dan susu kepada anak-anak pengungsi. Bantuan sederhana tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak selama menjalani masa pengungsian.
Kehadiran personel kepolisian di lokasi pengungsian tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Pendampingan terhadap masyarakat terdampak bencana juga menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa sulit setelah bencana terjadi.
Melalui kegiatan tersebut, Polri menunjukkan dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak erupsi Gunungapi Sinabung. Pendekatan psikologis diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan memberikan pengalaman yang lebih positif bagi anak-anak selama berada di pengungsian.
Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi kebencanaan, termasuk membantu pemulihan kondisi psikologis serta meringankan beban warga yang terdampak.
Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh rasa aman dan nyaman hingga situasi memungkinkan mereka kembali menjalani kehidupan secara normal.*** (Reza)




