SULUTNETWORK.COM – Minuman menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika menjalani program penurunan berat badan. Pasalnya, minuman yang dikonsumsi setiap hari dapat menyumbang kalori dalam jumlah cukup besar tanpa disadari.
Memilih minuman rendah kalori dan membatasi minuman tinggi gula dapat membantu mengurangi asupan kalori harian. Selain itu, kecukupan cairan juga penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap berjalan dengan baik selama menjalani program diet.
Meski demikian, minuman tertentu bukanlah solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Hasil yang sehat dan berkelanjutan tetap membutuhkan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat lainnya.
Dilansir dari Alodokter, berikut sejumlah minuman yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung program diet:
1. Air putih
Air putih menjadi pilihan utama karena bebas kalori dan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air sebelum atau di antara waktu makan juga dapat membantu sebagian orang mengontrol rasa lapar.
Mengganti minuman manis dengan air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi asupan kalori harian.
2. Teh hijau
Teh hijau mengandung antioksidan, termasuk katekin. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan tersebut dapat memberikan efek kecil terhadap penggunaan energi tubuh.
Namun, manfaatnya terhadap penurunan berat badan relatif terbatas. Karena itu, teh hijau sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula dan tetap menjadi bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
3. Infused water
Infused water merupakan air putih yang diberi tambahan potongan buah atau sayuran, seperti lemon, mentimun, atau stroberi. Minuman ini tetap rendah kalori selama tidak ditambahkan gula atau pemanis berkalori tinggi.
Rasa dan aroma dari buah maupun sayuran dapat membuat air putih terasa lebih segar sehingga membantu sebagian orang meningkatkan konsumsi cairan. Namun, infused water tidak dapat menggantikan manfaat nutrisi dari mengonsumsi buah secara utuh.
4. Minuman berserat
Minuman yang mengandung serat, seperti psyllium husk atau oat, dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Serat juga dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga berpotensi membantu mengontrol porsi makan.
Meski demikian, kebutuhan serat sebaiknya tetap dipenuhi terutama dari makanan alami seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
5. Jus sayur
Jus yang dibuat dari sayuran seperti bayam, seledri, atau kale dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh vitamin dan mineral dengan kalori yang relatif rendah.
Namun, proses pembuatan jus dapat mengurangi sebagian kandungan serat, terutama jika ampasnya dibuang. Karena itu, konsumsi sayuran dalam bentuk utuh tetap penting untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
6. Kopi hitam tanpa gula
Kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer umumnya rendah kalori. Kandungan kafeinnya dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan sedikit peningkatan pada pengeluaran energi.
Meski demikian, konsumsi kopi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan jantung berdebar, gangguan tidur, rasa cemas, atau keluhan pencernaan pada orang tertentu.
Pada akhirnya, keberhasilan program diet tidak ditentukan oleh satu jenis minuman. Memilih minuman rendah kalori, membatasi gula tambahan, mencukupi kebutuhan cairan, dan menerapkan pola makan seimbang merupakan bagian dari strategi penurunan berat badan yang lebih sehat dan berkelanjutan.*** (Reza)


