SULUTNETWORK.COM – Gumoh merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi, terutama pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Meski kerap membuat orang tua khawatir, gumoh pada sebagian besar bayi merupakan kondisi yang normal dan biasanya akan berkurang seiring pertambahan usia.

Namun, frekuensi gumoh dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Karena itu, orang tua perlu mengetahui penyebabnya agar dapat melakukan penanganan yang tepat.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah faktor yang dapat menyebabkan bayi lebih sering gumoh:

1. Ukuran lambung masih kecil

Lambung bayi yang baru lahir memiliki kapasitas terbatas. Ketika bayi mendapatkan susu dalam jumlah terlalu banyak dalam satu waktu, lambung dapat menjadi terlalu penuh sehingga susu lebih mudah kembali ke kerongkongan dan keluar melalui mulut.

Orang tua dapat memberikan susu dalam jumlah yang sesuai kebutuhan bayi dengan frekuensi yang lebih teratur.

2. Katup antara lambung dan kerongkongan belum matang

Bayi memiliki otot yang berfungsi sebagai katup antara kerongkongan dan lambung. Otot tersebut membantu mencegah isi lambung kembali ke atas.

Pada bayi, fungsi katup ini belum berkembang secara sempurna. Akibatnya, susu lebih mudah naik kembali, terutama setelah bayi menangis, batuk, atau banyak bergerak.

Kondisi tersebut umumnya akan membaik seiring dengan perkembangan dan pertambahan usia bayi.

3. Minum terlalu banyak atau terlalu cepat

Gumoh juga dapat terjadi ketika bayi minum dalam jumlah berlebihan atau terlalu cepat. Kondisi tersebut membuat lambung lebih cepat penuh dan meningkatkan tekanan di dalamnya.

Orang tua sebaiknya tidak memaksa bayi menghabiskan susu ketika sudah menunjukkan tanda kenyang. Jadwal dan jumlah pemberian susu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

4. Posisi menyusu kurang tepat

Posisi tubuh bayi saat menyusu turut memengaruhi kemungkinan terjadinya gumoh. Posisi kepala yang terlalu rendah dibandingkan perut dapat membuat susu lebih mudah kembali ke kerongkongan.

Karena itu, pastikan posisi bayi nyaman dan kepala berada sedikit lebih tinggi dari bagian perut ketika menyusu.

5. Banyak menelan udara

Bayi dapat menelan udara ketika menyusu, terutama jika pelekatan pada payudara kurang tepat, ukuran lubang dot tidak sesuai, atau bayi minum terlalu cepat.

Udara yang masuk dan terkumpul di lambung dapat mendorong susu keluar ketika bayi bersendawa. Untuk menguranginya, orang tua perlu memastikan pelekatan menyusu sudah tepat dan membantu bayi bersendawa setelah menyusu.

Meski gumoh umumnya normal, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi bayi secara keseluruhan. Jika gumoh disertai muntah menyemprot, cairan berwarna hijau atau berdarah, bayi sulit bernapas, tidak mau menyusu, tampak sangat lemas, atau berat badan tidak bertambah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.*** (Reza)