Al Nassr secara resmi mengukuhkan diri sebagai juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026 setelah melewati pertandingan krusial di pekan terakhir yang penuh tensi. Kemenangan meyakinkan 4-1 atas Damac di kandang sendiri, Alawwal Park, pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB, menjadi puncak dari perjuangan panjang dan konsisten tim yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo. Gelar ini menandai pencapaian signifikan bagi klub dan terutama bagi Ronaldo, yang akhirnya merengkuh trofi liga domestik pertamanya di tanah Arab setelah empat musim berkostum kuning biru. Kegembiraan meluap di Riyadh, sementara di sisi lain, Damac harus menelan pil pahit degradasi, menambah drama di penghujung kompetisi.
sulutnetwork.com – Euforia menyelimuti skuad Al Nassr setelah sukses menuntaskan misi krusial di pekan penutup Liga Arab Saudi 2025/2026. Kemenangan telak 4-1 atas Damac bukan hanya mengamankan tiga poin penting, melainkan juga mengunci gelar juara liga yang telah lama dinanti-nantikan. Hasil ini menempatkan Al Nassr di puncak klasemen dengan 86 poin, unggul dua poin dari pesaing terdekat mereka, Al Hilal, yang meski tak terkalahkan sepanjang musim, harus puas di posisi runner-up. Keberhasilan ini juga memiliki makna mendalam bagi sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang untuk pertama kalinya merasakan manisnya gelar juara liga bersama Al Nassr, sebuah penantian yang berakhir indah setelah empat musim penuh dedikasi.
Perjalanan Al Nassr menuju tangga juara musim ini tidaklah mudah, diwarnai persaingan ketat dengan rival abadi mereka, Al Hilal. Kedua tim silih berganti menduduki puncak klasemen, menciptakan atmosfer kompetisi yang intens hingga pekan terakhir. Al Nassr, di bawah arahan pelatih berpengalaman Jorge Jesus, menunjukkan konsistensi luar biasa, terutama di paruh kedua musim. Investasi besar dalam mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane, serta Kingsley Coman, akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan. Tekanan untuk meraih gelar sangat terasa, mengingat ekspektasi tinggi dari para penggemar dan juga manajemen klub yang telah menggelontorkan dana fantastis untuk membangun skuad juara.
Pertandingan melawan Damac menjadi penentu segalanya. Al Nassr membutuhkan kemenangan untuk memastikan gelar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan Al Hilal. Di sisi lain, Damac datang ke Alawwal Park dengan misi penyelamatan. Mereka berada di ambang degradasi, dan setiap poin sangat berharga untuk tetap bertahan di kasta tertinggi Liga Arab Saudi. Posisi mereka di urutan ke-16 dengan 29 poin sangat genting, hanya terpaut satu poin dari Al Riyadh yang berada di zona aman. Pertarungan hidup mati ini menjanjikan laga yang sarat emosi dan determinasi dari kedua belah pihak.
Sejak peluit awal dibunyikan, Al Nassr langsung mengambil inisiatif serangan. Bermain di hadapan ribuan pendukung setia yang memadati Alawwal Park, para pemain Al Nassr tampil agresif dan dominan. Penguasaan bola mutlak berada di kaki pasukan Jorge Jesus, yang terus-menerus mencoba membongkar pertahanan rapat Damac. Tim tamu, menyadari besarnya taruhan, memilih strategi bertahan total dengan menumpuk pemain di lini belakang, berharap bisa meredam gelombang serangan tuan rumah dan sesekali melancarkan serangan balik cepat. Selama 15 menit pertama, Damac praktis hanya sibuk bertahan, tidak mampu menciptakan satu pun peluang berarti ke gawang Al Nassr.
Ketegangan mulai mencair di menit ke-33 ketika kebuntuan akhirnya pecah. Sadio Mane menjadi pahlawan pembuka keunggulan Al Nassr. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi dengan cermat, Mane berhasil menyambut bola dengan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau kiper Damac. Gol ini disambut riuh rendah oleh para suporter, memberikan suntikan moral yang besar bagi Al Nassr dan sedikit meredakan tekanan yang menyelimuti tim. Setelah unggul 1-0, Al Nassr semakin gencar melancarkan serangan. Mereka bertekad untuk membunuh pertandingan secepat mungkin dan tidak memberikan kesempatan kepada Damac untuk bangkit. Serangan demi serangan terus dilancarkan, namun hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tidak berubah, Al Nassr unggul tipis 1-0.
Memasuki babak kedua, dominasi Al Nassr tidak surut. Meskipun unggul, mereka tidak mengendurkan intensitas permainan. Pelatih Jorge Jesus tampaknya memberikan instruksi untuk lebih bersabar dalam membangun serangan, mencoba mencari celah yang lebih pasti di kotak penalti lawan. Strategi ini terbukti efektif. Di menit ke-51, Al Nassr berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Kingsley Coman, yang tampil cemerlang sepanjang laga, melepaskan tembakan terukur dari tepi kotak penalti. Bola melesat deras melewati kerumunan pemain dan menghujam jala gawang Damac, membuat kiper lawan tak berkutik. Gol ini semakin memantapkan posisi Al Nassr menuju gelar juara.
Namun, drama belum berakhir. Hanya berselang enam menit kemudian, Damac mendapatkan secercah harapan. Wasit memberikan hadiah penalti setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya handball yang dilakukan oleh bek Al Nassr, Mohamed Simakan, di dalam kotak terlarang. Morlaye Sylla maju sebagai eksekutor penalti. Dengan tenang dan akurat, Sylla berhasil menjalankan tugasnya, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit ke-57. Gol ini sempat memunculkan kembali ketegangan di Alawwal Park, seolah Damac masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan atau setidaknya menyamakan kedudukan.
Akan tetapi, momentum kebangkitan Damac tidak berlangsung lama. Hanya lima menit setelah gol penalti Sylla, Cristiano Ronaldo menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pencetak gol terhebat di dunia. Di menit ke-62, Ronaldo berhasil mencetak gol ketiga untuk Al Nassr. Menerima umpan terobosan di sisi kanan pertahanan lawan, Ronaldo dengan cerdik melepaskan tembakan dari sudut sempit. Bola melengkung indah dan melewati jangkauan kiper Damac, mengubah skor menjadi 3-1. Gol ini bukan hanya mengembalikan keunggulan dua gol bagi Al Nassr, tetapi juga menjadi penanda bahwa gelar juara sudah di depan mata.
Pesta Al Nassr akhirnya benar-benar tak terbendung di menit ke-80. Lagi-lagi, sang mega bintang Cristiano Ronaldo menjadi aktor utama. Mendapatkan bola di posisi strategis dalam kotak penalti, Ronaldo dengan tenang melesakkan tembakan dari jarak dekat. Gol kedua Ronaldo dalam pertandingan ini, sekaligus gol keempat Al Nassr, mengukuhkan kemenangan 4-1 dan secara matematis memastikan gelar juara Liga Arab Saudi 2025/2026. Alawwal Park pun meledak dalam perayaan. Para pemain dan staf pelatih saling berpelukan, merayakan momen bersejarah ini.
Di saat yang sama, di tempat lain, Al Hilal harus gigit jari. Meskipun mereka berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Al Feiha dan menuntaskan musim tanpa satu pun kekalahan – sebuah rekor luar biasa – 84 poin yang mereka kumpulkan tidak cukup untuk mengantarkan mereka ke tangga juara. Keunggulan dua poin Al Nassr di pekan terakhir menjadi penentu. Al Hilal harus puas di posisi runner-up, sebuah hasil yang pahit mengingat performa dominan mereka sepanjang musim.
Bagi Cristiano Ronaldo, gelar ini sangat istimewa. Ini adalah trofi liga domestik pertamanya sejak bergabung dengan Al Nassr empat musim lalu. Penantian panjang untuk merasakan manisnya gelar juara liga di tanah Arab akhirnya terwujud. Pencapaian ini menambah daftar panjang koleksi trofi dalam karier gemilangnya dan membuktikan bahwa di usianya yang tak lagi muda, Ronaldo masih memiliki insting gol dan mental juara yang luar biasa. Kegembiraan Ronaldo terlihat jelas di lapangan, senyum lebar terpancar dari wajahnya saat ia merayakan bersama rekan-rekan setim dan para penggemar.
Di sisi lain, kekalahan ini memiliki konsekuensi tragis bagi Damac. Turun ke posisi ke-16 dengan hanya 29 poin, mereka resmi terdegradasi ke divisi dua. Al Riyadh, dengan 30 poin, berhasil menyalip mereka dan mengamankan posisi di Liga Arab Saudi untuk musim depan. Misi penyelamatan Damac di pekan terakhir gagal total, menandai akhir musim yang menyedihkan bagi mereka.
Keberhasilan Al Nassr menjuarai Liga Arab Saudi musim 2025/2026 tidak hanya menjadi sejarah baru bagi klub, tetapi juga menegaskan semakin kompetitifnya liga sepak bola di Timur Tengah. Dengan investasi besar-besaran dan kedatangan bintang-bintang top Eropa, Liga Arab Saudi kini menjadi sorotan dunia, dan gelar ini menjadi bukti nyata dari ambisi besar klub-klub di sana untuk mendominasi kancah sepak bola regional dan global. Gelar ini menjadi fondasi kuat bagi Al Nassr untuk menatap tantangan di kompetisi Asia dan mempertahankan dominasi di liga domestik pada musim-musim mendatang.




