Keberhasilan Arsenal merengkuh gelar juara Liga Primer Inggris musim ini telah memicu beragam reaksi, mulai dari euforia pendukung hingga kritik dari sebagian pengamat sepak bola. Namun, di tengah hiruk-pikuk perdebatan tersebut, suara seorang legenda seperti Wayne Rooney muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan transformatif yang dilalui oleh skuad asuhan Mikel Arteta. Rooney, mantan penyerang ikonik Manchester United dan timnas Inggris, secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap kemampuan Arsenal untuk beradaptasi dengan tantangan dan belajar dari kegagalan yang mereka alami dalam tiga musim terakhir, sebuah proses yang akhirnya mengantarkan mereka pada trofi yang telah lama dinanti.
sulutnetwork.com – Arsenal berhasil memutus puasa gelar Liga Inggris yang telah berlangsung selama 22 tahun, mengakhiri rentetan kepahitan tiga musim berturut-turut di mana mereka harus puas menempati posisi runner-up. Perjalanan ini tidaklah mudah, penuh dengan pasang surut, tekanan, dan tentu saja, kritikan. Rooney melihat bahwa kemenangan ini adalah hasil dari perubahan fundamental dalam pendekatan tim, dari upaya untuk meniru gaya sepak bola indah ala Pep Guardiola menjadi sebuah pragmatisme yang berorientasi pada hasil dan ketangguhan fisik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal memang dikenal sebagai tim yang mencoba mengadopsi filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola yang elegan, sering disebut sebagai "Guardiola-esque," mengingat latar belakang Mikel Arteta yang pernah menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City. Namun, setelah tiga musim tanpa gelar liga, di mana mereka kerap menunjukkan performa yang menjanjikan namun selalu goyah di momen-momen krusial, Arteta tampaknya menyadari perlunya sebuah evolusi. Rooney menggarisbawahi perubahan strategis ini, mencatat bahwa Arsenal kini menjelma menjadi tim yang lebih besar secara fisik, kokoh dalam bertahan, dan lebih fokus pada perolehan poin daripada sekadar estetika permainan.
Perubahan ini tercermin jelas dalam kebijakan perekrutan pemain. Jika di masa lalu Arsenal sering dicap sebagai tim yang terlalu "lembut" atau kurang pengalaman, kini mereka telah berinvestasi pada pemain-pemain yang tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga ketangguhan fisik dan mental yang mumpuni. Kedatangan pemain-pemain seperti Declan Rice, Jurrien Timber, Kai Havertz, serta peran vital Gabriel Magalhaes dan William Saliba di lini belakang, telah mengubah dinamika tim secara signifikan. Rice, khususnya, telah menjadi jangkar di lini tengah, memberikan proteksi yang luar biasa bagi pertahanan dan memungkinkan para pemain kreatif di depannya untuk lebih leluasa berekspresi. Kombinasi kekuatan fisik, disiplin taktis, dan kemampuan atletik para pemain baru ini telah menjadikan Arsenal jauh lebih sulit untuk dikalahkan. Mereka kini adalah tim yang mampu memenangkan pertarungan fisik di lini tengah, mendominasi duel udara, dan menjaga konsistensi performa sepanjang 90 menit pertandingan.
Meski demikian, kesuksesan Arsenal musim ini tidak lepas dari cibiran dan kritik. Beberapa pihak menuding bahwa tim London utara itu memainkan sepak bola yang "membosankan" dan "buruk," terutama dalam hal pendekatan mereka terhadap situasi bola mati. Arsenal menempatkan perhatian khusus pada tendangan sudut dan bola-bola mati lainnya, bahkan sampai mengundang kritik tajam karena cara mereka mengerubungi kiper lawan. Taktik ini dianggap sebagian orang sebagai cara "kotor" atau tidak sportif, yang mengikis keindahan permainan. Namun, Rooney, dengan pengalamannya yang luas di dunia sepak bola kompetitif, melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. Baginya, kemenangan adalah kemenangan, dan segala cara yang sah untuk mencapai tujuan tersebut patut diapresiasi.
"Juara ya juara. Saya sejujurnya sangat menyukai bagaimana mereka bermain musim ini," ungkap Rooney, dikutip oleh Metro. Pernyataan ini menunjukkan pandangan pragmatis seorang mantan pemain yang tahu betul betapa sulitnya memenangkan gelar liga. Dalam sepak bola modern, di mana margin antara kemenangan dan kekalahan sangat tipis, setiap detail taktis menjadi krusial. Fokus Arsenal pada bola mati, yang seringkali menjadi penentu hasil pertandingan, adalah bukti dari pendekatan yang sangat terencana dan berorientasi pada kemenangan. Tim asuhan Arteta telah menunjukkan bahwa mereka mampu mencetak gol dari berbagai situasi, tidak hanya dari skema permainan terbuka, tetapi juga dari keunggulan mereka dalam bola-bola mati. Ini adalah sebuah senjata tambahan yang membuat mereka semakin berbahaya dan sulit diprediksi lawan.
Rooney juga menekankan bahwa tidak semua tim harus bermain seperti tim-timnya Pep Guardiola untuk menjadi juara. Ia mengamati bahwa Mikel Arteta telah mencoba gaya permainan tersebut dalam tiga musim sebelumnya, namun gagal memenangkan liga. Kegagalan tersebut menjadi titik balik bagi Arteta untuk melakukan perubahan mendasar. "Dia sudah mengubah perekrutannya. Mereka jauh tim yang lebih besar, mengandalkan fisik, dan mereka tidak kebobolan banyak gol," tambah Rooney. Ini adalah pengakuan akan keberanian Arteta untuk menyimpang dari filosofi yang mungkin ia yakini sebelumnya, demi mencapai hasil yang lebih konkret.
Perubahan ini tidak hanya terlihat pada aspek fisik dan perekrutan, tetapi juga pada mentalitas tim. Arsenal musim ini menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa. Mereka mampu bangkit dari kekalahan, menjaga fokus di bawah tekanan, dan memenangkan pertandingan-pertandingan penting yang seringkali mereka lewatkan di musim-musim sebelumnya. Kualitas ini sangat penting dalam perburuan gelar liga yang panjang dan melelahkan, di mana setiap poin sangat berarti. Tim yang solid, memiliki pemain yang bisa mencetak gol dari berbagai arah lapangan, dan mampu menjaga pertahanan yang rapat, adalah formula yang terbukti ampuh untuk meraih kesuksesan di Liga Primer Inggris.
Aspek "tidak kebobolan banyak gol" juga menjadi kunci. Musim ini, Arsenal memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik di liga. Kedatangan David Raya sebagai penjaga gawang, serta soliditas lini belakang yang digalang oleh Saliba dan Gabriel, ditambah dengan kerja keras seluruh tim dalam fase transisi bertahan, telah menciptakan tembok yang sulit ditembus. Ini adalah fondasi yang kokoh yang memungkinkan para pemain di lini serang untuk bermain lebih bebas dan percaya diri.
Lebih lanjut, keberhasilan Arsenal adalah cerita tentang kesabaran dan proses. Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang rival-rivalnya, terutama di era dominasi Manchester City dan Liverpool, Arsenal akhirnya menemukan kembali identitas mereka sebagai penantang gelar yang serius. Arteta, yang sempat dipertanyakan keputusannya di awal masa jabatannya, kini telah membuktikan bahwa visinya, meskipun melalui jalan yang berliku, pada akhirnya membawa hasil. Ia berhasil membangun sebuah tim yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki karakter dan mentalitas juara.
Analisis Wayne Rooney terhadap perjalanan Arsenal ini bukan sekadar pujian biasa dari seorang pengamat. Ini adalah pengakuan dari seorang yang pernah merasakan pahitnya kekalahan dan manisnya kemenangan di level tertinggi sepak bola Inggris. Ia memahami bahwa di balik gemerlap trofi, ada kerja keras, pengorbanan, adaptasi, dan terkadang, keputusan-keputusan sulit yang harus diambil. Bagi Rooney, fakta bahwa Arsenal berhasil memenangkan Premier League setelah melewati periode adaptasi dan perubahan yang signifikan, adalah bukti bahwa mereka sepenuhnya berhak atas gelar tersebut.
Musim ini, Arsenal telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang utuh. Mereka memiliki keseimbangan yang tepat antara kekuatan fisik dan kemampuan teknis, antara disiplin taktis dan kreativitas individu. Dari Bukayo Saka yang terus berkembang menjadi salah satu winger terbaik di dunia, hingga Martin Odegaard yang memimpin tim dengan visinya sebagai kapten, serta kontribusi tak terduga dari pemain-pemain seperti Kai Havertz yang menemukan kembali performanya, setiap elemen dalam skuad telah memainkan perannya dengan sempurna.
Pada akhirnya, apa yang dikatakan Rooney tentang Arsenal adalah refleksi dari esensi sepak bola kompetitif: hasil adalah yang utama. Meskipun gaya permainan seringkali menjadi bahan perdebatan dan preferensi personal, tujuan akhir dari setiap tim adalah memenangkan pertandingan dan, jika memungkinkan, meraih trofi. Arsenal di bawah Mikel Arteta telah menunjukkan bahwa mereka bersedia melakukan apa pun yang diperlukan, termasuk mengubah filosofi bermain dan berinvestasi pada profil pemain yang berbeda, untuk mencapai puncak. Kemenangan mereka di Liga Primer Inggris musim ini adalah bukti nyata dari keberhasilan adaptasi dan pragmatisme yang dipuji oleh Wayne Rooney, menegaskan bahwa mereka adalah juara yang pantas dan sejati.




