Nama Mak Erot telah lama mengukir legenda dalam khazanah pengobatan tradisional Indonesia, khususnya di Sukabumi, Jawa Barat. Sosoknya identik dengan keahlian unik dalam ‘mereparasi’ ukuran vitalitas pria dewasa, sebuah praktik yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, seiring dengan popularitasnya, muncul pula bayang-bayang praktik "aspal" atau asli tapi palsu, yang mengancam marwah dan reputasi warisan budaya ini. Tantangan ini kini dihadapi serius oleh pemerintah setempat bersama keluarga besar Mak Erot, dengan visi besar menjadikan Cisolok sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis pengobatan tradisional yang mendunia.
sulutnetwork.com – Legenda Mak Erot tidak hanya dikenal di tingkat lokal, melainkan sempat menjadi perbincangan nasional pada tahun 2019 silam ketika mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mewacanakan pengembangan wisata kebugaran berbasis pengobatan tradisional. Kala itu, Dokter Terawan secara eksplisit menyebut nama Mak Erot sebagai salah satu potensi yang dapat menarik wisatawan, di samping pengobatan berbasis jamu, tongkat ali, dan purwaceng. Pernyataan tersebut menggarisbawahi pengakuan resmi terhadap potensi pengobatan tradisional Indonesia, sekaligus menyoroti nama Mak Erot sebagai ikon yang memiliki daya tarik besar, baik secara kultural maupun ekonomis, jika dikelola dengan baik dan otentik.
Mak Erot sendiri diketahui telah berpulang pada tahun 2008 di usia yang sangat senja, sekitar 130 tahun. Jenazahnya dikebumikan di kampung halamannya yang damai, yaitu di Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Meski sosok fisiknya telah tiada, warisan keilmuannya terus hidup. Kemampuan legendaris Mak Erot untuk ‘mereparasi’ ukuran alat vital pria dewasa kini diwarisi oleh enam orang cucunya. Mereka adalah pewaris sah yang mendapatkan ilmu tersebut secara langsung dari sumber aslinya, menjamin kontinuitas tradisi yang telah dipegang teguh selama beberapa generasi. Proses pewarisan ini tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga meliputi ritual, doa, serta pemahaman mendalam tentang ramuan herbal dan pijat khusus yang menjadi inti dari metode pengobatan Mak Erot.
Namun, daya tarik nama besar Mak Erot juga menjadi pedang bermata dua. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan popularitasnya dengan mengaku-ngaku sebagai penerus atau ahli pengobatan Mak Erot. Praktik-praktik "aspal" ini merajalela, menjalankan layanan serupa yang diragukan keasliannya, baik dari sisi keilmuan, ramuan, maupun hasilnya. Fenomena ini tidak hanya merugikan masyarakat yang tertipu, tetapi juga mencoreng nama baik Mak Erot dan reputasi pengobatan tradisional yang otentik. Oknum-oknum ini seringkali beroperasi tanpa bekal pengetahuan yang memadai, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan pasien, menjauhkan praktik ini dari nilai-nilai luhur pengobatan tradisional yang sebenarnya.
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dalam pernyataannya, melihat potensi besar dalam "wisata kebugaran dan jamu" sebagai pilar baru pariwisata Indonesia. Ia menekankan pentingnya mengemas kekayaan pengobatan tradisional dengan baik agar dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. "Kalau wisata kebugaran dan jamu inilah yang harus kita masyarakat terus. Kita punya industri jamu yang hebat-hebat tapi nggak pernah kita munculkan. Contohnya mau tongkat ali, purwaceng, mau Mak Erot, di situ kita kemas dengan baik, wisatawan pasti datang," kata Dokter Terawan kala itu, menunjukkan bagaimana Mak Erot dipandang sebagai aset nasional yang strategis. Visi ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mempromosikan kearifan lokal dan meningkatkan devisa negara melalui sektor pariwisata yang beragam.
Namun, kontras dengan visi besar di tingkat nasional, tantangan di lapangan jauh lebih kompleks. Camat Cisolok, Okih Fajri Assidiq, mengakui bahwa fenomena Mak Erot "aspal" telah menyebabkan pergeseran pandangan masyarakat terhadap legenda ini. "Memang seiring dengan perjalanan waktu ada pergeseran karakter yang asli dari jati diri Mak Erot itu sendiri. Sekarang menjadi tantangan, karena banyaknya mereka yang mengaku sebagai ahli dengan menjual nama Mak Erot," ujar Okih, Rabu (11/2/2026), menyoroti urgensi untuk menjaga marwah dan keaslian praktik ini. Pergeseran ini tidak hanya memudarkan kepercayaan publik, tetapi juga menciptakan kebingungan antara yang asli dan yang palsu, sehingga merugikan baik para pewaris yang sah maupun calon pasien.
Dampak dari praktik "aspal" ini meluas. Selain risiko kesehatan akibat penanganan yang tidak profesional, masyarakat juga dirugikan secara finansial. Lebih jauh, citra wilayah Cisolok sebagai tempat asal Mak Erot yang legendaris pun terancam tercoreng. Wisatawan yang datang dengan harapan menemukan praktik otentik bisa jadi malah terjebak pada penipuan, yang pada akhirnya merusak reputasi Cisolok sebagai destinasi wisata kebugaran. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan melindungi warisan budaya ini dari eksploitasi yang merusak.
Menghadapi fenomena Mak Erot ‘Aspal’ ini, pihak Kecamatan Cisolok tidak tinggal diam. Mereka mulai melakukan langkah-langkah persuasif yang terencana dengan merangkul keluarga besar almarhumah Mak Erot. Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan standar dan kualitas pengobatan sesuai warisan turun-temurun yang otentik. "Kami sudah berkomunikasi dengan turunan atau keluarga dari Mak Erot sendiri. Justru saat ini mereka sedang mempersiapkan, artinya kembali me-review ciri khas yang memang menjadi legenda tersebut," tegas Okih. Proses "me-review ciri khas" ini diharapkan dapat merevitalisasi dan mendefinisikan ulang praktik otentik Mak Erot, membedakannya secara jelas dari praktik-praktik palsu.
Keluarga besar Mak Erot, seperti Haji Baban Saepudin dan keturunannya yang lain, selalu menekankan bahwa ilmu pengobatan ini diturunkan secara eksklusif kepada anak cucu. Ini bukan sekadar bisnis, melainkan sebuah amanah spiritual dan budaya yang harus dijaga kemurniannya. Penegasan ini sangat penting untuk memberikan kejelasan kepada publik mengenai siapa saja pewaris sah yang dapat dipercaya, sehingga masyarakat tidak terjebak pada praktik-praktik yang justru bisa merugikan kesehatan dan nama baik wilayah Cisolok. Upaya keluarga ini merupakan fondasi utama dalam menjaga otentisitas dan integritas warisan Mak Erot.
Langkah strategis ini juga penting untuk dilakukan agar masyarakat luas tidak terjebak pada praktik-praktik yang justru bisa merugikan kesehatan dan nama baik wilayah Cisolok. Dengan adanya upaya penegasan dan pembersihan nama baik, diharapkan Cisolok dapat membangun kembali kepercayaan publik dan menjadi contoh bagaimana pengobatan tradisional dapat dilestarikan dan dikembangkan secara bertanggung jawab. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan tradisi dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Lebih jauh, Pemerintah Kecamatan Cisolok berkomitmen untuk menjadikan pengobatan tradisional Mak Erot ini sebagai bagian integral dari daya tarik wisata kebugaran yang monumental bagi wisatawan. Visi ini tidak hanya berhenti pada pelestarian, tetapi juga diharapkan dapat bersinergi dengan penataan kawasan Geyser Cisolok yang saat ini sedang dipoles agar makin cantik dan menarik untuk dikunjungi. Kombinasi antara keindahan alam Geyser Cisolok dan kearifan lokal pengobatan Mak Erot dapat menciptakan sebuah pengalaman wisata holistik yang unik, menawarkan relaksasi, penyembuhan, dan kekayaan budaya dalam satu paket.
"Kita terus tetap dukung kegiatan untuk monumental kebugaran ini yaitu Mak Erot, tapi ya tentunya kita selaraskan dengan kondisi yang ada sekarang agar jangan sampai berdampak pada sisi kualitas hasil," pungkas Okih. Penekanan pada "kualitas hasil" ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya mempromosikan, tetapi juga memastikan bahwa praktik pengobatan yang ditawarkan benar-benar otentik, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi pasien. Ini adalah kunci untuk membangun reputasi yang kuat dan berkelanjutan sebagai destinasi wisata kebugaran.
Dengan adanya upaya "pembersihan" nama Mak Erot dari praktik abal-abal dan penguatan posisi para pewaris sah, diharapkan Cisolok benar-benar bisa menjadi destinasi wellness tourism kelas dunia. Mimpi yang pernah diungkapkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan, yaitu menjadikan Mak Erot sebagai bagian dari daya tarik wisata kebugaran nasional, kini memiliki peluang besar untuk terwujud. Kolaborasi antara pemerintah daerah, keluarga pewaris, dan masyarakat diharapkan mampu mengangkat kembali marwah Mak Erot, menjadikannya simbol kearifan lokal yang mendunia, bebas dari bayang-bayang penipuan dan praktik palsu. Ini adalah langkah besar menuju pengakuan global atas kekayaan pengobatan tradisional Indonesia.
