Wings Air, maskapai regional yang terafiliasi dengan Lion Air Group, secara resmi meluncurkan rute penerbangan baru yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (PKU) Pekanbaru dengan Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing (FLZ) Sibolga/Tapanuli Tengah. Pembukaan jalur udara strategis ini tidak hanya memperpendek jarak antar dua kota penting di Sumatera, tetapi juga menjadi jembatan krusial yang membuka akses lebih luas bagi masyarakat pesisir barat dan wilayah Tapanuli menuju berbagai pusat aktivitas nasional dan internasional, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Sumatera Utara.
sulutnetwork.com – Inisiatif konektivitas udara ini menandai langkah progresif dalam memperkuat jaringan transportasi regional, khususnya bagi daerah-daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan aksesibilitas. Melalui Pekanbaru sebagai gerbang transit, masyarakat dari Sibolga, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya kini dihadapkan pada opsi perjalanan yang jauh lebih efisien dan terintegrasi, memungkinkan mereka untuk melanjutkan penerbangan ke berbagai destinasi penting seperti Jakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya, hingga koneksi internasional menuju Kuala Lumpur. Rute baru ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 23 Januari 2026, dengan frekuensi dua kali seminggu, yaitu setiap hari Senin dan Jumat, menggunakan pesawat ATR 72-600 yang dikenal handal untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.
Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, telah lama dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan perdagangan terbesar di Pulau Sumatera. Posisinya yang strategis menjadikan Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II sebagai hub penting dalam jaringan penerbangan domestik maupun internasional. Dengan terhubungnya Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing ke Pekanbaru, masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga secara efektif mendapatkan akses langsung ke jaringan penerbangan Lion Air Group yang lebih luas. Ini berarti perjalanan bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata menjadi jauh lebih praktis dan efisien. Sebelumnya, warga di wilayah ini mungkin harus menempuh perjalanan darat yang panjang dan melelahkan ke bandara lain atau melakukan transit yang lebih kompleks. Rute baru ini memangkas waktu dan biaya secara signifikan, menawarkan kenyamanan yang substansial bagi pengguna jasa transportasi udara. Kemudahan ini tidak hanya dirasakan oleh penduduk lokal, tetapi juga calon investor dan wisatawan yang kini dapat mencapai destinasi di pesisir barat Sumatera Utara dengan lebih cepat dan mudah.
Wings Air, sebagai bagian dari Lion Air Group, memiliki fokus utama pada konektivitas regional, melayani rute-rute pendek dan menengah yang menghubungkan kota-kota sekunder dan tersier. Untuk rute Pekanbaru-Sibolga/Tapanuli Tengah ini, Wings Air mengoperasikan pesawat jenis ATR 72-600. Pesawat turboprop modern ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, dirancang khusus untuk efisiensi operasional di bandara-bandara regional dengan landasan pacu yang lebih pendek dan karakteristik operasional yang menantang. Keunggulan ATR 72-600 terletak pada efisiensi bahan bakar yang tinggi, keandalan operasional yang teruji, dan kenyamanan yang optimal untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Desain kabin yang ergonomis dengan jendela besar memastikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi penumpang. Penggunaan pesawat jenis ini menegaskan komitmen Wings Air untuk menyediakan layanan udara yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, mendukung pemerataan akses transportasi udara.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menekankan bahwa konektivitas ini akan membuka ruang baru bagi pergerakan pelaku usaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), logistik ringan, serta investor yang membutuhkan akses cepat dan berkelanjutan. Mobilitas yang lancar menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi regional. Bagi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, rute ini adalah infrastruktur mobilitas yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari dan prospek ekonomi jangka panjang. Sektor perikanan, pertanian, dan industri pengolahan hasil laut yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal, akan merasakan manfaat langsung dari jalur logistik yang lebih efisien. Produk-produk unggulan dari daerah ini, seperti ikan segar, hasil pertanian, atau kerajinan tangan, kini memiliki jalur distribusi yang lebih cepat ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional melalui Pekanbaru. Ini berpotensi meningkatkan nilai jual produk lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong diversifikasi ekonomi daerah.
Selain dampak ekonomi, rute ini juga secara signifikan meningkatkan akses terhadap layanan publik esensial dan memperkaya opsi perjalanan bagi masyarakat. Akses menuju layanan kesehatan rujukan di kota-kota besar seperti Jakarta atau Medan (via Pekanbaru), pendidikan tinggi yang berkualitas, serta urusan pemerintahan dan administrasi kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat dan perencanaan yang lebih sederhana. Ini sangat krusial bagi warga yang membutuhkan perawatan medis spesialis yang tidak tersedia di daerah, atau bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di luar kota. Bagi Kota Padang Sidempuan dan wilayah di sekitarnya yang secara geografis tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, kehadiran rute ini memperluas pilihan jalur perjalanan udara. Masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada satu pintu keluar atau rute darat yang memakan waktu dan melelahkan, tetapi memiliki alternatif yang lebih fleksibel dan kompetitif, memberikan keleluasaan dalam merencanakan perjalanan mereka untuk berbagai keperluan.
Danang Mandala Prihantoro juga menyoroti peran strategis rute Pekanbaru – Dr. Ferdinand Lumban Tobing dalam memperkuat daya tarik pariwisata pesisir barat Sumatera Utara. Wilayah ini kaya akan potensi wisata bahari dengan gugusan pulau-pulau kecil eksotis yang menawan seperti Pulau Mursala dengan air terjunnya yang unik, keindahan Pantai Binasi, serta keunikan budaya pesisir dan kekayaan kuliner khas Sibolga dan Tapanuli Tengah yang menggugah selera. Dengan adanya akses udara yang lebih mudah, destinasi-destinasi ini kini lebih terjangkau bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, bahkan dari Kuala Lumpur, dapat merencanakan perjalanan dengan satu rangkaian koneksi yang lebih praktis dan terintegrasi melalui Pekanbaru. Ini menciptakan peluang perjalanan lintas destinasi, di mana wisatawan bisa menjelajahi keindahan Riau sebelum melanjutkan petualangan ke pesisir barat Sumatera Utara, atau sebaliknya, sehingga memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan akan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, kerajinan tangan, dan jasa pariwisata lokal lainnya, menciptakan efek domino ekonomi yang positif dan berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, Danang menambahkan bahwa rute ini juga berperan penting dalam pemulihan dan ketahanan sosial. Akses udara yang andal mempercepat pergerakan bantuan kemanusiaan, tenaga pendukung, serta interaksi antardaerah, terutama saat dibutuhkan dalam kondisi darurat maupun pemulihan pascabencana. Wilayah Sumatera, termasuk Tapanuli Tengah, memiliki potensi risiko bencana alam tertentu. Dengan adanya jalur udara yang efektif, respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan lebih cepat, memastikan bantuan vital dan personel dapat mencapai lokasi dengan minim hambatan, serta memfasilitasi evakuasi jika diperlukan. Ini adalah investasi jangka panjang dalam keamanan dan kesejahteraan masyarakat, yang menunjukkan bahwa konektivitas udara melampaui sekadar aspek ekonomi dan pariwisata.
Rute baru ini akan mulai beroperasi pada 23 Januari 2026 dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk memberikan kemudahan bagi penumpang:
- Penerbangan dari Pekanbaru (PKU) menuju Sibolga/Tapanuli Tengah (FLZ) dengan nomor penerbangan IW-1234, dijadwalkan berangkat pukul 10.25 WIB dan tiba pukul 11.40 WIB.
- Penerbangan dari Sibolga/Tapanuli Tengah (FLZ) menuju Pekanbaru (PKU) dengan nomor penerbangan IW-1235, dijadwalkan berangkat pukul 12.05 WIB dan tiba pukul 13.30 WIB.
Penerbangan tersedia setiap hari Senin dan Jumat, memberikan fleksibilitas bagi pelaku bisnis untuk perjalanan awal pekan dan bagi wisatawan untuk liburan akhir pekan. Untuk memudahkan perencanaan perjalanan, pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi BookCabin. Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan proses mulai dari pemesanan tiket, pengaturan jadwal, hingga berbagai kebutuhan perjalanan lainnya dalam satu platform yang terintegrasi dan mudah digunakan, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.
Pembukaan rute Pekanbaru-Sibolga/Tapanuli Tengah oleh Wings Air adalah bagian dari visi Lion Air Group untuk terus memperluas konektivitas udara di Indonesia, khususnya ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai. Ke depan, tidak menutup kemungkinan frekuensi penerbangan akan ditingkatkan atau bahkan rute-rute baru akan dibuka, seiring dengan peningkatan permintaan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Inisiatif ini selaras dengan program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan aksesibilitas antarwilayah, menjadikan transportasi udara sebagai katalisator utama bagi kemajuan daerah, peningkatan daya saing, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.




