Sulutnetwork.com – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti oknum juru parkir (jukir) liar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan.

Sebelumnya, polisi telah meringkus 8 orang jukir liar yang diduga mematok tarif parkir dengan harga yang tidak wajar itu, pada Selasa, 17 Februari 2026.

Ramainya sorotan kalangan publik tentang besarnya harga parkir kendaraan di area pasar Tanah Abang itu, kini sampai ke telinga Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 19 Februari 2026, Rano menuturkan pihaknya tidak dapat mentoleransi hal tersebut.

Kendati demikian, Rano justru meminta masyarakat untuk menganggap wajar karena kasus tersebut terjadi pada momen menjelang hari raya.

“Itu sudah pahamlah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan,” kata Rano dalam pernyataannya di Bundaran HI, Jakarta, pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet dan ini setahun sekali, tidak apa-apa,” imbuhnya.

Rano Karno: Penertiban Tetap Dilakukan

Dalam pernyataannya, Rano memastikan upaya penertiban terhadap para jukir liar tetap akan dilakukan oleh otoritas setempat.

Wagub DKI itu lantas berharap agar hal ini dapat mengedukasi mereka agar tidak mematok tarif seenaknya terhadap warga.

“Tapi artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah,” tutur Rano.

“Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Terkait hal itu, Rano mengungkapkan, Satpol PP juga akan turun langsung dibantu aparat kepolisian dan TNI untuk mencegah adanya jukir liar.

“Kemudian kita juga ada pamong-pamong, Satpol PP khusus pariwisata juga sudah turun. Tapi artinya marilah kita sambut ini, ini kan awal, baru nih,” sebut Rano.

“Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib,” tandasnya.