SULUTNETWORK.COM — Nama Purbaya Yudhi Sadewa mulai ikut diperbincangkan dalam peta politik Jawa Barat setelah dirinya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan pada 14 September 2026 dan digantikan Suahasil Nazara. Pergantian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Beberapa hari setelah pergantian tersebut, nama Purbaya muncul dalam pembicaraan mengenai kemungkinan arah karier politiknya, termasuk di Jawa Barat. Hal ini salah satunya dipicu oleh kemunculannya dalam dua survei nasional yang dilakukan pada Juli hingga awal Agustus 2026.
Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5–19 Juli 2026, Purbaya memperoleh 1,1 persen dalam simulasi semi terbuka. Sementara dalam survei Media Survei Nasional (Median) pada 21 Juli–2 Agustus 2026, namanya kembali muncul dengan angka 1,3 persen dalam pertanyaan terbuka.
Namun, kedua survei tersebut bukan survei khusus Pilgub Jawa Barat. Keduanya mengukur preferensi publik terhadap tokoh dalam konteks politik nasional. Karena itu, angka 1,1 persen dan 1,3 persen tidak dapat langsung dibaca sebagai tingkat dukungan Purbaya untuk Pilgub Jawa Barat 2029.
Purbaya memiliki keterkaitan dengan Jawa Barat karena lahir di Bogor. Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020–2025.
Meski namanya mulai masuk pembicaraan politik, belum ada pernyataan dari Purbaya yang menyatakan dirinya akan maju dalam Pilgub Jawa Barat 2029. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya juga menyampaikan rencana untuk menikmati waktu di luar pemerintahan, termasuk memancing di rumah.
Dengan waktu menuju Pilgub Jawa Barat 2029 yang masih panjang, kemunculan nama Purbaya saat ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari dinamika awal bursa tokoh. Belum ada kepastian mengenai apakah ia akan masuk lebih jauh ke arena politik Jawa Barat atau memilih melanjutkan aktivitas di luar pemerintahan.*** (Reza)


