Sulutnetwork.com — Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Data ini diperbarui per 20 Desember 2025 pukul 21.00 WIB.
Bencana hidrometeorologi ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Rabu, 19 November 2025. Kondisi tersebut memicu terjadinya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada Rabu, 26 November 2025, yang berdampak luas terhadap permukiman warga dan infrastruktur daerah.
Dari total 16 kecamatan di Kabupaten Agam, sebanyak 13 kecamatan terdampak, yakni: Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Matur, Palupuh, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Biaso, Banuhampu, dan IV Koto.
Sementara itu, tiga kecamatan dilaporkan tidak terdampak signifikan, yaitu Sungai Pua, Candung, dan Ampek Angkek.
BNPB mencatat dampak kemanusiaan yang cukup besar akibat bencana ini, dengan rincian:
- Meninggal dunia: 192 orang
- Hilang: 72 orang (berpotensi bertambah)
- Mengungsi: 3.878 jiwa
- Dirawat: 4 orang
- Terdampak/terisolasi: 26 orang
Rincian korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan sebanyak 138 orang, disusul Malalak 14 orang dan Tanjung Raya 10 orang. Sebanyak 27 korban masih belum teridentifikasi.
Untuk korban yang belum ditemukan, mayoritas berasal dari Palembayan (66 orang), Malalak (3 orang), Lubuk Basung (1 orang), dan Tanjung Raya (2 orang).
Bencana banjir dan longsor di Agam menyebabkan kerusakan besar, antara lain:
- Rumah rusak berat: 854 unit
- Rumah rusak sedang: 298 unit
- Rumah rusak ringan: 392 unit
- Jembatan rusak: 28 titik
- Jalan rusak: 21 titik
- Tempat ibadah rusak: 27 unit
- Fasilitas pendidikan terdampak: 114 sekolah
- Irigasi rusak: 78 lokasi
- Hewan ternak terdampak: 5.481 ekor
- Lahan pertanian rusak: 2.044,84 hektare
BNPB mencatat kebutuhan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan, dengan total ratusan unit. Salah satu pembangunan utama huntara dilakukan di SDN 05 Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Huntara ini memiliki kapasitas 117 kepala keluarga (KK) dalam 24 barak, dengan target penyelesaian pada 2 Januari 2026. Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai 4 persen. Pembangunan melibatkan personel gabungan TNI, BPBD, Dinas PUPR Agam, dan BNPB, dengan dukungan alat berat.
Tim BNPB terus melakukan pemantauan distribusi logistik di Posko Utama Kabupaten Agam di Lubuk Basung, berkoordinasi terkait perbaikan jalur transportasi, serta memonitor pembangunan huntara, termasuk pekerjaan cut and fill, pemasangan dinding GRC, pondasi, hingga penambahan alat berat.




