Kawasan Timur Tengah kembali terperosok dalam krisis setelah serangkaian serangan udara dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Di tengah eskalasi konflik yang memanas, ribuan wisatawan, termasuk seorang turis asal Amerika Serikat, Kristy Ellmer, mendapati diri mereka terjebak dalam situasi mencekam di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Pembatalan massal penerbangan dan penutupan wilayah udara akibat serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh Iran sebagai balasan terhadap AS dan Israel, telah mengubah kota metropolitan yang biasanya gemerlap menjadi pusat ketegangan dan ketidakpastian.

sulutnetwork.com – Kristy Ellmer, seorang konsultan dari New Hampshire, AS, yang sedang dalam perjalanan bisnis sekaligus liburan bersama suaminya, Matt Carwell, di Dubai, menjadi salah satu saksi mata langsung dari kekacauan tak terduga ini. Pengalamannya, yang dibagikan kepada media pada Kamis, 5 Maret 2026, menggambarkan kengerian dan ketakutan mendalam saat serangan udara tiba-tiba menghantam jantung kota. Serangan balasan Iran tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer atau sekutu AS di wilayah yang berdekatan, tetapi juga meluas hingga berdampak signifikan pada pusat-pusat sipil dan pariwisata di UEA, memicu kepanikan global dan mengganggu jadwal perjalanan jutaan orang.

Eskalasi konflik