Birmingham – Petualangan Tammy Abraham di kancah sepak bola luar Inggris telah resmi berakhir. Setelah empat tahun berkelana di Italia dan Turki, penyerang bertubuh jangkung itu kini mudik ke tanah kelahirannya, bergabung kembali dengan klub yang pernah menjadi saksi bisu kebangkitannya, Aston Villa. Keputusan ini menandai babak baru dalam karier Abraham, yang disebut-sebut sebagai langkah strategis untuk membuka kembali peluangnya membela Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2026 mendatang.

sulutnetwork.com – Pengumuman resmi mengenai kepindahan Abraham ke Villa Park disampaikan oleh pihak Aston Villa melalui situs web resmi klub pada Rabu, 28 Januari 2026. Transfer ini menyedot perhatian publik sepak bola, mengingat nilai kesepakatan yang mencapai 18 juta paun dari Besiktas, klub Turki tempat Abraham menghabiskan paruh pertama musim. Angka ini juga menunjukkan keuntungan signifikan bagi Besiktas, yang sebelumnya menebus Abraham dari AS Roma dengan mahar 11 juta paun, sehingga klub asal Turki tersebut meraup laba sekitar 7 juta paun dari penjualan sang striker. Transaksi ini menggarisbawahi dinamika pasar transfer modern dan kecerdasan Besiktas dalam mengelola aset pemainnya. Keputusan Abraham untuk kembali ke Inggris bukan semata-mata soal nostalgia, melainkan perhitungan matang demi ambisi pribadi dan profesionalnya di level internasional.

Langkah ini diambil Abraham dengan tujuan utama agar performanya dapat dipantau secara lebih mudah dan intensif oleh pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel. Dengan bermain di Liga Primer Inggris, Abraham berharap dapat secara konsisten menunjukkan kualitasnya di salah satu liga paling kompetitif di dunia, sehingga meningkatkan peluangnya untuk masuk dalam skuad The Three Lions menuju Piala Dunia 2026. Kompetisi di lini depan Inggris memang selalu ketat, dan kepulangan Abraham akan membuatnya bersaing langsung dengan rekan setim barunya di Villa, Ollie Watkins, yang juga kerap menjadi langganan skuad timnas. Kedatangan Abraham diyakini akan memperkuat lini serang Villa, terutama mengingat posisi klub yang tengah bersaing ketat di papan atas Liga Primer Inggris. Kebutuhan akan kedalaman skuad dan opsi penyerangan yang variatif menjadi salah satu alasan utama Villa berani menggelontorkan dana besar untuk memulangkan mantan pemain pinjamannya tersebut.

Abraham sendiri tidak menyembunyikan kegembiraannya bisa kembali ke klub yang memiliki tempat istimewa di hatinya. Dalam pernyataan yang dirilis di situs resmi klub, Abraham mengungkapkan, "Ada beberapa klub yang punya bagian penting dalam hidup Anda dan tetap ada di hati Anda. Saya mencetak banyak gol, menemui banyak tantangan, dan tumbuh dewasa sebagai lelaki di sini." Pernyataan ini mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara Abraham dan Aston Villa. Ia melanjutkan, "Saya sudah balik ke Aston Villa, siap bermain dan memberikan segalanya." Kata-kata ini tentunya disambut hangat oleh para penggemar Villa, yang menaruh harapan besar pada kontribusi Abraham untuk membawa klub meraih kesuksesan.

Aston Villa memang bukan klub baru bagi Tammy Abraham. Ia pernah menghabiskan musim 2018/2019 sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Kala itu, Villa masih berlaga di Championship, kasta kedua sepak bola Inggris. Abraham menjadi pahlawan bagi klub dengan torehan gol-gol krusial yang membantu mereka meraih promosi kembali ke Liga Primer melalui babak play-off. Pengalaman tersebut tidak hanya membangun reputasinya sebagai striker produktif, tetapi juga menciptakan koneksi mendalam dengan basis penggemar dan identitas klub. Perjalanan Villa di Championship musim itu penuh dramatisme, dan Abraham menjadi salah satu figur sentral dalam narasi kebangkitan tersebut, mencetak 26 gol dalam 40 penampilan liga, sebuah rekor pribadi yang luar biasa.

Setelah masa peminjaman yang sukses di Villa, Abraham kembali ke Chelsea dan berhasil menembus tim utama. Ia bermain reguler di bawah asuhan Frank Lampard, menunjukkan potensi besarnya sebagai striker utama. Namun, pada tahun 2021, ia dilepas ke AS Roma, menandai awal petualangannya di luar Inggris. Di bawah asuhan Jose Mourinho, Abraham menemukan kembali ketajamannya di Serie A, Italia. Ia mencetak 39 gol dari 120 pertandingan untuk Roma, termasuk membantu klub meraih gelar UEFA Europa Conference League pada musim 2021/2022. Performanya yang impresif di Italia sempat membuatnya kembali dipanggil ke Timnas Inggris. Namun, seiring berjalannya waktu dan pergantian strategi di Roma, ia sempat dipinjamkan ke AC Milan sebelum kemudian dipinjamkan dan dipermanenkan oleh Besiktas. Periode di Turki, meskipun singkat, juga membuktikan insting golnya yang tetap tajam.

Keputusan Villa untuk menginvestasikan 18 juta paun pada Abraham menunjukkan kepercayaan besar dari manajemen klub terhadap kemampuannya. Di bawah arahan pelatih seperti Unai Emery (jika masih melatih di tahun 2026), Villa telah menunjukkan ambisi yang serius untuk bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kedatangan Abraham diharapkan dapat memberikan dimensi baru pada lini serang tim, baik sebagai ujung tombak tunggal maupun berduet dengan Watkins atau pemain serang lainnya. Postur tubuhnya yang tinggi, kemampuannya dalam duel udara, serta instingnya di kotak penalti akan menjadi aset berharga bagi Villa yang dikenal dengan permainan menyerang yang dinamis.

Dari perspektif Timnas Inggris, kembalinya Abraham ke Liga Primer adalah sebuah keuntungan. Pelatih Thomas Tuchel, yang kemungkinan besar mencari opsi striker yang bervariasi untuk Piala Dunia 2026, kini dapat secara langsung memantau performa Abraham setiap pekan. Persaingan di lini depan Inggris memang sangat ketat, dengan nama-nama seperti Harry Kane (jika masih bermain dan bugar), Ivan Toney, Callum Wilson, dan tentu saja Ollie Watkins, yang semuanya berebut tempat. Abraham perlu menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol, performa yang impresif, serta adaptasi yang cepat dengan gaya bermain Villa untuk menarik perhatian Tuchel. Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Utara menawarkan panggung terbesar bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka, dan Abraham sangat bertekad untuk menjadi bagian dari skuad tersebut.

Analisis finansial transfer ini juga menarik. Bagi Besiktas, penjualan Abraham dengan keuntungan 7 juta paun dalam waktu yang relatif singkat adalah contoh manajemen transfer yang cerdik. Mereka berhasil mendapatkan pemain berkualitas, memanfaatkan performanya, dan menjualnya kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Bagi Aston Villa, investasi sebesar 18 juta paun untuk seorang striker berusia 28 tahun (jika tahun kelahirannya 1997) dengan rekam jejak yang terbukti di Liga Primer dan Eropa, dianggap sebagai langkah yang masuk akal. Nilai ini mencerminkan harga pasar pemain dengan kaliber Abraham di era modern, terutama bagi klub yang memiliki ambisi besar. Ini bukan sekadar pembelian pemain, melainkan investasi strategis untuk memperkuat tim dan mencapai target-target ambisius.

Kembalinya Tammy Abraham ke Aston Villa bukan hanya sekadar transfer pemain, melainkan narasi tentang harapan, ambisi, dan ikatan emosional. Bagi Abraham, ini adalah kesempatan untuk kembali bersinar di panggung yang familiar, membuktikan kemampuannya di hadapan pelatih tim nasional, dan mewujudkan impian Piala Dunia. Bagi Aston Villa, ini adalah penambahan kekuatan yang signifikan dalam upaya mereka untuk menantang dominasi klub-klub tradisional di Liga Primer dan mengukir sejarah baru. Tantangan di depan memang tidak mudah, namun dengan semangat yang membara dan dukungan penuh dari para penggemar, Tammy Abraham siap memberikan segalanya untuk Aston Villa dan misi pribadinya. Kita akan melihat apakah kepulangannya akan menjadi katalisator bagi kesuksesan besar, baik untuk klub maupun untuk karier internasionalnya.