Sebuah insiden tragis mengguncang Bandara Internasional LaGuardia, New York, ketika sebuah pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran di landasan pacu, Minggu (22/3) malam, menewaskan pilot dan kopilot pesawat. Kecelakaan fatal ini terjadi sekitar pukul 22.40 waktu setempat, memicu respons darurat besar-besaran dan menyoroti kembali isu keamanan penerbangan di salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat.
sulutnetwork.com – Insiden mematikan ini melibatkan pesawat Bombardier CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation, mitra regional Air Canada, dengan nomor penerbangan 8646. Pesawat tersebut membawa 72 penumpang dan 4 kru kabin dalam perjalanan dari Montreal, Kanada, menuju tujuan akhirnya di Bandara LaGuardia, New York. Sesaat setelah mendarat, tragedi tak terduga terjadi ketika pesawat berkecepatan tinggi itu bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di runway 4, menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan pesawat dan menelan korban jiwa.
Kronologi kejadian menunjukkan sebuah rangkaian peristiwa yang menegangkan. Truk pemadam kebakaran awalnya meminta izin untuk melintas di landasan pacu setelah menerima laporan adanya bau tidak sedap yang tercium di kokpit pesawat lain, sebuah prosedur darurat standar untuk memastikan keamanan. Juru bicara Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey mengonfirmasi bahwa truk tersebut awalnya dinyatakan aman untuk merespons permintaan darurat dari pesawat lain. Namun, dalam hitungan detik, situasi berubah drastis.
Rekaman percakapan pengawas lalu lintas udara (ATC) yang dirilis di situs LiveATC.net merekam detik-detik genting sebelum tabrakan. Sebuah suara petugas ATC terdengar memerintahkan truk tersebut untuk berhenti secara tergesa-gesa: "Truk Satu, berhenti, berhenti, berhenti!" Perintah ini datang terlambat. Beberapa detik kemudian, petugas ATC yang sama melaporkan insiden tersebut kepada pesawat Air Canada: "JAZZ 646, saya melihat Anda bertabrakan dengan kendaraan. Tetaplah di posisi Anda. Saya tahu Anda tidak bisa bergerak. Kendaraan darurat sedang menuju ke lokasi Anda sekarang." Percakapan ini mengindikasikan adanya miskomunikasi atau kesalahan prosedur yang menyebabkan truk berada di jalur pesawat yang sedang mendarat.
Tabrakan dengan kecepatan tinggi itu menghasilkan dampak yang sangat parah. Bagian hidung pesawat, tempat kokpit berada, terlihat hancur lebur dalam foto-foto dan video yang beredar di media sosial. Kerusakan ini langsung merenggut nyawa pilot dan kopilot pesawat, yang identitasnya belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang. Selain korban jiwa, seorang pejabat penegak hukum, yang dikutip oleh CNN, menyatakan bahwa dua orang lainnya juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Detail mengenai kondisi dan identitas kedua korban luka ini masih dalam penyelidikan.
Pasca-insiden, Bandara LaGuardia menjadi lokasi operasi penyelamatan dan penanganan kecelakaan yang intensif. Foto dan video yang viral di media sosial menunjukkan pemandangan mengerikan di tengah pekatnya kabut malam yang diterangi lampu-lampu bandara. Pesawat dengan tulisan Air Canada terlihat terangkat bagian depannya, menandakan kerusakan struktural yang signifikan. Petugas SAR, pemadam kebakaran, serta petugas keamanan dan keselamatan otoritas bandara segera merespons panggilan darurat, melakukan upaya penyelamatan dan pengamanan lokasi.
Beberapa faktor diduga turut berkontribusi terhadap insiden ini. Mengutip AFP, pada malam kecelakaan itu terjadi, Bandara LaGuardia New York sedang diselimuti cuaca buruk, khususnya kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang secara drastis. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini sering kali menjadi tantangan besar bagi operasi penerbangan dan dapat meningkatkan risiko kesalahan manusia. Selain itu, pelayanan di bandara LaGuardia juga disebut-sebut terkendala akibat kekurangan petugas. Kekurangan personel ini dikaitkan dengan kebijakan efisiensi yang dikeluarkan oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang mungkin berdampak pada kualitas pengawasan dan koordinasi lalu lintas udara serta darat.
Pesawat Bombardier CRJ-900 sendiri merupakan jenis jet regional yang umum digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Pesawat ini dirancang untuk efisiensi dan sering kali dioperasikan oleh maskapai regional sebagai mitra maskapai besar. Jazz Aviation, yang mengoperasikan penerbangan ini, merupakan anak perusahaan dari Chorus Aviation dan melayani rute regional di bawah merek Air Canada Express. Jazz Aviation mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa pesawat tersebut "sedang membawa sekelompok orang Yahudi Ortodoks dari daerah New York," sebuah detail yang menyoroti komposisi penumpang pada penerbangan tersebut.
Menyusul kecelakaan ini, otoritas bandara segera mengambil tindakan tegas dengan menyetop seluruh layanan penerbangan dari dan ke Bandara LaGuardia. Penutupan bandara yang berlokasi di daerah Queens, New York, ini berlangsung hingga Senin (23/3), menyebabkan gangguan besar pada jadwal penerbangan dan ribuan penumpang. Penutupan bandara diperlukan untuk memungkinkan tim investigasi bekerja tanpa hambatan, membersihkan puing-puing, dan memastikan keamanan landasan pacu sebelum dapat digunakan kembali.
Investigasi mendalam atas kecelakaan ini akan dilakukan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat, yang merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab untuk menyelidiki insiden transportasi sipil. NTSB akan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (FDR) dari pesawat, rekaman percakapan ATC, data radar, laporan cuaca, pernyataan saksi mata, serta catatan perawatan pesawat dan truk pemadam kebakaran. Tujuan utama dari investigasi ini adalah untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan, baik itu kesalahan manusia, kegagalan peralatan, kondisi lingkungan, maupun kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Hasil investigasi ini sangat krusial untuk mengeluarkan rekomendasi keselamatan yang dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Insiden "runway incursion" atau masuknya kendaraan atau pesawat secara tidak sah ke landasan pacu yang sedang aktif, merupakan salah satu jenis insiden paling berbahaya dalam dunia penerbangan. Untuk mencegahnya, bandara-bandara modern dilengkapi dengan sistem canggih seperti Airport Surface Detection Equipment – Model X (ASDE-X) yang menggunakan radar dan transponder untuk memantau pergerakan di permukaan bandara secara real-time. Komunikasi yang jelas dan tanpa cela antara pilot, pengemudi kendaraan darat, dan petugas ATC adalah kunci utama dalam menjaga keamanan operasional. Tragedi di LaGuardia ini menjadi pengingat pahit akan kompleksitas dan risiko yang melekat dalam operasi penerbangan, serta pentingnya kepatuhan terhadap protokol keselamatan yang ketat di setiap saat.
