SOLO – Kemeriahan Hari Raya Imlek 2577/2026 telah menyelimuti Kota Solo, Jawa Tengah, menghadirkan nuansa perayaan yang tak kalah spektakuler dari negara asalnya. Ribuan lampion berwarna-warni menerangi langit Jalan Jenderal Sudirman, menciptakan pemandangan magis yang menarik ribuan pasang mata dan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

sulutnetwork.com – Sejak awal Februari, Kota Solo bertransformasi menjadi panggung megah perayaan Imlek yang memadukan tradisi Tionghoa dengan kearifan lokal Jawa. Festival lampion, yang menjadi puncak visual perayaan, telah resmi dibuka dan berhasil menyedot antusiasme masyarakat. Lampion-lampion ini menjadi simbol akulturasi budaya yang kaya di kota ini, mengundang warga dan pelancong untuk merasakan langsung atmosfer perayaan yang penuh warna dan makna.

Pemandangan memukau terpampang jelas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, membentang dari Bundaran Gladak hingga area depan Balai Kota Solo. Ribuan lampion berbentuk bulat, beraneka warna, terpasang rapi membentuk terowongan cahaya yang mempesona. Tak hanya lampion bulat tradisional, festival ini juga menampilkan lampion berbentuk hewan yang melambangkan 12 shio, diposisikan strategis di sepanjang median jalan. Setiap lampion shio dirancang dengan detail yang memukau, menambah kekayaan visual festival. Pemasangan lampion-lampion ini menjadi penanda datangnya Tahun Baru Imlek 2577/2026, yang secara resmi diselenggarakan mulai tanggal 1 hingga 17 Februari 2026. Kawasan ini menjadi pusat perhatian, menawarkan pengalaman visual tak terlupakan bagi pengunjung.

Festival lampion ini bertepatan pula dengan perayaan Grebeg Sudiro, sebuah acara yang menjadi simbol nyata akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di Solo. Grebeg Sudiro, yang diselenggarakan dari tanggal