Komunitas sepak bola jurnalis Seejontor FC (SJFC) baru-baru ini sukses merayakan hari ulang tahun (HUT) keempat mereka dengan mengusung tema "Ramadan Fair Play, Peduli dan Berbagi." Perayaan yang sarat makna ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertandingan persahabatan, tetapi juga momentum untuk berbagi kebahagiaan melalui santunan kepada anak yatim piatu dan distribusi paket sembako kepada masyarakat, menegaskan komitmen mereka terhadap nilai-nilai sosial di tengah bulan suci Ramadan.
sulutnetwork.com – Acara puncak peringatan HUT keempat SJFC ini digelar pada Kamis, 5 Maret 2026, di Lapangan Sepak Bola C Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Momen tersebut menjadi cerminan nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang selalu diusung oleh para jurnalis yang tergabung dalam komunitas ini. Lebih dari sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menegaskan bahwa sepak bola dapat menjadi medium efektif untuk mempererat tali persaudaraan dan menyalurkan aksi-aksi sosial yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Seejontor FC, yang merupakan akronim dari "Sehat Jurnalis Tuntas Olahraga," lahir empat tahun silam dari inisiatif sejumlah jurnalis yang memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia sepak bola. Komunitas ini didirikan dengan tujuan utama untuk menjaga kebugaran fisik, mempererat tali silaturahmi antar jurnalis dari berbagai media, serta menyediakan wadah positif bagi mereka untuk melepaskan penat dari rutinitas peliputan yang intens. Sejak awal berdirinya, SJFC telah berkembang menjadi lebih dari sekadar tim sepak bola; ia menjelma menjadi sebuah keluarga besar yang mengedepankan solidaritas dan semangat gotong royong, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pertumbuhan komunitas ini selama empat tahun menunjukkan betapa pentingnya kegiatan rekreatif dan sosial bagi profesi jurnalis yang kerap dihadapkan pada tekanan dan tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Tema "Ramadan Fair Play, Peduli dan Berbagi" yang dipilih untuk perayaan HUT kali ini sangat relevan dengan suasana bulan suci Ramadan, di mana nilai-nilai kebaikan, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi sangat ditekankan. "Fair Play" tidak hanya diartikan dalam konteks permainan sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, tetapi juga meluas pada etika hidup dan interaksi sosial yang adil dan jujur. Sementara itu, "Peduli dan Berbagi" secara lugas menggambarkan inti dari kegiatan sosial yang menjadi fokus utama perayaan ini, yakni memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Lapangan Sepak Bola C Senayan, yang merupakan bagian integral dari Komplek Gelora Bung Karno (GBK), dipilih sebagai lokasi acara. GBK sendiri bukan sekadar kompleks olahraga biasa; ia adalah ikon nasional yang melambangkan semangat olahraga dan persatuan bangsa. Dengan fasilitas yang lengkap dan standar internasional, GBK menjadi pusat kegiatan olahraga, budaya, dan rekreasi bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia. Pemilihan lokasi ini juga sejalan dengan visi yang disampaikan oleh Direktur Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Hadi Sulistia, yang menekankan bahwa GBK harus menjadi ruang yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Peringatan HUT diawali dengan pertandingan persahabatan antaranggota SJFC. Momen ini bukan semata-mata tentang memperebutkan kemenangan, melainkan lebih kepada merayakan kebersamaan dan mengaplikasikan prinsip fair play di lapangan hijau. Setiap tendangan, umpan, dan gol menjadi simbol dari semangat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. Para jurnalis dari berbagai latar belakang media, yang sehari-hari mungkin bersaing dalam mencari berita, di lapangan ini melebur menjadi satu tim, berbagi tawa dan semangat, membuktikan bahwa olahraga mampu menyatukan perbedaan. Pertandingan tersebut disaksikan oleh sejumlah undangan dan juga masyarakat yang kebetulan beraktivitas di sekitar GBK, menambah semarak suasana kebersamaan.
Setelah pertandingan yang penuh semangat, fokus acara beralih ke inti kegiatan sosialnya. Salah satu highlight utama adalah pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu. Dalam Islam, merawat dan menyantuni anak yatim piatu adalah amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala yang besar. SJFC melalui kegiatan ini ingin menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial kepada seluruh anggotanya, sekaligus memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak yang kurang beruntung, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mereka dan memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan.
Selain santunan, SJFC juga mendistribusikan sebanyak 170 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket sembako ini berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh keluarga-keluarga prasejahtera. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen SJFC untuk berkontribusi langsung pada kesejahteraan sosial. Dukungan finansial untuk pengadaan paket sembako ini datang dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota DPR RI Komisi XI, Wahyu Sanjaya, serta urunan atau iuran sukarela dari para jurnalis anggota SJFC sendiri. Partisipasi aktif dari Anggota DPR RI Komisi XI menunjukkan bahwa inisiatif komunitas seperti SJFC mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemangku kebijakan, mengingat Komisi XI memiliki lingkup tugas yang berkaitan dengan keuangan, perencanaan pembangunan, dan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, urunan dari para jurnalis sendiri menggambarkan semangat kolektif dan kemandirian dalam berdonasi.
Tidak hanya bantuan materi, Seejontor FC juga menerima wakaf Al-Qur’an dari salah satu stasiun televisi nasional, Garuda TV. Wakaf Al-Qur’an ini memiliki makna spiritual yang mendalam, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Muslim. Pemberian wakaf ini melengkapi dimensi sosial dan spiritual dari perayaan HUT SJFC. Al-Qur’an yang diwakafkan ini rencananya akan disalurkan ke berbagai masjid, musala, atau lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas. Dukungan dari Garuda TV ini juga menunjukkan bahwa media massa dapat berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan positif yang melampaui kepentingan bisnis semata, memperkuat sinergi antara berbagai entitas dalam mewujudkan kebaikan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum SJFC saat itu, Harry Prasetya, menyampaikan refleksi atas perjalanan empat tahun komunitas tersebut. "Empat tahun bukan waktu yang singkat. Seejontor FC lahir dari semangat kebersamaan para jurnalis yang ingin tetap sehat, solid, dan menjaga silaturahmi lewat sepak bola," ujar Harry. Ia menekankan bahwa SJFC telah berhasil menumbuhkan ikatan yang kuat di antara para anggotanya, melampaui batas-batas institusi media tempat mereka bekerja. Di bawah kepemimpinan Harry, SJFC telah menorehkan berbagai capaian, baik dalam menjaga konsistensi latihan, mengikuti turnamen persahabatan, maupun aktif dalam kegiatan sosial. Masa kepemimpinannya ditandai dengan upaya membangun fondasi komunitas yang kuat, yang berlandaskan pada prinsip persaudaraan dan sportivitas.
Acara silaturahmi ini juga menandai sebuah babak baru dalam kepemimpinan SJFC. Harry Prasetya secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Randra, seorang jurnalis dari Detik.com. Transisi kepemimpinan ini berlangsung secara demokratis dan penuh kebersamaan, mencerminkan kematangan organisasi. Dengan Randra sebagai ketua umum yang baru, diharapkan SJFC akan terus tumbuh dan berinovasi, membawa semangat baru dalam setiap program dan kegiatannya, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti yang telah dibangun oleh para pendahulu. Perubahan kepemimpinan ini adalah bagian alami dari dinamika sebuah organisasi yang sehat, yang memungkinkan regenerasi dan munculnya ide-ide segar.
Hadi Sulistia, Direktur Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan positif yang dilakukan oleh SJFC. Dalam kesempatan itu, Hadi Sulistia juga mengemukakan visi PPKGBK yang diusung dengan tagline sederhana namun bermakna, yaitu "GBK untuk semua." Ia menjelaskan bahwa visi ini menempatkan GBK sebagai ruang olahraga sekaligus paru-paru utama Jakarta yang harus ramah bagi semua kalangan. "Ini adalah ruang olahraga sekaligus paru-paru utama Jakarta yang harus ramah bagi semua kalangan, dari anak kecil hingga lansia, dari pedagang kecil hingga tokoh dan pemimpin dunia," kata Hadi. Visi ini menggambarkan komitmen PPKGBK untuk menjadikan GBK sebagai kawasan publik yang inklusif, menyediakan fasilitas olahraga yang terjangkau, ruang hijau untuk rekreasi, serta infrastruktur yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, tanpa memandang status sosial atau usia. GBK diharapkan menjadi simbol dari kota Jakarta yang sehat, hijau, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Hadi Sulistia juga membeberkan informasi penting mengenai rencana pengembangan kawasan GBK. Ia mengungkapkan bahwa PPKGBK, bersama dengan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI), tengah mempersiapkan penataan kawasan Blok 15 atau eks Hotel Sultan. Penataan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat visi pengembangan kawasan GBK sebagai salah satu aset strategis negara. Blok 15, yang terletak di jantung kota Jakarta, memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang sangat besar. Rencana penataan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan infrastruktur, pengembangan ruang terbuka hijau, hingga optimalisasi fungsi kawasan untuk kepentingan publik. Langkah ini juga diharapkan dapat mengatasi isu-isu terkait pemanfaatan lahan dan memastikan bahwa aset negara ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Di bulan yang mulia ini kami mohon dukungan dan kawalan semua pihak agar proses penataan aset ini berjalan kondusif, transparan, dan benar-benar untuk kepentingan publik," Hadi menambahkan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses penataan kawasan Blok 15 akan dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan partisipasi publik, menghindari potensi konflik atau spekulasi yang tidak diinginkan. PPKGBK dan Kemensetneg berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahapan penataan akan dilakukan secara terbuka, sehingga masyarakat dapat memantau dan memberikan masukan demi terwujudnya tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan umum. Penataan kawasan ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah GBK, tetapi juga meningkatkan nilai guna dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, menjadikan GBK sebagai pusat keunggulan yang modern dan inklusif.
Perayaan HUT keempat Seejontor FC ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas jurnalis tidak hanya berfokus pada tugas profesional mereka dalam memberitakan informasi, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Melalui sepak bola, mereka tidak hanya menjaga kebugaran dan silaturahmi, tetapi juga menginspirasi untuk peduli dan berbagi. Semangat "Ramadan Fair Play, Peduli dan Berbagi" yang diusung oleh SJFC diharapkan dapat terus menjadi pemicu bagi komunitas-komunitas lain untuk melakukan hal serupa, menciptakan gelombang kebaikan yang lebih luas di tengah masyarakat.
