Sevilla, Spanyol – Real Sociedad berhasil mengukir sejarah baru dalam perjalanan mereka di kancah sepak bola Spanyol setelah meraih gelar juara Copa del Rey musim 2025/2026. Dalam sebuah final yang mendebarkan dan penuh drama, Txuri-Urdin sukses menaklukkan raksasa ibu kota, Atletico Madrid, melalui babak adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 2-2 selama 120 menit. Kemenangan ini menandai raihan trofi Copa del Rey ketiga bagi Real Sociedad, mengukuhkan posisi mereka di antara klub-klub elite yang pernah merasakan manisnya menjadi kampiun turnamen tertua di Spanyol tersebut.
sulutnetwork.com – Pertandingan final Copa del Rey yang mempertemukan Atletico Madrid dan Real Sociedad ini dilangsungkan di Estadio La Cartuja, Sevilla, pada Minggu (19/4/2026) dini hari WIB. Atmosfer di stadion kebanggaan Andalusia tersebut memanas sejak peluit pertama dibunyikan, dengan ribuan suporter dari kedua tim memadati tribun, menciptakan lautan warna merah-putih dari pendukung Atletico dan biru-putih khas Real Sociedad. Kedua tim datang dengan ambisi besar, Atletico Madrid bertekad menambah koleksi gelar mereka, sementara Real Sociedad berhasrat untuk mengulang kejayaan masa lalu dan mempersembahkan trofi bergengsi kepada para penggemar setia mereka.
Sejak awal, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, mencerminkan gaya bermain khas kedua tim yang dikenal disiplin dalam bertahan namun juga mematikan dalam menyerang. Atletico Madrid, di bawah arahan pelatih legendaris Diego Simeone, menunjukkan karakteristik permainan pragmatis yang telah menjadi ciri khas mereka selama bertahun-tahun. Mereka mencoba mengendalikan lini tengah dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang berbahaya. Real Sociedad, di sisi lain, tampil dengan gaya bermain menyerang yang lebih cair dan mengandalkan penguasaan bola serta kombinasi umpan pendek untuk membongkar pertahanan lawan.
Babak pertama berlangsung cukup ketat, dengan kedua tim saling berbalas serangan. Atletico Madrid berhasil unggul lebih dulu melalui gol yang tercipta dari skema bola mati, memanfaatkan kelengahan lini belakang Real Sociedad. Gol tersebut membangkitkan semangat para pemain Atletico dan membuat mereka semakin percaya diri. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Real Sociedad menunjukkan mentalitas juara mereka dengan merespons cepat, menyamakan kedudukan melalui serangan balik efektif yang diselesaikan dengan apik oleh salah satu penyerang andalan mereka. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, menandakan bahwa pertandingan masih sangat terbuka untuk kedua belah pihak.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit menurun namun tensi justru semakin meningkat. Kedua pelatih melakukan beberapa perubahan taktik dan pergantian pemain untuk mencari keunggulan. Atletico Madrid kembali memimpin di pertengahan babak kedua, kali ini melalui gol yang lahir dari pergerakan individu brilian salah satu pemain sayap mereka yang berhasil melewati beberapa penjaga dan melepaskan tembakan terukur ke gawang Real Sociedad. Kegembiraan di kubu Atletico memuncak, seolah-olah trofi sudah berada dalam genggaman mereka.
Namun, Real Sociedad sekali lagi menolak untuk menyerah. Mereka terus menekan dan melancarkan serangan demi serangan ke jantung pertahanan Atletico. Kerja keras mereka membuahkan hasil di menit-menit akhir pertandingan. Sebuah umpan silang akurat dari sisi sayap berhasil disambut dengan sundulan keras oleh striker Real Sociedad, yang tidak mampu dihalau oleh kiper Atletico. Gol penyama kedudukan ini meledakkan kegembiraan di tribun Real Sociedad dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Skor 2-2 menjadi penutup waktu normal, sebuah drama yang membuat jutaan pasang mata di seluruh dunia terpaku di layar kaca.
Dua kali lima belas menit babak tambahan waktu menjadi panggung bagi pertarungan fisik dan mental. Kelelahan mulai terlihat jelas pada para pemain dari kedua tim, namun semangat juang mereka tetap membara. Peluang-peluang emas sempat tercipta di kedua sisi lapangan, namun baik kiper maupun barisan pertahanan tampil heroik untuk menjaga gawang mereka tetap aman. Tidak ada gol tambahan yang tercipta selama 30 menit babak perpanjangan waktu, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti yang menegangkan.
Babak adu penalti dimulai dengan atmosfer yang sangat mencekam. Setiap tendangan menjadi penentu, setiap penyelamatan menjadi pahlawan. Para eksekutor dari kedua tim melangkah maju dengan beban berat di pundak mereka. Kiper dari kedua tim juga menunjukkan kualitas terbaiknya, dengan beberapa penyelamatan krusial yang membuat skor tetap imbang. Namun, pada akhirnya, dewi fortuna berpihak kepada Real Sociedad. Setelah serangkaian tendangan penalti yang dramatis, Real Sociedad berhasil memenangkan babak tos-tosan dengan skor 4-3. Tendangan penalti terakhir yang berhasil masuk ke gawang Atletico Madrid memicu euforia luar biasa dari para pemain, staf pelatih, dan seluruh penggemar Real Sociedad.
Kemenangan ini secara resmi mengukuhkan Real Sociedad sebagai kampiun Copa del Rey musim 2025/2026. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi klub asal San Sebastian tersebut, mengingat perjalanan panjang dan penuh tantangan yang telah mereka lalui. Trofi ini bukan hanya sekadar piala, melainkan simbol kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah yang selalu menjadi identitas Real Sociedad. Para pemain dan staf pelatih langsung merayakan kemenangan dengan sukacita yang meluap-luap di tengah lapangan Estadio La Cartuja, berbagi kebahagiaan dengan para pendukung yang tak henti-hentinya bernyanyi dan bersorak.
Bagi Real Sociedad, gelar Copa del Rey tahun 2026 ini memiliki makna historis yang mendalam. Ini merupakan gelar Copa del Rey ketiga mereka, setelah sebelumnya berhasil meraihnya pada tahun 1987 dan juga pada musim 2019/2020 (final yang ditunda dan dimainkan pada April 2021 karena pandemi COVID-19, juga melawan Athletic Bilbao). Keberhasilan ini menempatkan Txuri-Urdin sejajar dengan beberapa klub Spanyol lain yang juga memiliki tiga gelar Copa del Rey, seperti Real Betis dan Real Union, yang juga dikenal dengan sejarah panjangnya di turnamen ini. Pencapaian ini menegaskan bahwa Real Sociedad adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Spanyol, bukan hanya sebagai tim kuda hitam, melainkan sebagai pesaing sejati untuk trofi-trofi mayor.
Perjalanan Real Sociedad menuju final Copa del Rey 2025/2026 juga patut diacungi jempol. Mereka menunjukkan konsistensi dan determinasi tinggi sejak babak-babak awal turnamen. Dengan mengalahkan beberapa tim kuat dari berbagai divisi, termasuk tim-tim La Liga yang tangguh, Real Sociedad membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad dan kualitas yang mumpuni. Manajer Imanol Alguacil, yang telah lama menukangi tim ini, layak mendapatkan pujian atas strategi cemerlang dan kemampuannya memotivasi para pemain untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Kemenangan ini menjadi puncak dari proyek jangka panjang yang telah dibangun dengan penuh kesabaran dan visi.
Di sisi lain, kekalahan ini tentu menjadi pil pahit bagi Atletico Madrid. Meskipun telah berjuang keras dan menunjukkan semangat pantang menyerah, mereka harus mengakui keunggulan Real Sociedad di babak adu penalti. Ini adalah kekalahan yang menyakitkan, terutama setelah dua kali unggul dalam pertandingan. Bagi Diego Simeone dan pasukannya, kegagalan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk musim-musim mendatang. Atletico Madrid sendiri memiliki sejarah yang cukup kaya di Copa del Rey, dengan 10 gelar juara yang telah mereka raih, terakhir pada tahun 2013. Mereka akan kembali berjuang untuk menambah koleksi trofi tersebut di masa depan.
Copa del Rey, atau "Piala Raja", adalah turnamen sepak bola tertua dan salah satu yang paling bergengsi di Spanyol. Didirikan pada tahun 1903, kompetisi ini telah menjadi saksi bisu berbagai drama, kejutan, dan momen-momen ikonik dalam sejarah sepak bola Spanyol. Keunikan Copa del Rey terletak pada formatnya yang memungkinkan tim-tim dari divisi bawah untuk berhadapan langsung dengan klub-klub raksasa La Liga, seringkali menghasilkan kisah-kisah David melawan Goliath yang tak terlupakan. Stadion La Cartuja di Sevilla sendiri telah menjadi venue favorit untuk pertandingan final dalam beberapa tahun terakhir, menawarkan fasilitas modern dan atmosfer yang selalu hidup.
Sejarah Copa del Rey didominasi oleh beberapa klub besar Spanyol. Barcelona memimpin daftar peraih gelar juara terbanyak dengan 32 trofi, menunjukkan dominasi mereka yang luar biasa di kompetisi ini, dengan gelar terakhir mereka di tahun 2025. Diikuti oleh Athletic Bilbao, yang memiliki tradisi kuat di Copa del Rey, dengan 24 gelar juara, terakhir pada tahun 2024. Persaingan abadi antara Barcelona dan Athletic Bilbao di final Copa del Rey telah menjadi salah satu cerita klasik dalam sejarah turnamen ini.
Real Madrid menempati posisi ketiga dengan 20 gelar juara, terakhir pada tahun 2023, menegaskan status mereka sebagai salah satu klub tersukses di Spanyol. Atletico Madrid, meskipun baru saja kalah, tetap berada di posisi keempat dengan 10 gelar, terakhir pada tahun 2013, menunjukkan konsistensi mereka sebagai penantang serius. Klub-klub lain seperti Valencia (8 gelar, terakhir 2019), Real Zaragoza (6 gelar, terakhir 2004), dan Sevilla (5 gelar, terakhir 2010) juga telah mengukir nama mereka dalam daftar juara, menambahkan kekayaan sejarah turnamen ini.
Kemenangan Real Sociedad tahun ini juga mengingatkan pada keragaman juara Copa del Rey sepanjang sejarah. Selain klub-klub besar, ada juga nama-nama seperti Espanyol (4 gelar, terakhir 2006), Real Betis (3 gelar, terakhir 2022), dan Real Union (3 gelar, terakhir 1927), yang menunjukkan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi milik segelintir klub raksasa. Bahkan klub-klub seperti Deportivo La Coruna (2 gelar, terakhir 2002), Real Mallorca (1 gelar, terakhir 2003), Levante (1 gelar, terakhir 1937), Arenas Club (1 gelar, terakhir 1919), Club Ciclista (1 gelar, terakhir 1909), dan Racing Club (1 gelar, terakhir 1913) pernah merasakan manisnya mengangkat trofi Copa del Rey, menambah warna dan intrik dalam sejarah panjang kompetisi ini.
Dengan raihan gelar ketiga ini, Real Sociedad telah mengukuhkan tempat mereka dalam buku sejarah Copa del Rey. Kemenangan atas Atletico Madrid di final 2025/2026 akan dikenang sebagai salah satu momen paling gemilang dalam sejarah klub. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, semangat kebersamaan, dan dukungan tak terbatas dari para penggemar, mimpi terbesar sekalipun dapat menjadi kenyataan. Selamat untuk Real Sociedad, sang juara Copa del Rey 2025/2026.




