Paris Saint-Germain (PSG) akan menghadapi Newcastle United dalam pertandingan krusial lanjutan fase grup Liga Champions yang digelar di Parc des Princes, Paris, pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi sangat penting bagi Les Parisiens, tidak hanya untuk memuluskan langkah mereka di kompetisi elite Eropa, tetapi juga untuk memutus catatan tanpa kemenangan melawan The Magpies. Dengan dua pertemuan sebelumnya yang berakhir tanpa kemenangan bagi PSG, tekanan untuk meraih hasil positif di kandang sendiri sangat besar.
sulutnetwork.com – Pertarungan mendatang bukan sekadar perebutan poin semata, melainkan juga pertaruhan gengsi dan upaya PSG untuk membuktikan dominasinya di kancah Eropa, khususnya di kandang sendiri. Rekor pertemuan yang kurang menguntungkan serta sejarah panjang PSG yang kerap "terpeleset" saat berjumpa tim-tim Inggris menjadi bumbu menarik yang menambah ketegangan jelang pertandingan. Di sisi lain, Newcastle United, yang belakangan menunjukkan performa kurang konsisten, akan berupaya keras untuk kembali mengejutkan raksasa Prancis tersebut, meskipun mereka sendiri memiliki rekor yang kurang impresif saat menghadapi klub-klub dari Ligue 1.
Pertemuan antara PSG dan Newcastle United ini akan menjadi yang ketiga kalinya dalam sejarah kedua klub, dengan dua laga sebelumnya yang masih menyisakan memori pahit bagi tim ibu kota Prancis. Pertemuan perdana terjadi pada Oktober 2023 di markas Newcastle, St James’ Park. Kala itu, PSG dihajar dengan skor telak 4-1 oleh tim asuhan Eddie Howe. Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil terburuk PSG di fase grup Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Gol-gol Newcastle yang dicetak oleh Miguel Almiron, Dan Burn, Sean Longstaff, dan Fabian Schar membuktikan superioritas mereka di hadapan publik sendiri, sementara PSG hanya mampu membalas lewat sebiji gol Lucas Hernandez. Hasil ini tidak hanya mengejutkan banyak pihak, tetapi juga memberikan pukulan telak pada moral skuad asuhan Luis Enrique di awal kampanye Liga Champions.
Tidak lama berselang, pada 28 November 2023, PSG mendapat kesempatan untuk membalas dendam saat menjamu Newcastle di Parc des Princes. Namun, harapan untuk meraih kemenangan kandang perdana atas wakil Inggris itu harus pupus. Laga berakhir imbang 1-1, di mana Newcastle unggul terlebih dahulu melalui gol Alexander Isak. PSG baru berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan melalui tendangan penalti Kylian Mbappé yang kontroversial. Penalti tersebut diberikan setelah tinjauan VAR atas dugaan handball yang memicu perdebatan sengit. Hasil imbang ini, meski menyelamatkan PSG dari kekalahan, tetap terasa seperti kehilangan dua poin krusial di kandang sendiri, terutama mengingat ambisi mereka untuk lolos sebagai juara grup. Kedua pertandingan ini meninggalkan jejak bahwa Newcastle, meskipun secara profil klub lebih kecil, memiliki kemampuan untuk menyulitkan dan bahkan mengalahkan PSG.
Catatan historis PSG saat berhadapan dengan klub-klub Inggris juga kerap menjadi sorotan. Dalam 41 pertandingan melawan tim asal Inggris di berbagai kompetisi Eropa, PSG mencatatkan 16 kemenangan, 10 kali imbang, dan 15 kali menelan kekalahan. Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun PSG adalah kekuatan dominan di Prancis dan salah satu klub terkaya di dunia, mereka sering kesulitan saat menghadapi intensitas dan gaya bermain tim-tim Liga Primer Inggris. Beberapa momen pahit yang masih diingat adalah eliminasi dramatis dari Manchester United di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 setelah kalah agregat 3-3 (gol tandang), serta kekalahan dari Manchester City di semifinal Liga Champions 2020/2021.
Namun, PSG juga memiliki momen-momen manis saat menghadapi tim Inggris, seperti kemenangan atas Chelsea di babak 16 besar Liga Champions 2015/2016 atau kemenangan tandang atas Manchester United di fase grup 2020/2021. Pola "terpeleset" ini sering dikaitkan dengan perbedaan fisik dan taktik antara Ligue 1 dan Premier League, di mana tim-tim Inggris dikenal dengan kecepatan, kekuatan, dan tekanan tinggi yang konsisten sepanjang 90 menit. Untuk laga melawan Newcastle ini, PSG harus mampu mengatasi mentalitas ini dan membuktikan bahwa mereka telah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Di sisi lain, Newcastle United juga tidak memiliki rekor yang gemilang saat berhadapan dengan klub-klub Prancis. Dalam sejarah partisipasi mereka di kompetisi Eropa, The Magpies baru membukukan empat kemenangan, tiga kali imbang, dan tujuh kali menelan kekalahan saat berjumpa tim-tim dari Ligue 1. Rekor ini menunjukkan bahwa meskipun mereka berhasil mengalahkan PSG di pertemuan pertama, menghadapi tim Prancis secara umum bukanlah jaminan kesuksesan bagi Newcastle. Namun, kemenangan telak atas PSG pada Oktober 2023 lalu tentu menjadi motivasi tambahan bagi anak asuh Eddie Howe untuk kembali membuat kejutan, bahkan di kandang lawan.
Kondisi terkini kedua tim juga menjadi faktor penentu. PSG, di bawah arahan Luis Enrique, menunjukkan performa yang relatif stabil di Ligue 1, seringkali memimpin klasemen dengan nyaman berkat kedalaman skuad dan kualitas individu pemain seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Randal Kolo Muani. Di Liga Champions, mereka juga berambisi untuk lolos dari fase grup sebagai juara, mengingat persaingan ketat dengan tim-tim seperti Borussia Dortmund dan AC Milan. Mbappé, sebagai kapten tim dan mesin gol utama, akan menjadi tumpuan harapan PSG untuk membongkar pertahanan Newcastle. Dukungan dari gelandang-gelandang kreatif seperti Vitinha dan Warren Zaïre-Emery juga krusial untuk mengalirkan bola dan menciptakan peluang.
Sementara itu, Newcastle United sedang berada dalam fase inkonsisten. Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, tim asuhan Eddie Howe mencatatkan dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang. Inkonsistensi ini terlihat jelas di Premier League, di mana mereka berjuang untuk mempertahankan posisi di papan atas atau zona Eropa. Cedera pemain kunci juga seringkali menjadi kendala bagi Newcastle, memaksa Eddie Howe untuk melakukan rotasi dan adaptasi taktis yang terkadang mengurangi kekuatan tim. Pemain-pemain seperti Alexander Isak, Bruno GuimarĂŁes, dan Kieran Trippier tetap menjadi andalan, namun mereka perlu tampil di performa puncak untuk bisa menahan gempuran PSG di Parc des Princes.
Aspek taktis dalam pertandingan ini akan sangat menarik. Luis Enrique dikenal dengan filosofi sepak bola penguasaan bola dan serangan yang cair, sementara Eddie Howe cenderung mengandalkan intensitas tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat. Pertarungan di lini tengah akan menjadi kunci, di mana siapa yang mampu menguasai tempo dan memenangkan duel-duel fisik akan memiliki keuntungan. Bruno GuimarĂŁes dari Newcastle akan menjadi sentral dalam upaya mereka untuk meredam aliran bola PSG dan melancarkan serangan balik. Di sisi lain, ZaĂŻre-Emery yang muda dan energik, bersama Vitinha, akan diuji kemampuannya dalam mendominasi lini tengah melawan gelandang-gelandang Newcastle yang tangguh.
Bagi PSG, pertandingan ini bukan hanya tentang memburu tiga poin, tetapi juga tentang kepercayaan diri dan momentum. Kemenangan pertama atas Newcastle akan menjadi suntikan moral yang sangat berarti, terutama menjelang fase gugur Liga Champions yang semakin mendekat. Ini juga akan menjadi bukti bahwa PSG mampu mengatasi "kutukan" mereka saat bertemu tim-tim Inggris dan menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu kandidat serius juara Liga Champions. Tekanan untuk tampil maksimal di kandang sendiri setelah dua hasil yang kurang memuaskan melawan Newcastle akan memacu para pemain PSG untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Sebaliknya, bagi Newcastle, meskipun performa mereka sedang naik turun, hasil positif di Parc des Princes akan menjadi dorongan besar. Mampu mencuri poin, atau bahkan memenangkan pertandingan, di kandang salah satu raksasa Eropa akan meningkatkan peluang mereka untuk lolos dari grup neraka dan memberikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan di kompetisi domestik. Eddie Howe perlu meracik strategi yang tepat untuk meredam serangan-serangan cepat PSG dan memaksimalkan setiap peluang yang didapat. Dengan rekor head-to-head yang menguntungkan, Newcastle memiliki modal psikologis untuk kembali membuat kejutan.
Secara keseluruhan, laga antara PSG dan Newcastle United di Parc des Princes pada Kamis dini hari nanti diprediksi akan menyajikan pertarungan sengit yang penuh gairah. PSG memiliki ambisi besar untuk meraih kemenangan perdana atas Newcastle dan mengamankan posisi mereka di Liga Champions. Sementara itu, Newcastle, meskipun di tengah badai inkonsistensi, memiliki kapasitas untuk kembali mengejutkan dan membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Pertanyaannya kini adalah, apakah tim asuhan Luis Enrique akhirnya bisa memutus rekor buruk mereka dan menaklukkan Newcastle untuk pertama kalinya, atau justru The Magpies yang kembali memperpanjang catatan tanpa kemenangan PSG? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau yang akan menjadi saksi bisu pertarungan krusial ini.




