Inter Milan menunjukkan dominasinya di puncak klasemen Serie A setelah meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas AS Roma dalam laga lanjutan Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (6/4/2026) dini hari WIB. Tujuh gol tercipta dalam pertandingan yang sarat aksi, di mana Nerazzurri tampil perkasa untuk mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya, semakin memperkokoh posisi mereka di jalur perebutan gelar Scudetto musim ini.

sulutnetwork.com – Pertemuan antara dua raksasa Italia ini selalu menjanjikan drama dan ketegangan, namun kali ini Inter Milan lah yang berhasil mengukir performa luar biasa sejak menit awal. Kemenangan telak ini tidak hanya memperkuat posisi Inter di puncak klasemen, tetapi juga memberikan pesan tegas kepada para pesaing mereka di jalur Scudetto. AS Roma, di sisi lain, harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal membendung gelombang serangan tuan rumah, meskipun sempat memberikan perlawanan sengit di beberapa momen krusial.

Latar Belakang Pertandingan dan Ekspektasi

Inter Milan, di bawah asuhan Simone Inzaghi, datang ke pertandingan ini dengan reputasi sebagai tim yang tak terbendung di Serie A. Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan yang signifikan, menampilkan sepak bola terpadu antara lini belakang yang solid dan lini serang yang mematikan. Ambisi Scudetto mereka semakin nyata, dan setiap pertandingan kandang adalah kesempatan untuk memperkuat klaim tersebut serta menjaga momentum positif. Rekor kandang mereka di Giuseppe Meazza juga menjadi salah satu yang terbaik di liga, memberikan rasa percaya diri yang tinggi bagi para pemain.

Di sisi lain, AS Roma, yang kini dibesut oleh legenda klub Daniele De Rossi, tengah berjuang keras untuk mengamankan posisi di zona Eropa. Mereka menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di bawah kepemimpinan De Rossi, dengan semangat juang dan taktik yang lebih adaptif. Pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi Giallorossi untuk membuktikan kemampuan mereka bersaing dengan tim-tim papan atas, sekaligus menjaga asa mereka untuk lolos ke kompetisi antarklub Eropa, khususnya Liga Champions. Rivalitas historis antara kedua tim juga selalu menambah bumbu dan intensitas pertandingan, menjanjikan duel sengit di setiap lini. Atmosfer di Giuseppe Meazza pun memanas sejak sebelum peluit dibunyikan, dengan ribuan tifosi Inter memadati stadion, siap memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan mereka.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama: Kejutan Awal dan Pertarungan Sengit

Pertandingan baru berjalan satu menit, Giuseppe Meazza sudah bergemuruh. Inter Milan langsung unggul melalui gol cepat sang kapten, Lautaro Martinez. Berawal dari penetrasi Marcus Thuram di sisi kanan pertahanan Roma, penyerang asal Prancis itu dengan cerdik melepaskan umpan silang mendatar yang akurat. Lautaro Martinez, yang sudah berada di posisi ideal di dalam kotak penalti, menyambar bola dengan tendangan mendatar yang tak mampu diantisipasi kiper Roma, Mike Svilar. Gol kilat ini memberikan pukulan telak bagi mentalitas Roma dan menjadi pemicu semangat bagi Nerazzurri.

Setelah gol pembuka tersebut, Inter tidak mengendurkan serangan. Mereka terus menekan pertahanan Roma, menciptakan beberapa peluang berbahaya. Federico Dimarco, bek sayap kiri Inter, sempat melepaskan sepakan kencang dari luar kotak penalti yang memaksa Svilar melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola. Lautaro Martinez kembali mengancam gawang Roma di menit ke-13 dengan sepakan dari sudut sempit, namun Svilar lagi-lagi sigap mengamankan bola, menunjukkan performa yang cukup solid di bawah mistar gawang meski timnya kebobolan cepat.

AS Roma, yang terkejut dengan gol cepat Inter, perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka. Mereka berusaha lepas dari tekanan Inter dan mencoba membangun serangan balik. Donyel Malen, salah satu pemain kunci Roma, memiliki peluang emas di menit ke-35 ketika ia berhasil menanduk bola kiriman tendangan bebas dari sisi lapangan. Namun, kiper Inter, Yann Sommer, menunjukkan refleks luar biasa dengan terbang menepis bola yang mengarah tepat ke gawangnya, menjaga keunggulan Inter.

Perjuangan Roma akhirnya membuahkan hasil di menit ke-40. Il Lupi berhasil menyetarakan angka melalui sundulan Gianluca Mancini. Umpan silang terukur dari Devyne Rensch di sisi kiri pertahanan Inter berhasil disambut Mancini yang melompat lebih tinggi dari para bek Inter. Sundulannya yang keras dan terarah memperdayai Sommer, mengubah skor menjadi 1-1. Gol ini memberikan angin segar bagi Roma dan menunjukkan bahwa mereka tidak mudah menyerah di kandang lawan.

Namun, kegembiraan Roma tidak berlangsung lama. Inter Milan kembali unggul sesaat sebelum turun minum, tepatnya di menit ke-45+2. Hakan Calhanoglu mencetak gol indah melalui sepakan jarak jauh yang menukik tajam. Bola meluncur deras dan tiba-tiba berubah arah saat mendekati gawang, membuat Mike Svilar sulit menebak arah bola dan hanya bisa pasrah melihat gawangnya kebobolan untuk kedua kalinya. Gol ini menjadi pukulan psikologis bagi Roma dan memastikan Inter unggul 2-1 saat jeda babak pertama, dengan momentum kembali berada di pihak tuan rumah.

Babak Kedua: Pesta Gol Nerazzurri dan Konsolasi Giallorossi

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampaknya tidak puas dengan keunggulan tipis. Mereka keluar dari ruang ganti dengan determinasi yang lebih tinggi dan langsung menggebrak pertahanan Roma. Tekanan konstan Inter akhirnya membuahkan hasil di menit ke-52. Lautaro Martinez mencetak gol keduanya di laga ini, kembali berkat umpan matang dari Marcus Thuram. Dalam sebuah serangan balik cepat, Thuram menyodorkan bola kepada Lautaro yang dengan tenang menuntaskannya dengan sepakan mendatar ke sudut gawang, membuat skor menjadi 3-1. Gol ini semakin menjauhkan keunggulan Inter dan menunjukkan betapa efektifnya duet Lautaro-Thuram di lini depan.

Hanya tiga menit berselang, Inter Milan kembali memperlebar jarak. Marcus Thuram, yang sudah menjadi kreator dua gol, kini mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari sepak pojok yang diambil Hakan Calhanoglu, Thuram melompat tinggi dan menyambut bola dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Svilar. Gol di menit ke-55 ini semakin membenamkan Roma dan mengubah skor menjadi 4-1, menandai dominasi penuh Inter di paruh kedua pertandingan.

Pesta gol Nerazzurri berlanjut di menit ke-63. Nicolo Barella, gelandang enerjik Inter, ikut serta dalam daftar pencetak gol. Menerima bola di tengah lapangan, Barella melakukan tusukan solo yang brilian ke dalam kotak penalti Roma. Ia kemudian melepaskan tembakan kencang dengan kaki kanannya yang bersarang di pojok kanan atas gawang Svilar, yang lagi-lagi tak berdaya menghadapi akurasi tembakan Barella. Gol ini menegaskan keunggulan 5-1 dan praktis mengakhiri perlawanan Roma, mengubah pertandingan menjadi ajang pamer kekuatan Inter.

Meskipun tertinggal jauh, AS Roma menunjukkan semangat pantang menyerah. Mereka berusaha bangkit dan menipiskan ketinggalan di menit ke-70. Donyel Malen kembali menjadi aktor kunci dengan umpan tarik akuratnya dari sisi kanan. Bola disambut oleh kapten Roma, Lorenzo Pellegrini, yang dengan tenang melepaskan sepakan mendatar untuk menjadi gol. Gol ini mengubah skor menjadi 5-2 dan memberikan sedikit hiburan bagi para penggemar Roma, meskipun peluang untuk membalikkan keadaan sudah sangat tipis.

Dalam 20 menit akhir pertandingan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Inter Milan memilih untuk mengontrol tempo permainan dan mengamankan keunggulan mereka, sesekali melakukan serangan balik cepat yang tetap mengancam. Roma mencoba menekan, namun pertahanan Inter yang solid berhasil meredam setiap upaya serangan Giallorossi. Peluit panjang akhirnya dibunyikan, menandai kemenangan telak Inter Milan 5-2 atas AS Roma.

Analisis Pasca Pertandingan dan Implikasi Klasemen

Kemenangan ini menjadi bukti nyata kekuatan Inter Milan di musim 2025/2026. Dengan tambahan tiga poin, Nerazzurri kukuh di puncak klasemen Serie A dengan raihan 72 poin. Mereka unggul sembilan angka dari pesaing terdekat di posisi kedua, menciptakan jarak yang sangat nyaman menuju sisa musim. Performa kolektif Inter, ditambah dengan ketajaman lini serang yang diwakili oleh Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, serta kontribusi krusial dari gelandang seperti Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella, menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat terkuat untuk meraih Scudetto.

Bagi AS Roma, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam perjuangan mereka untuk mengamankan posisi di zona Eropa. Giallorossi kini tertahan di urutan keenam klasemen dengan 54 angka. Mereka harus segera mengevaluasi lini pertahanan mereka yang terlihat rapuh di pertandingan ini, serta mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas serangan agar bisa bersaing lebih baik di laga-laga berikutnya. Kekalahan ini juga bisa berdampak pada moral tim, sehingga tugas De Rossi adalah memulihkan semangat juang para pemain dan fokus pada sisa pertandingan krusial musim ini.

Pemain Kunci dan Statistik Pertandingan

Performa individual yang menonjol dari Inter Milan adalah Lautaro Martinez dengan dua golnya yang menunjukkan insting predatornya. Marcus Thuram juga layak mendapatkan pujian tinggi dengan satu gol dan dua assistnya, membuktikan dirinya sebagai motor serangan Inter yang sangat dinamis. Hakan Calhanoglu tidak hanya mencetak gol indah, tetapi juga menjadi jenderal lapangan tengah yang mengatur tempo permainan dan memberikan umpan-umpan kunci, termasuk assist untuk gol Thuram.

Meskipun kalah, Mike Svilar di bawah mistar gawang Roma tampil cukup heroik dengan beberapa penyelamatan penting, mencegah Inter mencetak lebih banyak gol. Gianluca Mancini dan Lorenzo Pellegrini juga menunjukkan kepemimpinan dengan mencetak gol-gol konsolasi bagi Roma.

Secara statistik, Inter Milan mendominasi penguasaan bola (sekitar 58%), melepaskan total 18 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Roma hanya mampu melepaskan 10 tembakan dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Efektivitas serangan Inter menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.

Susunan Pemain

Inter (3-5-2): Yann Sommer; Manuel Akanji, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, Federico Dimarco; Marcus Thuram, Lautaro Martinez (c).
Pelatih: Simone Inzaghi.

Roma (3-5-2): Mike Svilar; Gianluca Mancini (c), Evan Ndicka, Mario Hermoso; Devyne Rensch, Bryan Cristante, Nicolo Pisilli, Zeki Celik; Valentin Soulé, Lorenzo Pellegrini; Donyel Malen.
Pelatih: Daniele De Rossi.

Hasil ini mempertegas posisi Inter Milan sebagai kekuatan dominan di Serie A dan semakin mendekatkan mereka pada gelar juara. Sementara itu, AS Roma harus kembali merenungkan strategi dan performa mereka untuk mengamankan ambisi Eropa di sisa musim.