Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan acara buka puasa bersama yang meriah dan penuh makna di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, pada Senin, 2 Maret 2026. Momen istimewa di bulan suci Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk memberikan apresiasi konkret berupa bonus senilai total Rp58 juta kepada para atlet catur DKI Jakarta yang telah mengharumkan nama ibu kota dengan menorehkan prestasi gemilang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 tahun 2025.
sulutnetwork.com – Acara yang digagas langsung oleh Ketua Umum Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen organisasi dalam mendukung dan memotivasi atlet-atletnya. Kehadiran sejumlah tokoh penting, mulai dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, hingga Wakil Ketua Umum III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Fatchul Anas, serta dukungan penuh dari berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, semakin menegaskan soliditas ekosistem olahraga catur di ibu kota. Suasana kebersamaan yang hangat menyelimuti acara, diselingi sambutan inspiratif yang membakar semangat. Meja-meja yang tertata rapi dipenuhi oleh para atlet muda berbakat, pelatih, pengurus Percasi DKI Jakarta, serta perwakilan dari berbagai instansi yang hadir, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang erat. Kehadiran para pimpinan lembaga pemerintahan dan olahraga daerah menunjukkan betapa seriusnya pemerintah provinsi dan induk organisasi olahraga dalam memandang pentingnya pembinaan catur.
Dukungan dari sejumlah BUMD DKI Jakarta, seperti PAM Jaya, Bank Jakarta, Ancol, Food Station, TransJakarta, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya, patut diapresiasi secara khusus. Keterlibatan BUMD ini lebih dari sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan; melainkan cerminan kesadaran bahwa pembangunan prestasi olahraga adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Melalui sinergi ini, Percasi DKI Jakarta mampu memberikan penghargaan yang layak kepada para atlet, yang notabene adalah aset berharga bagi masa depan olahraga catur Jakarta. Dukungan finansial dan logistik dari BUMD ini sangat krusial dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan bakat dan peningkatan kualitas atlet. Mereka menjadi pilar penting yang memastikan bahwa upaya pembinaan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah semata, melainkan juga didukung oleh kolaborasi multipihak yang kuat dan berkelanjutan.
Hardiyanto Kenneth, sosok yang akrab disapa Bang Kent, tidak hanya menjabat sebagai Ketua Umum Percasi DKI Jakarta, tetapi juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan. Berbekal pengalaman sebagai anggota DPRD DKI, Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta, Hardiyanto Kenneth membawa perspektif luas dalam kepemimpinannya di organisasi olahraga. Dalam sambutannya, Bang Kent secara simbolis menyerahkan total bonus sebesar Rp58 juta kepada para atlet yang telah berjasa menyumbangkan medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 tahun 2025 yang berlangsung di Mamuju, Sulawesi Barat.
Dengan nada penuh kebanggaan, Bang Kent menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian luar biasa para atlet. Ia menegaskan, setiap medali yang diraih bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang sarat akan dedikasi, pengorbanan, dan kerja keras tanpa lelah. "Prestasi yang diraih hari ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ini adalah hasil dari latihan panjang yang intensif, pengorbanan waktu yang tak terhitung, energi, dan pikiran yang terkuras. Di balik setiap medali dan gelar yang kita saksikan, ada keringat atlet yang menetes, doa tulus dari orang tua yang selalu mendampingi, kesabaran luar biasa dari para pelatih, serta kerja kolektif dan solid dari seluruh jajaran pengurus yang tak kenal lelah," ujar Kent dalam keterangannya yang dirilis pada Selasa, 3 Maret 2026.
Lebih lanjut, Kent menekankan filosofi di balik olahraga catur. Bagi beliau, catur bukan sekadar permainan papan biasa, melainkan sebuah olahraga intelektual yang menuntut ketajaman analisis tingkat tinggi, kekuatan mental yang baja, kemampuan mengendalikan emosi di bawah tekanan, serta konsistensi dalam mengambil keputusan-keputusan krusial. Setiap langkah, setiap strategi, memerlukan perhitungan matang dan visi jangka panjang. Oleh karena itu, setiap kemenangan yang diraih atlet DKI Jakarta menjadi bukti konkret bahwa sistem pembinaan yang diterapkan selama ini telah berjalan di jalur yang tepat dan menghasilkan bibit-bibit unggul yang kompetitif. Catur melatih individu berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi cepat, keterampilan relevan tak hanya di papan, namun juga kehidupan.
Pemberian bonus, menurut Kent, adalah bentuk komitmen nyata dari organisasi dalam menghargai kerja keras dan dedikasi para atlet. "Bonus ini bukan semata-mata soal nominal atau angka, tetapi lebih dari itu, ini adalah simbol bahwa organisasi hadir, mendukung, dan akan selalu berdiri bersama para atlet dalam suka maupun duka. Kami ingin memastikan bahwa para atlet kami merasa dihargai, diakui perjuangannya, dan tidak pernah berjuang sendirian di medan kompetisi," kata Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu. Ini menggarisbawahi pentingnya dukungan moral dan psikologis selain finansial.
Momen bulan suci Ramadhan juga dimanfaatkan oleh Bang Kent untuk mengaitkan nilai-nilai luhur agama dengan karakter yang dibutuhkan dalam dunia catur. Kesabaran, kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian diri adalah beberapa nilai fundamental Ramadhan yang sangat relevan di papan catur. "Di papan catur, kita belajar untuk sabar menunggu momentum yang tepat, disiplin dalam menjalankan strategi yang telah dirancang, jujur dalam bertanding tanpa mencari celah curang, dan tetap tenang di bawah tekanan yang intens. Semangat Ramadhan harus menjadi pendorong yang kuat untuk memperkuat karakter atlet kita, bukan hanya sebagai juara di atas papan, tetapi juga sebagai pribadi yang berintegritas tinggi di luar lapangan," tambahnya, memberikan dimensi spiritual pada pembinaan atlet. Apresiasi juga disampaikan kepada para pelatih yang tak kenal lelah membimbing, orang tua yang selalu memberikan dukungan tak terbatas, serta seluruh pengurus yang berkontribusi dalam setiap tahapan pembinaan atlet. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik setiap kemenangan.
Ke depan, Percasi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. Ini mencakup identifikasi bakat dini, program pelatihan terstruktur sesuai usia dan kemampuan, serta evaluasi berkala. Organisasi juga bertekad untuk memperluas akses kompetisi, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional, agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding. Peningkatan kualitas pelatihan juga prioritas, memanfaatkan teknologi analisis permainan catur canggih untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, dan merancang strategi efektif. "Target kita bukan hanya sekadar mempertahankan prestasi gemilang di tingkat nasional, tetapi jauh lebih besar dari itu, kami ingin melahirkan pecatur-pecatur berkelas dunia yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional," tegasnya. Visi ini menunjukkan ambisi Percasi DKI untuk jadi yang terbaik di negeri, dan berkontribusi pada kejayaan catur Indonesia di kancah global. Bang Kent berharap kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi seremoni ses
