Jakarta – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi merilis daftar 74 atlet yang akan menghuni Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) Cipayung sepanjang tahun 2026. Pengumuman ini menjadi tonggak penting dalam upaya PBSI untuk terus melahirkan dan mengembangkan talenta-talenta terbaik guna menjaga dominasi serta meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah global. Daftar ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet sepanjang tahun sebelumnya, serta proyeksi kebutuhan tim nasional untuk menghadapi berbagai turnamen bergengsi di masa mendatang.

sulutnetwork.com – Keputusan mengenai komposisi atlet Pelatnas 2026 ini tertuang dalam Surat Keputusan KEP/007/PBSI/III/2026, yang dikeluarkan setelah melalui serangkaian pertimbangan matang dari jajaran pengurus dan tim pelatih PBSI. Penetapan 74 atlet ini menandai komitmen federasi dalam menciptakan program pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan, yang diharapkan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul serta mempertahankan performa para pemain senior. Program Pelatnas adalah jantung pembinaan bulutangkis nasional, tempat para atlet digembleng secara fisik, mental, dan strategis untuk siap bersaing di level tertinggi dunia.

Jumlah 74 atlet yang ditetapkan ini didistribusikan ke dalam lima sektor utama bulutangkis: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Selain itu, untuk memastikan jenjang pembinaan yang jelas dan terarah, para atlet juga dikelompokkan ke dalam dua kategori: Utama dan Pratama. Kategori Utama dihuni oleh atlet-atlet yang telah memiliki pengalaman dan prestasi di level internasional, serta menjadi andalan untuk turnamen-turnamen mayor. Sementara itu, kategori Pratama diperuntukkan bagi atlet-atlet muda potensial yang sedang dalam tahap pengembangan dan dipersiapkan untuk menjadi penerus di masa depan, mendapatkan porsi latihan intensif dan kesempatan berkompetisi untuk mengasah kemampuan mereka.

Dari total 74 atlet, terdapat tiga wajah baru yang berhasil menembus Pelatnas berdasarkan performa impresif mereka sepanjang tahun 2025. Kehadiran mereka membuktikan bahwa sistem meritokrasi dalam seleksi Pelatnas berjalan efektif, memberikan kesempatan bagi talenta-talenta yang bersinar. Ketiga atlet baru tersebut adalah Mayla Cahya Afilian Pratiwi di sektor tunggal putri, serta pasangan ganda putra Alexius Ongkytama Subagio dan Aquino Evano Keneddy Tangka. Mayla Cahya Afilian Pratiwi, yang tampil gemilang di berbagai turnamen junior nasional dan internasional sepanjang 2025, berhasil mencuri perhatian dengan konsistensi dan kematangan permainannya. Kemenangan di beberapa ajang sirkuit nasional serta penampilan solid di Kejuaraan Asia Junior menjadikannya prospek cerah di sektor tunggal putri. Sementara itu, Alexius Ongkytama Subagio dan Aquino Evano Keneddy Tangka menunjukkan sinergi dan potensi besar sebagai ganda putra masa depan. Prestasi mereka di turnamen-turnamen level Challenger dan Future Series, termasuk pencapaian semifinal atau final, menjadi indikator kuat bahwa mereka layak mendapatkan tempat di Pelatnas untuk dibina lebih lanjut.

Selain tiga nama baru ini, sebagian besar daftar Pelatnas 2026 diisi oleh atlet-atlet eksisting yang telah membuktikan kualitas dan dedikasi mereka selama ini. Hal ini menunjukkan adanya kontinuitas dalam program pembinaan dan kepercayaan PBSI terhadap para pemain yang sudah ada. Namun, PBSI juga memberikan catatan bahwa daftar ini belum final. Jumlah atlet yang akan menghuni Pelatnas masih berpotensi bertambah. Proses perekrutan atlet tambahan akan dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) 2026 yang dijadwalkan rampung hingga bulan Maret mendatang. Seleknas merupakan ajang krusial yang membuka pintu bagi atlet-atlet di luar Pelatnas untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan merebut satu tempat di Cipayung, menjamin bahwa talenta terbaik bangsa selalu memiliki jalur untuk bergabung dengan tim nasional.

Komposisi Sektor Tunggal Putra: Kombinasi Pengalaman dan Potensi Muda

Di sektor tunggal putra, kategori Utama menampilkan nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kancah internasional. Anthony Sinisuka Ginting dari PB SGS Jawa Barat, sebagai salah satu pilar utama, akan kembali menjadi andalan. Didampingi oleh Alwi Farhan dari PB Exist DKI Jakarta, Moh. Zaki Ubaidillah dari PB Djarum Jawa Tengah, dan Yohanes Saut Marcellyno dari PB Jaya Raya DKI Jakarta, sektor ini diharapkan mampu mempertahankan performa terbaik di turnamen-turnamen elite. Anthony Ginting, dengan pengalaman segudang dan peringkat dunia yang stabil, akan memimpin skuad ini, sementara Alwi Farhan dan Yohanes Saut Marcellyno diharapkan dapat melanjutkan tren positif dan semakin matang di level senior.

Untuk kategori Pratama, tunggal putra memiliki lima atlet muda yang siap digembleng. Mereka adalah Prahdiska Bagas Shujiwo (PB Candra Wijaya – Banten), Bismo Raya Oktora (PB Jaya Raya – DKI Jakarta), Richie Duta Richardo (PB Djarum – Jawa Tengah), Dendi Triansyah (PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat), dan Muhamad Yusuf (PB AIC – Jawa Barat). Para atlet Pratama ini akan menjalani program pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat fondasi teknik, fisik, dan mental mereka, mempersiapkan mereka untuk naik kelas ke kategori Utama dalam beberapa tahun ke depan.

Tunggal Putri: Harapan Baru dan Keberlanjutan Performa

Sektor tunggal putri Utama mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung dari PB Mutiara Cardinal Jawa Barat sebagai ujung tombak. Gregoria, yang telah menunjukkan konsistensi dan peningkatan performa signifikan di level dunia, akan memimpin rekan-rekannya. Di sampingnya, ada Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, keduanya dari PB Exist DKI Jakarta, serta Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dari PB Jaya Raya DKI Jakarta. Keempat atlet ini diharapkan mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan dan memberikan kejutan di panggung internasional, melanjutkan tradisi prestasi tunggal putri Indonesia.

Di kategori Pratama, sektor tunggal putri menyambut Mayla Cahya Afilian Pratiwi (PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat) sebagai pendatang baru yang menjanjikan. Ia bergabung dengan Mutiara Ayu Puspitasari (PB Djarum – Jawa Tengah), Kavitha Nadjwa Aulia (PB Exist – DKI Jakarta), Chiara Marvella Handoyo (PB Djarum – Jawa Tengah), Dalila Aghnia Puteri (PB Djarum – Jawa Tengah), Salsabila Amiradana (PB Djarum – Jawa Tengah), dan Thalita Ramadhani Wiryawan (PB Jaya Raya – DKI Jakarta). Kehadiran Mayla menambah kedalaman di kategori Pratama, yang merupakan cikal bakal bintang tunggal putri Indonesia di masa mendatang.

Ganda Putra: Kekuatan Utama Indonesia di Kancah Dunia

Sektor ganda putra tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar bulutangkis Indonesia. Kategori Utama dihuni oleh pasangan-pasangan top dunia yang telah menorehkan banyak prestasi. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (PB SGS/PB Jaya Raya), Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (PB Djarum/PB SGS), dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (PB Djarum) akan menjadi tulang punggung tim. Selain itu, ada juga Rahmat Hidayat (PB Djarum), Nikolaus Joaquin (PB Djarum), Raymond Indra (PB Djarum), Ali Faathir Rayhan (PB Jaya Raya), dan Devin Artha Wahyudi (PB Djarum), yang siap mengisi formasi dan menjadi alternatif di turnamen-turnamen besar. Kedalaman skuad ganda putra ini menjamin Indonesia memiliki opsi yang kuat di setiap kompetisi.

Di kategori Pratama ganda putra, dua wajah baru, Alexius Ongkytama Subagio dan Aquino Evano Keneddy Tangka (keduanya dari PB Djarum – Jawa Tengah), bergabung dengan Daniel Edgar Marvino (PB Djarum – Jawa Tengah), Muh. Putra Erwiansyah (PB Djarum – Jawa Tengah), Adrian Pratama (PB Jaya Raya – DKI Jakarta), Pulung Ramadhan (PB Djarum – Jawa Tengah), Anselmus Breagit Fredy Prasetya (PB Djarum – Jawa Tengah), Wahyu Agung Prasetyo (PB Exist – DKI Jakarta), Dexter Farrell (PB Exist – DKI Jakarta), dan Taufik Aderya M (PB Power Rajawali – Banten). Mereka adalah investasi jangka panjang PBSI untuk memastikan regenerasi ganda putra Indonesia tidak pernah berhenti.

Ganda Putri: Menjaga Tradisi dan Membangun Potensi Baru

Sektor ganda putri Utama akan mengandalkan duet Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (PB Jaya Raya/PB Djarum) sebagai pemimpin. Pengalaman Apriyani yang matang dipadukan dengan semangat muda Fadia diharapkan terus membawa prestasi. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (PB Djarum/PB Mutiara Cardinal) juga menjadi andalan. Selain itu, ada Lanny Tria Mayasari (PB Jaya Raya), Rachel Allessya Rose (PB Exist), Meilysa Trias Puspitasari (PB Exist), Febi Setianingrum (PB Djarum), Isyana Syahira Meida (PB Djarum), dan Rinjani Kwinnara Nastine (PB Djarum) yang melengkapi kekuatan ganda putri Utama.

Kategori Pratama ganda putri diisi oleh Az Zahra Ditya Ramadhani (PB Djarum – Jawa Tengah), Velisha Christina Tjeng (PB Djarum – Jawa Tengah), Siti Sarah Azzahra (PB Exist – DKI Jakarta), Jania Novalita Situmorang (PB Jaya Raya – DKI Jakarta), Riska Anggraini (PB Djarum – Jawa Tengah), dan Nabila Cahya Permata Ayu (PB Jaya Raya – DKI Jakarta). Mereka adalah generasi penerus yang akan ditempa untuk mencapai level tertinggi.

Ganda Campuran: Mencari Konsistensi dan Duet Terbaik

Sektor ganda campuran Utama memiliki deretan atlet yang diharapkan mampu menemukan chemistry terbaik mereka. Adnan Maulana/Indah Cahaya Sari Jamil (PB Jaya Raya/PB Djarum) dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (PB Jaya Raya/PB Exist) akan menjadi tumpuan. Ditambah Aisyah Salsabila Putri Pranata (PB Dimensi BA – DKI Jakarta), Marwan Faza (PB Djarum – Jawa Tengah), Jafar Hidayatullah (PB Power Rajawali – Banten), Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (PB Exist – DKI Jakarta), Dejan Ferdinansyah (PB Djarum – Jawa Tengah), Bernadine Anindya Wardana (PB Djarum – Jawa Tengah), dan Verrell Yustin Mulia (PB Djarum – Jawa Tengah). Sektor ini terus berupaya menemukan kombinasi terbaik untuk bersaing di level elite.

Untuk kategori Pratama, ganda campuran diisi oleh Bimo Prasetyo (PB Power Rajawali – Banten), Aryla Nabila Thesya Munggaran (PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat), M. Nawaf Khoiriyansyah (PB Gideon BA – DKI Jakarta), Kenzie Yoe (PB Djarum – Jawa Tengah), Nahya Muhyifa (PB Djarum – Jawa Tengah), dan Luna Rianty Saffana (PB Gideon BA – DKI Jakarta). Mereka adalah aset masa depan yang akan digembleng untuk mengisi kekosongan di sektor ganda campuran.

Visi dan Misi PBSI Melalui Pelatnas 2026

Penetapan daftar atlet Pelatnas 2026 ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang PBSI untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional. Dengan komposisi atlet yang seimbang antara pemain berpengalaman dan talenta muda, PBSI berharap dapat menciptakan tim yang solid dan kompetitif. Fokus utama Pelatnas adalah persiapan menuju Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, serta turnamen-turnamen beregu bergengsi seperti Piala Sudirman, Piala Thomas, dan Piala Uber. Program pelatihan yang komprehensif, dukungan nutrisi, sport science, dan psikologi olahraga akan menjadi pilar utama dalam pengembangan setiap atlet.

Peran klub-klub bulutangkis di seluruh Indonesia, seperti PB Djarum, PB Exist, PB Jaya Raya, PB SGS, PB Mutiara Cardinal, dan lainnya, juga sangat krusial dalam menyuplai talenta ke Pelatnas. Kerja sama yang erat antara PBSI dan klub-klub ini memastikan adanya aliran atlet berkualitas yang berkelanjutan. Dengan adanya sistem yang terstruktur dan transparan, PBSI optimis dapat terus mencetak juara dunia dan olimpiade di masa depan. Proses Seleksi Nasional yang akan datang juga menjadi bukti komitmen PBSI untuk terus mencari talenta terbaik dari seluruh pelosok negeri, memastikan bahwa tidak ada potensi yang terlewatkan dalam upaya mewujudkan kejayaan bulutangkis Indonesia.

Berikut daftar nama 74 atlet Pelatnas 2026:

Tunggal Putra Utama

  1. Alwi Farhan – PB Exist – DKI Jakarta
  2. Anthony Sinisuka Ginting – PB SGS – Jawa Barat
  3. Moh. Zaki Ubaidillah – PB Djarum – Jawa Tengah
  4. Yohanes Saut Marcellyno – PB Jaya Raya – DKI Jakarta

Tunggal Putra Pratama

  1. Prahdiska Bagas Shujiwo – PB Candra Wijaya – Banten
  2. Bismo Raya Oktora – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  3. Richie Duta Richardo – PB Djarum – Jawa Tengah
  4. Dendi Triansyah – PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat
  5. Muhamad Yusuf – PB AIC – Jawa Barat

Tunggal Putri Utama

  1. Putri Kusuma Wardani – PB Exist – DKI Jakarta
  2. Ester Nurumi Tri Wardoyo – PB Exist – DKI Jakarta
  3. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  4. Gregoria Mariska Tunjung – PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat

Tunggal Putri Pratama

  1. Mutiara Ayu Puspitasari – PB Djarum – Jawa Tengah
  2. Kavitha Nadjwa Aulia – PB Exist – DKI Jakarta
  3. Chiara Marvella Handoyo – PB Djarum – Jawa Tengah
  4. Dalila Aghnia Puteri – PB Djarum – Jawa Tengah
  5. Salsabila Amiradana – PB Djarum – Jawa Tengah
  6. Thalita Ramadhani Wiryawan – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  7. Mayla Cahya Afilian Pratiwi – PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat

Ganda Putra Utama

  1. Fajar Alfian – PB SGS – Jawa Barat
  2. Muhammad Shohibul Fikri – PB SGS – Jawa Barat
  3. Daniel Marthin – PB Djarum – Jawa Tengah
  4. Muhammad Rian Ardianto – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  5. Bagas Maulana – PB Djarum – Jawa Tengah
  6. Leo Rolly Carnando – PB Djarum – Jawa Tengah
  7. Rahmat Hidayat – PB Djarum – Jawa Tengah
  8. Nikolaus Joaquin – PB Djarum – Jawa Tengah
  9. Raymond Indra – PB Djarum – Jawa Tengah
  10. Ali Faathir Rayhan – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  11. Devin Artha Wahyudi – PB Djarum – Jawa Tengah

Ganda Putra Pratama

  1. Daniel Edgar Marvino – PB Djarum – Jawa Tengah
  2. Muh. Putra Erwiansyah – PB Djarum – Jawa Tengah
  3. Adrian Pratama – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  4. Pulung Ramadhan – PB Djarum – Jawa Tengah
  5. Anselmus Breagit Fredy Prasetya – PB Djarum – Jawa Tengah
  6. Wahyu Agung Prasetyo – PB Exist – DKI Jakarta
  7. Dexter Farrell – PB Exist – DKI Jakarta
  8. Taufik Aderya M – PB Power Rajawali – Banten
  9. Alexius Ongkytama Subagio – PB Djarum – Jawa Tengah
  10. Aquino Evano Keneddy Tangka – PB Djarum – Jawa Tengah

Ganda Putri Utama

  1. Apriyani Rahayu – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  2. Siti Fadia Silva Ramadhanti – PB Djarum – Jawa Tengah
  3. Febriana Dwipuji Kusuma – PB Djarum – Jawa Tengah
  4. Amallia Cahaya Pratiwi – PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat
  5. Lanny Tria Mayasari – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  6. Rachel Allessya Rose – PB Exist – DKI Jakarta
  7. Meilysa Trias Puspitasari – PB Exist – Jakarta
  8. Febi Setianingrum – PB Djarum – Jawa Tengah
  9. Isyana Syahira Meida – PB Djarum – Jawa Tengah
  10. Rinjani Kwinnara Nastine – PB Djarum – Jawa Tengah

Ganda Putri Pratama

  1. Az Zahra Ditya Ramadhani – PB Djarum – Jawa Tengah
  2. Velisha Christina Tjeng – PB Djarum – Jawa Tengah
  3. Siti Sarah Azzahra – PB Exist – DKI Jakarta
  4. Jania Novalita Situmorang – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  5. Riska Anggraini – PB Djarum – Jawa Tengah
  6. Nabila Cahya Permata Ayu – PB Jaya Raya – DKI Jakarta

Ganda Campuran Utama

  1. Adnan Maulana – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  2. Indah Cahaya Sari Jamil – PB Djarum – Jawa Tengah
  3. Amri Syahnawi – PB Jaya Raya – DKI Jakarta
  4. Nita Violina Marwah – PB Exist – DKI Jakarta
  5. Aisyah Salsabila Putri Pranata – PB Dimensi BA – DKI Jakarta
  6. Marwan Faza – PB Djarum – Jawa Tengah
  7. Jafar Hidayatullah – PB Power Rajawali – Banten
  8. Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu – PB Exist – DKI Jakarta
  9. Dejan Ferdinansyah – PB Djarum – Jawa Tengah
  10. Bernadine Anindya Wardana – PB Djarum – Jawa Tengah
  11. Verrell Yustin Mulia – PB Djarum – Jawa Tengah

Ganda Campuran Pratama

  1. Bimo Prasetyo – PB Power Rajawali – Banten
  2. Aryla Nabila Thesya Munggaran – PB Mutiara Cardinal – Jawa Barat
  3. M. Nawaf Khoiriyansyah – PB Gideon BA – DKI Jakarta
  4. Kenzie Yoe – PB Djarum – Jawa Tengah
  5. Nahya Muhyifa – PB Djarum – Jawa Tengah
  6. Luna Rianty Saffana – PB Gideon BA – DKI Jakarta.