Klub sepak bola asal Argentina, Newell’s Old Boys, secara terang-terangan mengungkapkan ambisi besar mereka untuk membawa pulang ikon sepak bola dunia, Lionel Messi, ke Rosario pada awal tahun 2027. Rencana ambisius ini dirancang untuk memanfaatkan periode transisi jadwal kompetisi Major League Soccer (MLS) yang akan berlangsung pada waktu tersebut. Langkah ini bukan sekadar transfer pemain biasa, melainkan sebuah proyek komprehensif yang diyakini akan memberikan dampak signifikan tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi kota Rosario, Provinsi Santa Fe, dan bahkan seluruh lanskap sepak bola Argentina.
sulutnetwork.com – Wakil Presiden Newell’s Old Boys, Juan Manuel Medina, telah mengkonfirmasi kepada media lokal Todo Noticias, sebuah langkah yang kemudian dikutip oleh The Athletic, bahwa klub sedang giat berupaya mewujudkan impian untuk melihat Messi mengenakan seragam Newell’s pada paruh pertama tahun 2027. Medina menekankan bahwa proyek ini melampaui kepentingan semata Newell’s sebagai sebuah klub, melainkan sebuah inisiatif berskala regional dan nasional. Keberhasilan proyek ini, menurut Medina, akan sangat bergantung pada kapasitas klub untuk menyediakan infrastruktur yang memadai serta program olahraga yang kompetitif, sebuah penawaran yang harus mampu meyakinkan sang megabintang untuk kembali ke akar sepak bolanya. Ide untuk meluncurkan upaya ini telah dimulai sejak tahun 2024, meskipun belum ada keputusan final atau kesepakatan yang tercapai dengan pihak Messi maupun Inter Miami, klubnya saat ini.
Koneksi antara Lionel Messi dan Newell’s Old Boys terjalin jauh sebelum namanya mendunia bersama Barcelona. Messi menghabiskan masa-masa formatifnya di akademi junior klub yang berbasis di Rosario tersebut, bergabung pada usia enam tahun dan menimba ilmu di sana hingga usianya menginjak 13 tahun. Selama periode tersebut, bakat luar biasanya sudah terlihat jelas. Ia dikenal sebagai bagian dari "Machine of ’87", sebuah tim muda yang legendaris karena dominasinya dan rekor tak terkalahkan mereka. Dalam kurun waktu tujuh tahun bersama tim junior Newell’s, Messi mencetak rekor fantastis dengan 234 gol, sebuah catatan yang menunjukkan indikasi awal dari kejeniusan sepak bolanya. Namun, takdir membawanya melintasi samudra ke Eropa. Pada tahun 2000, Barcelona datang memanggil setelah Newell’s menghadapi kesulitan finansial untuk membiayai pengobatan defisiensi hormon pertumbuhan yang diderita Messi. Ia pun hijrah ke La Masia, akademi terkenal Barcelona, dan sisanya adalah sejarah yang kini menjadi legenda.
Meskipun Messi tidak pernah bermain untuk tim utama Newell’s Old Boys dalam pertandingan profesional, ikatan emosionalnya dengan klub dan kota kelahirannya tetap kuat. Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas warisan yang tak terpisahkan ini, salah satu tribun di Estadio Marcelo Bielsa, kandang Newell’s, secara resmi dinamakan menggunakan namanya: "Tribuna Lionel Messi". Penamaan tribun ini menjadi simbol abadi dari kebanggaan Rosario terhadap putra daerahnya yang paling terkenal. Namun, bagi para penggemar dan petinggi klub, penghormatan semacam itu belum cukup. Cita-cita tertinggi mereka adalah menyaksikan langsung sang kapten Timnas Argentina tersebut berlaga di lapangan kebanggaan mereka, mengenakan seragam merah-hitam Newell’s, bahkan jika itu hanya untuk satu musim atau beberapa bulan di penghujung kariernya.
Visi Juan Manuel Medina tentang proyek ini menggarisbawahi skala ambisi yang diusung Newell’s. Ia tidak hanya melihatnya sebagai upaya untuk memperkuat skuad, tetapi sebagai katalis untuk pembangunan dan promosi yang lebih luas. "Ini adalah proyek untuk kota Rosario, provinsi, dan sepak bola Argentina," tegas Medina. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kepulangan Messi diharapkan dapat memicu gelombang investasi, peningkatan infrastruktur olahraga, dan peningkatan profil internasional bagi seluruh wilayah. Untuk mewujudkan hal ini, Newell’s harus mampu menyajikan sebuah "paket" yang sangat menarik. Ini mungkin mencakup janji peningkatan signifikan pada fasilitas latihan, stadion yang lebih modern, dan yang terpenting, sebuah tim yang benar-benar kompetitif. Messi, sebagai pemain yang selalu haus akan kemenangan, kemungkinan besar tidak akan tertarik untuk bergabung dengan tim yang hanya sekadar berpartisipasi. Ia akan menginginkan sebuah proyek yang memiliki ambisi untuk memenangkan gelar, baik di kancah domestik Liga Profesional Argentina maupun di turnamen kontinental seperti Copa Libertadores.
Tantangan terbesar dalam mewujudkan ambisi ini terletak pada aspek finansial dan kontrak Messi yang saat ini masih terikat dengan Inter Miami hingga tahun 2028. Namun, celah peluang muncul dari rencana Major League Soccer (MLS) untuk melakukan perubahan signifikan pada kalender kompetisinya. Saat ini, MLS mengikuti kalender Februari hingga Desember, berbeda dengan liga-liga top Eropa yang umumnya berjalan dari Agustus/September hingga Mei/Juni. Mulai tahun depan, MLS berencana untuk menyesuaikan jadwalnya menjadi Juli 2027 hingga Mei 2028, sejalan dengan sebagian besar liga Eropa. Perubahan ini akan menciptakan "periode transisi" yang berlangsung dari Februari hingga Mei 2027. Pada periode inilah Newell’s Old Boys melihat kesempatan emas mereka.
Selama periode transisi Februari-Mei 2027, musim MLS yang lama telah berakhir, dan musim baru dengan format yang disesuaikan belum dimulai. Secara teoretis, Messi akan berada dalam "masa jeda" atau pramusim yang panjang. Newell’s tampaknya ingin memanfaatkan jendela ini untuk merekrut Messi, baik melalui skema pinjaman jangka pendek atau transfer permanen jika Inter Miami bersedia melepasnya lebih awal. Namun, skenario ini sangat kompleks. Inter Miami, yang menginvestasikan sumber daya besar untuk membawa Messi ke Amerika Serikat, kemungkinan besar tidak akan dengan mudah melepaskannya, bahkan untuk beberapa bulan. Kehadiran Messi telah mengubah lanskap sepak bola di AS, meningkatkan penjualan tiket, hak siar, dan profil liga secara keseluruhan. Melepasnya, bahkan untuk sementara, akan memiliki implikasi finansial dan strategis yang besar bagi klub dan liga.
Di sisi lain, keinginan Messi untuk kembali ke Newell’s bukanlah hal baru. Ia telah berulang kali menyatakan mimpinya untuk bermain bagi klub masa kecilnya sebelum gantung sepatu. Pada tahun 2017, melalui wawancara yang dimuat Marca, Messi pernah berujar, "Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa impian saya adalah bermain di Newell’s, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi, dan sebagian dari keraguan itu disebabkan oleh kondisi negara saat ini." Pernyataan ini menyoroti dilema pribadi yang dihadapi Messi. Meskipun ikatan emosionalnya kuat, ia juga memiliki kekhawatiran serius terkait situasi di Argentina.
Kekhawatiran Messi pada tahun 2017 tentang "kondisi negara saat ini" merujuk pada isu-isu seperti ketidakstabilan ekonomi, inflasi yang tinggi, dan masalah keamanan di Argentina. Sebagai seorang ayah dengan tiga anak, prioritas utamanya adalah kesejahteraan dan keamanan keluarganya. "Saya punya keluarga dan anak-anak saya adalah prioritas utama, baru kemudian saya. Saya ingin mereka tumbuh di tempat yang tenang, dapat menikmati hidup dengan aman," tegasnya. Ini menjadi faktor krusial yang harus dipertimbangkan oleh Newell’s dan kota Rosario. Untuk meyakinkan Messi, Newell’s tidak hanya harus menawarkan proyek olahraga yang menarik dan infrastruktur yang modern, tetapi juga jaminan keamanan dan lingkungan yang stabil bagi keluarganya. Ini mungkin memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak keamanan untuk menciptakan lingkungan yang paling aman dan nyaman bagi salah satu warga negara Argentina yang paling berharga.
Sejarah sepak bola Argentina memiliki beberapa preseden kembalinya bintang besar ke klub masa kecil mereka di akhir karier. Carlos Tevez kembali ke Boca Juniors, Juan Sebastian Veron ke Estudiantes, dan bahkan Diego Maradona sempat bermain singkat untuk Newell’s Old Boys pada musim 1993-1994, setelah karier panjangnya di Eropa. Kembalinya Maradona, meskipun singkat, menciptakan euforia massal di Rosario. Kehadiran Messi akan jauh melampaui itu. Ia adalah salah satu pemain terhebat sepanjang masa, dan kepulangannya akan menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah olahraga Argentina. Proyek Newell’s ini, jika berhasil, tidak hanya akan mengukir sejarah bagi klub, tetapi juga akan menjadi narasi inspiratif tentang impian seorang anak laki-laki yang menjadi kenyataan, sebuah lingkaran penuh dalam karier yang luar biasa.
Namun, jalan menuju kepulangan Messi penuh dengan rintangan. Selain persetujuan Inter Miami dan kondisi kontrak, Newell’s harus menghadapi realitas finansial yang keras. Gaji Messi, bahkan untuk beberapa bulan, akan menjadi beban yang sangat besar bagi klub Argentina. Oleh karena itu, "proyek untuk kota dan negara" yang disebutkan Medina kemungkinan besar akan melibatkan sponsor besar, dukungan pemerintah, dan skema finansial kreatif untuk menutupi biaya. Aspek logistik dan keamanan juga menjadi pertimbangan utama. Rosario, seperti banyak kota besar di Argentina, menghadapi tantangan keamanan tertentu, dan melindungi figur sekaliber Messi akan membutuhkan langkah-langkah luar biasa.
Meskipun demikian, semangat dan optimisme di Newell’s Old Boys tidak surut. Mereka menyadari bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk mewujudkan impian yang telah lama diidamkan. Kepulangan Messi akan membawa sorotan global ke Liga Profesional Argentina, meningkatkan pendapatan dari hak siar, penjualan merchandise, dan pariwisata olahraga. Ini akan menjadi kebanggaan nasional dan perayaan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia yang selalu bertanya-tanya apakah Messi akan pernah bermain di tanah kelahirannya sebagai pemain profesional. Rencana Newell’s Old Boys untuk membawa pulang Lionel Messi pada awal 2027 adalah upaya yang berani dan ambisius. Ini adalah perpaduan antara nostalgia, strategi cerdas dalam memanfaatkan celah jadwal liga, dan visi besar untuk mengangkat profil sepak bola regional dan nasional. Meskipun tantangannya besar, semangat untuk melihat sang legenda di rumah sendiri terus berkobar.
