Bulan Ramadan 1447 Hijriah diproyeksikan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, membawa nuansa spiritual dan kegembiraan di seluruh Tanah Air. Kedatangan bulan suci ini disambut dengan antusiasme tinggi, diwarnai beragam tradisi unik yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dari ujung barat hingga timur, setiap daerah memiliki cara khasnya sendiri dalam mempersiapkan diri menyambut ibadah puasa, menjadikannya perayaan budaya dan spiritual yang sarat makna serta mempererat tali persaudaraan.

sulutnetwork.com – Indonesia, dengan populasi umat Islam yang besar, selalu menghadirkan suasana khas menjelang Ramadan. Masjid dan musala dibersihkan, pasar tradisional ramai, serta tradisi lokal menjadi momen yang ditunggu. Berdasarkan proyeksi awal dan perhitungan Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), penetapan awal Ramadan 1447 H ini menandai dimulainya rangkaian ibadah dan refleksi diri. Tradisi penyambutan ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi mendalam dari rasa syukur, persiapan spiritual, dan mental umat sebelum menunaikan ibadah puasa sebulan penuh, mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan dan kesucian. Berikut sejumlah tradisi menyambut bulan suci Ramadhan di berbagai daerah di Indonesia:

1. Meugang (Aceh)
Meugang adalah tradisi