Manchester City berhasil mengamankan tiket ke Babak Kelima Piala FA musim 2025/2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Salford City dalam pertandingan yang berlangsung di Etihad Stadium. Kemenangan ini menegaskan dominasi sang juara bertahan Liga Primer Inggris di kancah domestik, sekaligus memupus harapan Salford City untuk menciptakan kejutan besar di turnamen tertua dunia tersebut.

sulutnetwork.com – Pertarungan Babak Keempat Piala FA yang mempertemukan dua tim dari strata liga yang berbeda ini tersaji pada Sabtu, 14 Februari 2026, malam WIB. Manchester City, dengan statusnya sebagai raksasa sepak bola Inggris dan Eropa, tampil di hadapan pendukung sendiri dengan misi jelas: melaju ke babak selanjutnya tanpa kendala. Sementara itu, Salford City, klub yang dimiliki oleh legenda-legenda Manchester United dari "Class of ’92", datang dengan semangat juang tinggi dan ambisi untuk menorehkan sejarah, meskipun menyadari beratnya tantangan yang menanti di markas sang juara. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan bagi City, tetapi juga panggung bagi Salford untuk membuktikan ketangguhan mereka di hadapan salah satu tim terbaik dunia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Manchester City langsung menunjukkan niat untuk menguasai jalannya pertandingan. Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Pep Guardiola mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan kecepatan dan kombinasi umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas mereka. Salford City, yang menyadari perbedaan kualitas tim, merespons dengan menumpuk pemain di lini belakang, membentuk pertahanan berlapis yang solid dengan harapan dapat meredam gelombang serangan dari tim tuan rumah. Mereka berupaya membatasi ruang gerak para pemain kreatif City dan mengandalkan serangan balik cepat sebagai strategi utama.

Hanya dalam enam menit pertandingan berjalan, keunggulan Manchester City sudah tercipta, meskipun dengan sedikit keberuntungan. Gol pembuka ini bermula dari skema serangan yang rapi di sisi kiri pertahanan Salford. Gelandang lincah, Tijjani Reijnders, menjadi inisiator serangan dengan melepaskan umpan terobosan cerdas kepada Rayan Ait-Nouri. Bek sayap kiri tersebut, dengan kecepatan dan determinasi tinggi, berhasil menusuk masuk ke dalam kotak penalti Salford. Tanpa membuang waktu, Ait-Nouri langsung mengirimkan umpan tarik mendatar yang berbahaya ke jantung pertahanan. Dalam upaya panik untuk menghalau bola, bek tengah Salford, Alfie Dorrington, justru salah mengantisipasi arah si kulit bundar. Bola yang seharusnya bisa dibuang jauh, malah berbelok arah dan bersarang di gawangnya sendiri. Sebuah gol bunuh diri yang membuat Etihad Stadium bergemuruh, sekaligus memberikan keunggulan awal yang krusial bagi City. Gol ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Salford yang baru saja membangun momentum di awal laga.

Unggul satu gol membuat Manchester City semakin leluasa dalam mengendalikan permainan. Tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Salford, yang kini harus bekerja ekstra keras untuk membendung setiap gelombang serangan. City mendominasi penguasaan bola secara mutlak, mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain, mencari celah di antara rapatnya barisan pertahanan lawan. Pada menit ke-23, Manchester City nyaris menggandakan keunggulan melalui penyerang mereka, Omar Marmoush. Penyerang Mesir itu berhasil mendapatkan umpan terobosan matang yang membelah pertahanan Salford. Dengan insting penyerang yang tajam, Marmoush langsung melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Namun, kegembiraan para pendukung City harus tertunda karena hakim garis mengangkat benderanya, menandakan Marmoush berada dalam posisi offside saat menerima umpan. Gol pun dianulir, dan skor tetap 1-0.

Meskipun mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan beberapa peluang, Manchester City terlihat kesulitan untuk membongkar pertahanan berlapis Salford. Tim tamu menunjukkan disiplin taktis yang luar biasa, dengan setiap pemain menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk menutup ruang dan mengganggu alur serangan City. Para gelandang City seperti Nico Gonzalez dan Rico Lewis bekerja keras untuk mencari celah, namun seringkali upaya mereka terbentur tembok pertahanan yang kokoh. Kreativitas Rayan Cherki dan Phil Foden di sisi sayap juga tak selalu berjalan mulus menghadapi penjagaan ketat.

Justru di tengah dominasi City, Salford City hampir saja menciptakan kejutan besar menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-42, sebuah momen langka terjadi ketika Salford berhasil melancarkan serangan balik yang efektif. Ben Woodburn, gelandang serang Salford, berhasil mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti City. Dengan ketenangan yang luar biasa, Woodburn melepaskan tembakan keras yang mengarah ke pojok atas gawang Manchester City. Bola melesat dengan cepat, mengancam untuk menembus jala gawang. Namun, kiper muda City, James Trafford, menunjukkan refleks kelas atas. Dengan lompatan akrobatik, Trafford berhasil terbang dan menepis bola keluar. Sebuah penyelamatan gemilang yang menjaga keunggulan tipis City.

Tidak berhenti sampai di situ, Salford kembali mendapatkan peluang emas di masa injury time babak pertama. Kali ini, melalui skema bola mati, Brandon Cooper berhasil menyambut bola crossing dengan sundulan. Namun, sundulannya masih sedikit melebar dari gawang Trafford. Dua peluang berbahaya dari Salford ini menjadi peringatan serius bagi Manchester City bahwa pertandingan ini belum sepenuhnya aman. Skor 1-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, dengan Salford City menunjukkan perlawanan yang patut diacungi jempol.

Memasuki babak kedua, Manchester City tidak mengendurkan tekanan. Pep Guardiola kemungkinan besar telah memberikan instruksi untuk meningkatkan intensitas dan presisi serangan guna segera menggandakan keunggulan. City langsung menggebrak dan mendapatkan peluang di menit ke-50. Pemain muda berbakat, Ryan McAidoo, yang tampil penuh semangat, melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Bola melaju kencang, namun kiper Salford, Matt Young, tampil sigap dengan melakukan tepisan krusial, menggagalkan upaya McAidoo untuk mencetak gol.

Melihat pertandingan yang masih berjalan alot dan skor yang belum aman, pelatih Pep Guardiola melakukan perubahan taktis untuk memberikan penyegaran di lini serang. Antoine Semenyo dan Nico O’Reilly dimasukkan untuk menambah daya gedor dan kreativitas. Pergantian pemain ini diharapkan mampu membongkar pertahanan Salford yang semakin rapat. Semenyo, dengan kecepatan dan kekuatan fisiknya, langsung memberikan dampak positif. Pada menit ke-78, Semenyo nyaris mencetak gol. Ia berhasil melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti setelah melakukan penetrasi apik. Namun, bola tembakannya masih menyasar tipis di sisi gawang Salford, membuat para pendukung City harus menahan napas.

Perjuangan keras Manchester City akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81, ketika mereka berhasil menggandakan skor melalui Marc Guehi. Gol ini tercipta berkat kombinasi serangan yang apik. Rayan Cherki, yang bermain dengan sangat dinamis di sisi sayap, melepaskan umpan silang mendatar yang sangat berbahaya ke depan gawang Salford. Kiper Matt Young yang berusaha menghalau bola, justru membuat kesalahan. Bola tepisannya tidak sempurna dan malah mengarah tepat ke kaki Guehi yang berdiri bebas di posisi strategis. Tanpa kesulitan berarti, Guehi dengan tenang mencocor bola ke gawang yang sudah kosong. Gol kedua ini seolah menjadi penentu kemenangan bagi Manchester City, sekaligus mematahkan semangat juang Salford City yang telah bertahan dengan gigih sepanjang pertandingan.

Dengan keunggulan 2-0 di sisa waktu pertandingan, Manchester City semakin nyaman menguasai bola. Mereka mulai bermain lebih tenang, mengalirkan bola dari kaki ke kaki untuk mengontrol tempo permainan dan menguras waktu. Salford City, meskipun sudah tertinggal dua gol, tetap berusaha mencari celah untuk mencetak gol balasan. Namun, solidnya pertahanan City dan keunggulan dalam penguasaan bola membuat upaya mereka sia-sia. Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. Manchester City berhasil meraih kemenangan 2-0 dan memastikan langkah mereka ke Babak Kelima Piala FA 2025/2026.

Kemenangan ini menjadi bukti kedalaman skuad Manchester City, yang mampu meraih kemenangan meskipun tidak selalu menampilkan performa terbaik mereka. Para pemain muda dan pelapis yang diturunkan mendapatkan kesempatan berharga untuk menunjukkan kualitasnya di ajang sebesar Piala FA. Bagi Salford City, meskipun harus menelan kekalahan, mereka dapat meninggalkan Etihad Stadium dengan kepala tegak. Performa heroik dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan melawan salah satu tim terbaik di dunia akan menjadi pengalaman berharga dan modal penting untuk melanjutkan perjuangan di liga mereka. Pertandingan ini juga menjadi pengingat akan keindahan Piala FA, di mana tim-tim kecil selalu memiliki kesempatan untuk menantang raksasa dan memberikan perlawanan yang sengit.

Susunan Pemain

Man City: James Trafford; Rayan Ait-Nouri, Max Alleyne, John Stones, Abdukodir Khusanov; Nico Gonzalez, Rico Lewis; Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, Phil Foden; Omar Marmoush.
Cadangan yang Bermain: Antoine Semenyo, Nico O’Reilly, Ryan McAidoo, Marc Guehi.

Salford: Matt Young; Luke Garbutt, Alfie Dorrington, Zach Awe; Josh Austerfield; Brandon Cooper, Rosaire Longelo, Jorge Grant, Ben Woodburn; Kelly N’Mai, Ryan Graydon.