Kancah sepak bola Eropa baru saja menyaksikan klimaks dari fase liga Liga Champions musim 2025/2026 yang penuh drama dan kejutan. Delapan belas pertandingan serentak digelar pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, menjadi penentu akhir nasib 36 tim yang berkompetisi dalam format baru yang mendebarkan. Dari gemuruh stadion-stadion ikonik hingga hasil-hasil tak terduga, malam terakhir fase liga ini mengukir kisah-kisah heroik dan patah hati, dengan Arsenal tampil perkasa tanpa cela, sementara raksasa seperti Real Madrid dan juara bertahan Paris Saint-Germain harus menelan pil pahit, terlempar dari zona kualifikasi langsung ke babak 16 besar.
sulutnetwork.com – Penyelenggaraan fase liga Liga Champions yang baru, mengadopsi model Swiss yang inovatif, telah mencapai puncaknya dengan segala intrik dan tensi tinggi. Sejak diperkenalkan pada musim 2024/2025, format ini menuntut konsistensi dari setiap tim dalam delapan pertandingan yang mereka jalani, dan hasil pada malam penentuan ini menjadi cerminan nyata dari persaingan ketat tersebut. Arsenal, tim asal London Utara, berhasil mengukir sejarah dengan rekor sempurna, mengamankan posisi teratas klasemen umum tanpa sekalipun tersentuh kekalahan, bahkan setelah melakukan rotasi besar. Di sisi lain, kejutan besar terjadi di Estadio da Luz, di mana Real Madrid, pemegang rekor gelar Liga Champions, secara menyesakkan takluk 2-4 dari Benfica, memaksa mereka terlempar dari delapan besar tim teratas dan harus berjuang melalui babak play-off yang lebih menantang. Nasib serupa juga dialami oleh Paris Saint-Germain dan Newcastle United, yang saling menggagalkan satu sama lain dalam pertarungan sengit di Parc des Princes, menyebabkan keduanya terdepak dari jalur kualifikasi langsung setelah bermain imbang 1-1.
Format baru Liga Champions, yang secara resmi dikenal sebagai ‘model Swiss’, telah mengubah wajah kompetisi klub paling bergengsi di Eropa ini secara fundamental. Dengan melibatkan 36 tim, bukan 32 seperti format grup sebelumnya, setiap tim kini memainkan delapan pertandingan fase liga melawan delapan lawan berbeda, empat di kandang dan empat tandang. Semua tim dikumpulkan dalam satu tabel liga tunggal. Delapan tim teratas dari klasemen ini secara otomatis lolos ke babak 16 besar, sementara tim yang menempati posisi ke-9 hingga ke-24 akan saling berhadapan dalam babak play-off dua leg untuk memperebutkan delapan tiket tersisa ke babak 16 besar. Tim yang finis di posisi ke-25 hingga ke-36 langsung tereliminasi dari semua kompetisi Eropa. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan jumlah pertandingan kompetitif yang bermakna, mengurangi laga "mati", dan memastikan bahwa setiap poin memiliki dampak signifikan, seperti yang terbukti pada malam terakhir fase liga.
Arsenal menunjukkan dominasi yang luar biasa sepanjang fase liga ini, mengukuhkan diri sebagai tim yang tak terkalahkan. Kemenangan 3-2 atas Kairat Almaty, meskipun menghadapi tim juru kunci dan melakukan rotasi skuad secara besar-besaran, menegaskan kedalaman dan kualitas tim asuhan Mikel Arteta. Hasil ini bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan penegasan rekor sempurna mereka. Dalam delapan pertandingan yang mereka jalani, Arsenal berhasil mengumpulkan poin maksimal, sebuah pencapaian langka dalam format kompetisi seketat ini. Kemenangan atas Kairat, yang datang dari gol-gol penting meski dengan beberapa pemain lapis kedua, menunjukkan mentalitas juara dan kemampuan tim untuk beradaptasi. Lolos sebagai pemuncak klasemen dengan catatan sempurna memberikan mereka keuntungan besar, termasuk undian yang relatif lebih mudah di babak 16 besar dan momentum moral yang tak ternilai. Ini adalah musim yang menjanjikan bagi The Gunners, yang tampaknya telah menemukan formula untuk bersaing di level tertinggi Eropa. Para penggemar Arsenal kini memiliki harapan besar melihat tim mereka melangkah jauh, bahkan mungkin mengangkat trofi bergengsi ini untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kekalahan Real Madrid dari Benfica menjadi sorotan utama pada malam penentuan ini, mencoreng kampanye mereka dengan hasil yang sangat menyesakkan. Bertandang ke markas Benfica dengan harapan mengamankan posisi di delapan besar, Los Blancos justru harus menelan kekalahan telak 2-4 di Estadio da Luz. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, namun efektivitas serangan Benfica, didukung oleh atmosfer kandang yang membara, terbukti terlalu tangguh bagi pasukan Carlo Ancelotti. Gol-gol cepat dari Benfica mengejutkan Madrid, yang meskipun sempat memberikan perlawanan dan mencetak dua gol balasan, tidak mampu mengejar ketertinggalan. Kekalahan ini tidak hanya merusak rekor mereka, tetapi juga secara dramatis menjatuhkan mereka dari posisi aman di delapan besar. Alih-alih melaju langsung ke babak 16 besar, Real Madrid kini harus menghadapi babak play-off yang penuh risiko, melawan salah satu tim kuat yang juga finis di antara posisi 9-24. Jalan menuju trofi ke-15 mereka kini menjadi lebih berliku dan penuh tantangan, dengan potensi menghadapi lawan berat di fase play-off sebelum mencapai babak 16 besar. Ini adalah peringatan keras bagi Real Madrid, menunjukkan bahwa bahkan tim-tim raksasa pun tidak kebal terhadap tekanan dan kejutan dalam format baru yang brutal ini.
Pertarungan antara Paris Saint-Germain dan Newcastle United di Parc des Princes adalah salah satu laga yang paling dinantikan, karena kedua tim sama-sama berada di posisi delapan besar sebelum pertandingan ini. Namun, hasil imbang 1-1 yang dramatis justru menjadi bumerang bagi keduanya. Dalam pertandingan yang penuh tensi tinggi, kedua tim menunjukkan keinginan kuat untuk meraih kemenangan demi mengamankan tempat di babak 16 besar. Newcastle berhasil unggul lebih dulu, memicu kegembiraan di kubu mereka, namun PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui gol penting. Hasil imbang ini, meskipun menunjukkan pertarungan yang seimbang, ternyata menjadi bencana bagi kedua tim. Dengan tim-tim lain di klasemen umum yang meraih kemenangan, satu poin yang didapat PSG dan Newcastle tidak cukup untuk mempertahankan posisi mereka di delapan besar. Akibatnya, baik juara bertahan PSG maupun Newcastle, yang tampil menjanjikan di kompetisi ini, harus puas terlempar dari zona kualifikasi langsung dan bergabung dengan Real Madrid di babak play-off. Ini adalah pukulan telak bagi ambisi kedua klub, terutama PSG yang sangat berhasrat untuk mempertahankan gelar mereka. Mereka kini harus melewati dua pertandingan tambahan yang krusial, meningkatkan risiko dan kelelahan di tengah jadwal padat.
Selain drama di tiga pertandingan kunci tersebut, malam terakhir fase liga juga menyajikan sejumlah hasil menarik lainnya yang membentuk peta persaingan di babak selanjutnya. Barcelona menunjukkan kekuatan mereka dengan mengalahkan Copenhagen 4-1, menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat yang lolos langsung. Liverpool juga tak kalah impresif, menghancurkan Qarabag dengan skor telak 6-0, sebuah pernyataan tegas tentang ambisi mereka di kompetisi ini. Manchester City, tim lain yang selalu menjadi favorit, berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Galatasaray, memastikan posisi kuat mereka di delapan besar. Bayern Munich, meskipun menghadapi perlawanan ketat dari PSV, berhasil menang tipis 2-1, menunjukkan ketahanan mereka dan memastikan kualifikasi langsung. Inter Milan juga meraih kemenangan tandang yang penting, menundukkan Borussia Dortmund 2-0 di Signal Iduna Park, memperkuat posisi mereka di klasemen dan mengamankan tempat di babak 16 besar.
Di sisi lain, terdapat beberapa hasil yang kurang menguntungkan bagi tim-tim besar lainnya, atau justru menjadi kejutan yang mengubah peta persaingan di babak play-off. Atlético Madrid secara mengejutkan takluk 1-2 dari Bodø/Glimt, sebuah hasil yang dapat mempersulit posisi mereka di klasemen akhir. Juventus, yang bermain tandang melawan Monaco, hanya mampu bermain imbang 0-0, sebuah hasil yang mungkin tidak ideal untuk ambisi mereka mengamankan posisi teratas. Tottenham Hotspur juga berhasil meraih kemenangan tandang penting 2-0 atas Eintracht Frankfurt, memastikan mereka tetap berada dalam persaingan ketat untuk kualifikasi langsung atau setidaknya posisi play-off yang menguntungkan. Benfica, yang mengalahkan Real Madrid, tentu saja menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di fase selanjutnya, sementara Chelsea berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli, menambah daftar tim yang memiliki momentum positif.
Berikut adalah daftar lengkap hasil pertandingan Liga Champions yang digelar serentak pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB:
Ajax 1-2 Olympiacos
Arsenal 3-2 Kairat
Monaco 0-0 Juventus
Athletic Bilbao 2-3 Sporting CP
Atlético Madrid 1-2 Bodø/Glimt
Bayer Leverkusen 3-0 Villarreal
Borussia Dortmund 0-2 Inter Milan
Club Brugge 3-0 Marseille
Eintracht Frankfurt 0-2 Tottenham Hotspur
Barcelona 4-1 Copenhagen
Liverpool 6-0 Qarabag
Manchester City 2-0 Galatasaray
Pafos 4-1 Slavia Praha
Paris Saint-Germain 1-1 Newcastle United
PSV 1-2 Bayern Munich
Union Saint-Gilloisen 1-0 Atalanta
Benfica 4-2 Real Madrid
Napoli 2-3 Chelsea
Dengan berakhirnya fase liga, panggung kini beralih ke babak gugur. Delapan tim teratas, yang berhasil mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar, akan menikmati jeda singkat dan mempersiapkan diri untuk tantangan berikutnya. Sementara itu, 16 tim yang finis di posisi 9 hingga 24 akan memasuki babak play-off yang intens, sebuah fase eliminasi tambahan yang menjanjikan lebih banyak drama dan pertandingan bertekanan tinggi. Keberadaan tim-tim raksasa seperti Real Madrid dan Paris Saint-Germain di babak play-off menjamin bahwa babak ini akan sama menariknya, jika tidak lebih, daripada babak 16 besar itu sendiri. Ini membuktikan bahwa format Liga Champions yang baru telah berhasil memenuhi janjinya untuk menyajikan kompetisi yang lebih kompetitif, tidak terduga, dan mendebarkan dari awal hingga akhir. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia kini menanti undian babak play-off dan 16 besar, siap untuk menyaksikan babak selanjutnya dari kisah epik di kancah sepak bola Eropa.




