Sulutnetwork.com – Sebagian publik di media sosial (medsos), sedang ramai menyoroti tokoh masyarakat, Habib Bahar bin Smith yang menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan anggota Banser.

Sebelumnya, Habib Bahar telah melayangkan permohonan restorative justice ke Polres Metro Tangerang Kota, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Pendiri LSM Majelis Pembela Rasulullah itu diklaim mendapatkan penangguhan penahanan dengan alasan dirinya sebagai kepala keluarga.

Terkini, Rida selaku korban dugaan penganiayaan oleh Habib Bahar, mengaku kecewa tokoh masyarakat itu sudah menjadi tersangka namun belum kunjung ditahan.

“Saya pribadi sangat kecewa dengan alasan tidak masuk akal,” kata Rida kepada awak media di Banten, pada Jumat, 13 Februari 2026.

“Katanya ada alasan penangguhan karena sebagai tulang punggung dan sebagai pengajar,” tambahnya.

Perjuangan Kawal Kasus Penganiayaan

Dalam kasus ini, korban mengaku juga sebagai tulang punggung keluarga yang memperjuangkan haknya dalam mencari keadilan.

“Sampai saat ini, saya mengawal kasus ini untuk perekonomian saya pun masih belum stabil karena mengawal kasus ini,” terang Rida.

“Tapi ternyata dari pihak kepolisian dengan alasan seperti ya sangat kecewa sekali seperti itu,” tambahnya.

Terkait hal itu, Rida memastikan pihaknya akan terus melanjutkan upaya jalur hukum terhadap kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Habib Bahar.

“Sampai saat ini kasus akan tetap jalan. Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan,” tegasnya.

Ceritakan Pengalaman Traumatis

Dalam kesempatan yang sama, Rida mengaku masih trauma secara psikis dengan kekerasan yang menimpanya. Bahkan, dia menyebut keluarganya ikut trauma.

“Masih ada (trauma). Saya pribadi, keluarga juga, traumatik terutama psikis saya,” terangnya.

“Psikis saya tekanan dari mana-mana kan pasti ada. Baik dari pihak sana, pihak yang lain juga. Itu yang utama psikologis saya,” jelas Rida.

Rida menilai, tindak kekerasan yang menimpanya meninggalkan luka bagi pribadi maupun keluarganya. Terlebih, baginya ada dampak yang meluas setelahnya.

“Itu tertekan karena dengan kasus ini kan luar biasa, dampaknya luar biasa. Baik untuk diri saya dan keluarga saya. Seperti itu,” tandasnya.***