Liverpool harus menelan pil pahit kekalahan 1-2 dari rival abadi mereka, Manchester City, dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris yang berlangsung di Anfield pada Minggu, 8 Januari 2026. Hasil ini tidak hanya memperlambat laju The Reds dalam perburuan posisi papan atas, tetapi juga menyoroti sebuah insiden krusial yang melibatkan kiper utama mereka, Alisson Becker, yang dinilai melakukan kesalahan fatal dan berujung pada penalti penentu kemenangan bagi The Citizens. Momen tersebut menjadi titik balik dramatis dalam pertandingan yang penuh tensi dan strategi, mengubah arah hasil akhir di menit-menit genting.
sulutnetwork.com – Insiden yang menjadi perbincangan utama pasca pertandingan adalah keputusan Alisson untuk keluar dari sarangnya dan menerjang penyerang Manchester City, Matheus Nunez, di dalam kotak penalti pada masa injury time. Keputusan wasit menunjuk titik putih, yang kemudian dieksekusi sempurna oleh Erling Haaland, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan City dan memastikan tiga poin penting bagi tim tamu. Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, secara tegas menyebut tindakan Alisson sebagai "kesalahan fatal" yang sebenarnya tidak perlu terjadi, mengingat tidak adanya ancaman langsung yang signifikan ke gawangnya pada saat itu.
Pertandingan antara Liverpool dan Manchester City selalu menjadi salah satu duel yang paling dinanti dalam kalender Liga Primer Inggris. Keduanya telah mendominasi kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir, menciptakan rivalitas yang intens dan seringkali menentukan arah perburuan gelar. Menjelang laga di Anfield, tensi sudah terasa tinggi. Liverpool, di bawah asuhan Arne Slot, bertekad untuk memanfaatkan dukungan publik Anfield guna mengamankan tiga poin krusial demi menjaga asa mereka di papan atas. Sementara itu, Manchester City, yang diasuh Pep Guardiola, datang dengan ambisi serupa untuk terus menekan di puncak klasemen dan memperlebar jarak dari para pesaingnya. Kedua tim memiliki rekor pertemuan yang sengit, dan setiap laga selalu menyajikan drama, kualitas teknis tinggi, dan intrik taktik dari kedua pelatih jenius.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Liverpool, bermain di hadapan pendukung sendiri, mencoba mengambil inisiatif serangan dengan kombinasi pressing tinggi dan transisi cepat. Namun, Manchester City yang dikenal dengan penguasaan bola superior dan passing akurat, juga tidak membiarkan tuan rumah mengembangkan permainan dengan leluasa. Lini tengah menjadi medan pertempuran sengit, dengan kedua tim saling berebut dominasi. Beberapa peluang sempat tercipta di kedua sisi gawang, namun pertahanan yang solid dan performa kiper yang sigap berhasil menggagalkan upaya-upaya tersebut.
Kebuntuan pecah pada pertengahan babak pertama, ketika Liverpool berhasil unggul lebih dulu. Dominik Szoboszlai, gelandang serang asal Hongaria, menjadi pahlawan bagi The Reds dengan mencetak gol indah. Menerima umpan terukur dari sisi sayap, Szoboszlai melepaskan tendangan keras dan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Manchester City. Gol ini disambut gegap gempita oleh publik Anfield, memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad asuhan Arne Slot. Unggul 1-0, Liverpool mencoba mempertahankan momentum dan meningkatkan tekanan, sementara City dipaksa untuk merespons dan mencari cara untuk menyamakan kedudukan.
Tidak butuh waktu lama bagi Manchester City untuk memberikan reaksi. The Citizens, yang tidak pernah menyerah, mulai meningkatkan tempo permainan mereka dan mengintensifkan serangan. Melalui kombinasi operan pendek yang presisi dan pergerakan tanpa bola yang cerdas, mereka secara bertahap berhasil menekan pertahanan Liverpool. Upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Bernardo Silva berhasil menyamakan kedudukan. Gol ini tercipta dari sebuah skema serangan yang rapi, di mana Bernardo Silva menunjukkan ketenangan dan penyelesaian akhir yang klinis untuk menaklukkan Alisson Becker. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, menjanjikan babak kedua yang tak kalah seru.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas. Kedua tim saling berbalas serangan dengan tempo yang sangat tinggi. Liverpool berupaya keras untuk kembali unggul, sementara Manchester City berusaha keras untuk meraih kemenangan dan tiga poin penuh. Para pemain menunjukkan fisik prima dan mental baja, dengan setiap perebutan bola dan setiap duel menjadi sangat krusial. Baik Slot maupun Guardiola melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan tim dan mencari celah taktik. Pertahanan kedua tim bekerja keras untuk menahan gempuran lawan, dan para gelandang tak henti-hentinya bertarung untuk menguasai lini tengah. Seiring waktu berjalan, pertandingan tampak akan berakhir imbang, namun sebuah insiden di menit-menit akhir mengubah segalanya.
Pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+2, Matheus Nunez, gelandang serang Manchester City, melakukan penetrasi berbahaya ke dalam kotak penalti Liverpool. Nunez, dengan kecepatan dan dribelnya, berhasil melewati satu bek Liverpool dan bergerak menuju area yang lebih mengancam. Saat itulah, Alisson Becker, yang dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan insting dan pengambilan keputusan yang luar biasa, membuat sebuah keputusan yang di luar karakternya. Ia maju terlalu jauh dari garis gawangnya, mencoba memotong laju Nunez. Namun, alih-alih berhasil merebut bola, Alisson malah melakukan kontak fisik dengan Nunez, yang kemudian terjatuh. Wasit Anthony Taylor tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan penalti krusial bagi Manchester City.
Keputusan Alisson untuk meninggalkan garis gawangnya dan menerjang Matheus Nunez di dalam area penalti pada menit-menit krusial babak kedua menjadi titik balik yang tak terhindarkan. Meskipun Nunez merangsek ke kotak penalti, ia belum sepenuhnya berada dalam posisi mengancam gawang secara langsung, sebuah fakta yang disoroti oleh Paul Robinson. Alisson, yang dikenal dengan ketenangan dan pengambilan keputusan yang matang, kali ini tampak terburu-buru dan salah perhitungan. Kontak fisik yang terjadi, meskipun tidak disengaja untuk melukai, cukup untuk menjatuhkan Nunez, memberikan wasit Anthony Taylor dasar yang kuat untuk menunjuk titik putih. Ini adalah momen langka melihat kiper sekaliber Alisson melakukan kesalahan mendasar seperti itu, terutama di pertandingan sepenting ini.
Erling Haaland, striker andalan Manchester City yang terkenal dengan ketajamannya, maju sebagai eksekutor penalti. Dengan tekanan yang sangat besar di pundaknya, Haaland menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke sudut gawang, menaklukkan Alisson yang bergerak ke arah yang salah. Gol tersebut disambut ledakan kegembiraan dari para pemain dan staf pelatih Manchester City, sementara Anfield terdiam dalam kekecewaan. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu. Sisa waktu pertandingan tidak cukup bagi Liverpool untuk membalas, dan peluit panjang pun dibunyikan, mengakhiri laga dengan kemenangan dramatis bagi Manchester City.
Paul Robinson, mantan kiper yang pernah membela Leeds United dan Tottenham Hotspur, serta memiliki pengalaman luas di level internasional bersama Timnas Inggris, tidak menahan diri dalam mengkritik aksi Alisson. "Kita jarang sekali mengatakan ini, tetapi Alisson melakukan kesalahan fatal. Ia tidak perlu maju sejauh itu karena sebenarnya tidak ada ancaman langsung ke gawangnya," kata Robinson di BBC. Komentar Robinson menyoroti aspek pengambilan keputusan Alisson yang dinilai keliru. Menurutnya, Nunez saat itu masih berada di posisi yang cukup sulit untuk mencetak gol, dan Alisson seharusnya tetap berada di posisinya atau menunggu momen yang lebih tepat untuk intervensi. Tindakan terburu-buru itu tidak hanya berisiko tetapi juga terbukti merugikan, karena memberikan kesempatan emas bagi City untuk mencetak gol dari titik putih. Kritik ini sangat berarti mengingat reputasi Alisson sebagai kiper kelas dunia yang jarang membuat blunder fatal.
Di ruang ganti, kekalahan ini tentu saja meninggalkan rasa pahit bagi Arne Slot dan para pemain Liverpool. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Slot kemungkinan besar akan menyatakan kekecewaannya atas hasil akhir, terutama cara gol kedua City tercipta. Ia mungkin akan menekankan pentingnya belajar dari kesalahan dan segera bangkit. Di sisi lain, Pep Guardiola dari Manchester City akan menyampaikan pujian kepada timnya atas semangat juang dan ketahanan mereka untuk membalikkan keadaan di Anfield, sebuah tempat yang sulit bagi tim tamu. Kemenangan ini akan menjadi suntikan moral yang besar bagi City dalam perburuan gelar mereka.
Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan koleksi 39 poin dari 21 pertandingan. Mereka kini mengumpulkan poin yang sama dengan Brentford, yang menempati posisi ketujuh karena kalah selisih gol. Posisi ini jauh dari ekspektasi awal musim dan menempatkan skuad asuhan Arne Slot dalam tekanan besar untuk segera bangkit. Jarak dengan pemuncak klasemen dan zona Liga Champions mulai melebar, menciptakan urgensi bagi The Reds untuk menemukan kembali konsistensi mereka. Persaingan di papan atas semakin ketat, di mana setiap poin sangat berarti, dan kehilangan tiga poin di kandang sendiri dari rival langsung adalah pukulan telak yang dapat memiliki implikasi jangka panjang terhadap ambisi mereka musim ini.
Secara historis, rivalitas antara Liverpool dan Manchester City telah menjadi salah satu cerita paling menarik di sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir. Kedua tim secara bergantian mendominasi liga, dan setiap pertemuan mereka selalu sarat makna. Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang superioritas dan dominasi psikologis. Kemenangan City di Anfield menegaskan kembali status mereka sebagai kekuatan dominan, sekaligus memberikan tantangan besar bagi Liverpool untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing di level tertinggi.
Bagi Alisson Becker, insiden ini adalah pengingat bahwa bahkan pemain terbaik sekalipun bisa membuat kesalahan. Namun, sebagai seorang profesional kelas atas, Alisson diharapkan dapat bangkit dari momen ini dan kembali menunjukkan performa terbaiknya. Reputasinya sebagai salah satu kiper paling andal di dunia tidak akan pudar hanya karena satu kesalahan, tetapi ia harus membuktikan ketangguhannya di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Ke depan, Liverpool menghadapi jadwal padat di Liga Primer dan kompetisi lainnya. Arne Slot dan timnya harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan-pertandingan mendatang. Mereka perlu menemukan kembali ritme kemenangan dan konsistensi yang menjadi ciri khas mereka. Perjalanan masih panjang, dan setiap poin akan sangat berharga dalam upaya mereka untuk meraih posisi di zona Liga Champions atau bahkan bersaing untuk gelar juara. Kekalahan dari City di Anfield ini akan menjadi pelajaran berharga yang harus mereka jadikan motivasi untuk tampil lebih baik di sisa musim.
