Di tengah sorotan pekan ke-26 Eredivisie Belanda, sebuah hasil mengejutkan mengguncang peta persaingan papan atas. Ajax Amsterdam, salah satu raksasa sepak bola Belanda, harus menelan pil pahit kekalahan telak 1-3 saat bertandang ke markas FC Groningen di Euroborg Stadium pada Sabtu, 7 Maret 2026, malam WIB. Kekalahan ini tidak hanya meredam ambisi Ajax untuk terus menekan di papan atas, tetapi juga menjadi bukti determinasi dan taktik jitu dari tim tuan rumah yang tampil heroik. Penjaga gawang Ajax, Maarten Paes, menjadi saksi langsung bagaimana gawangnya tiga kali bergetar, dua di antaranya oleh aksi brilian pemain pengganti, Oskar Zawada.
sulutnetwork.com – Kekalahan ini menandai salah satu momen paling tidak terduga dalam musim Eredivisie bagi Ajax, yang datang dengan harapan besar untuk meraih poin penuh guna mempertahankan posisi mereka di jalur perebutan tiket kompetisi Eropa. Namun, di hadapan ribuan pendukung Groningen yang memadati Euroborg, skenario justru berjalan di luar dugaan. FC Groningen, yang sebelum pertandingan ini berada di posisi tengah-bawah klasemen, berhasil menunjukkan mentalitas juang tinggi dan efektivitas serangan yang patut diacungi jempol, memberikan pelajaran berharga bagi tim tamu. Hasil ini secara signifikan mempengaruhi dinamika klasemen, dengan Ajax tertahan di posisi ketiga dan Groningen berhasil melonjak naik, menambah motivasi mereka di sisa musim.
Latar Belakang dan Ekspektasi Pra-Pertandingan
Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di Euroborg Stadium sudah terasa berbeda. Ajax Amsterdam datang ke Groningen dengan status sebagai tim favorit, didukung oleh sejarah panjang dan reputasi mereka sebagai salah satu klub tersukses di Belanda dan Eropa. Musim ini, Ajax memang menunjukkan performa yang fluktuatif, namun mereka masih berada dalam persaingan ketat untuk memperebutkan posisi teratas Eredivisie, atau setidaknya mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Dengan 44 poin yang mereka kumpulkan sebelum pertandingan ini, setiap laga adalah final bagi mereka. Pelatih Ajax, dengan skuad yang diisi nama-nama seperti Davy Klaassen, Wout Weghorst, dan Steven Berghuis, diyakini akan menerapkan strategi menyerang agresif untuk mendominasi pertandingan.
Di sisi lain, FC Groningen memasuki laga ini sebagai tim underdog, namun dengan semangat pantang menyerah khas klub-klub Eredivisie yang berjuang di tengah-tengah klasemen. Berada di urutan kesebelas dengan 31 poin, Groningen memiliki motivasi ganda: menjauh dari zona degradasi dan membuktikan diri di hadapan salah satu raksasa liga. Dukungan penuh dari suporter setia mereka di Euroborg diharapkan menjadi suntikan moral tambahan. Meskipun secara kualitas individu dan kedalaman skuad Ajax lebih unggul, sepak bola seringkali menyajikan kejutan, dan Groningen bertekad untuk menjadi pelakunya. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi beberapa pemain muda Groningen untuk unjuk gigi melawan tim besar. Head-to-head kedua tim dalam beberapa musim terakhir memang lebih banyak didominasi oleh Ajax, namun Groningen sesekali mampu memberikan perlawanan sengit, terutama saat bermain di kandang sendiri.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Penuh Kejutan
Ketika peluit awal dibunyikan, tempo pertandingan langsung tinggi. Groningen, bermain di kandang sendiri, tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun terhadap nama besar Ajax. Mereka langsung menekan pertahanan tim tamu dan mencari celah. Kejutan pun datang tak lama kemudian, tepatnya pada menit keenam. Sebuah serangan cepat dari Groningen berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari skema serangan yang rapi, Dies Janse memberikan umpan akurat kepada Thom van Bergen. Dengan ketenangan yang luar biasa, Van Bergen melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan terarah, berhasil menaklukkan Maarten Paes yang tak mampu berbuat banyak. Gol cepat ini sontak membuat Euroborg bergemuruh dan memberikan keunggulan 1-0 untuk FC Groningen.
Gol pembuka tersebut jelas mengejutkan skuad Ajax. Mereka mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan menguasai lini tengah. Davy Klaassen, Sean Steur, dan Jorthy Mokio berusaha membangun serangan dari tengah, sementara Steven Berghuis dan Mika Godts mencoba membuka ruang di sisi sayap. Beberapa peluang tercipta, namun solidnya pertahanan Groningen yang digalang oleh Thijmen Blokzijl dan Marvin Peersman mampu meredam setiap ancaman. Kiper Etienne Vaessen juga tampil sigap di bawah mistar gawang.
Upaya keras Ajax akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Anton Gaaei, bek kanan Ajax, berhasil melepaskan umpan silang yang akurat ke dalam kotak penalti. Davy Klaassen, dengan penempatan posisi yang sangat baik, menyambut bola tersebut dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Vaessen. Gol ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan mengembalikan harapan bagi tim tamu. Setelah gol penyeimbang, Ajax tampak lebih nyaman dalam menguasai bola dan mencoba mencari gol tambahan sebelum jeda. Namun, Groningen juga tidak tinggal diam, mereka tetap disiplin dalam bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat. Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan, menyisakan ketegangan untuk paruh kedua pertandingan.
Babak Kedua: Dominasi dan Brace Heroik Zawada
Memasuki babak kedua, Ajax diharapkan untuk meningkatkan agresivitas mereka guna mencari gol kemenangan. Namun, Groningen justru menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mampu mencetak gol cepat, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan fisik untuk bersaing sepanjang 90 menit. Lima menit setelah babak kedua dimulai, Groningen hampir saja kembali unggul. Travis Hernes berhasil menerima umpan terobosan cerdik di dalam kotak penalti. Dengan ruang tembak yang cukup, Hernes melepaskan tendangan yang cukup mengancam, namun Maarten Paes menunjukkan refleks yang luar biasa dengan melakukan blok krusial, menjaga skor tetap imbang. Penyelamatan ini menjadi momen penting yang menunjukkan Paes tetap fokus meski gawangnya sudah kebobolan di babak pertama.
Pertandingan kemudian berjalan dengan tempo yang semakin cepat. Ajax berusaha menekan, sementara Groningen bermain lebih efektif dengan memanfaatkan setiap celah yang ada. Perubahan strategi dan pergantian pemain menjadi kunci bagi Groningen. Pada menit ke-66, pelatih Groningen melakukan pergantian pemain yang terbukti jitu. Pemain pengganti, Oskar Zawada, yang baru masuk lapangan, langsung memberikan dampak instan. Dalam sebuah skema serangan, bola liar jatuh di kaki Zawada di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, penyerang asal Polandia itu melepaskan tendangan setengah voli yang keras dan akurat, menembus jala gawang Ajax untuk kedua kalinya. Gol ini membuat Euroborg kembali bergemuruh dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Groningen.
Ajax yang tertinggal kembali berusaha mengejar. Mereka meningkatkan tekanan dan melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang. Namun, momentum justru berpihak pada tuan rumah. Tujuh menit setelah gol pertamanya, Oskar Zawada kembali menunjukkan ketajamannya, kali ini dengan aksi sundulan yang mematikan. Thijmen Blokzijl melepaskan umpan silang yang sangat terukur dari sisi lapangan. Zawada, yang berada di posisi strategis, melompat tinggi dan menanduk bola dengan kuat ke sudut gawang yang tak terjangkau Paes. Brace dari Zawada ini tidak hanya menambah keunggulan Groningen menjadi 3-1, tetapi juga memberikan pukulan telak bagi mental pemain Ajax.
Di sisa waktu pertandingan, Ajax berusaha keras untuk setidaknya memperkecil ketertinggalan. Wout Weghorst, Steven Berghuis, dan Davy Klaassen berulang kali mencoba membongkar pertahanan Groningen, namun solidnya lini belakang tuan rumah dan penampilan gemilang Etienne Vaessen berhasil menggagalkan setiap upaya. Groningen, dengan keunggulan dua gol, bermain lebih tenang dan disiplin, mengamankan kemenangan berharga di hadapan para pendukung mereka. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan FC Groningen tetap tidak berubah.
Analisis dan Implikasi Pasca-Pertandingan
Kekalahan 3-1 dari FC Groningen ini merupakan pukulan telak bagi Ajax Amsterdam dalam perburuan gelar Eredivisie. Hasil ini membuat mereka tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 44 poin, semakin menjauh dari puncak klasemen dan berpotensi tergeser oleh tim-tim di bawahnya jika tidak segera bangkit. Kualitas permainan Ajax, terutama di lini pertahanan dan efektivitas serangan, menjadi sorotan utama setelah pertandingan ini. Maarten Paes, meskipun melakukan beberapa penyelamatan penting, tidak bisa menutupi fakta bahwa timnya kebobolan tiga gol. Pelatih Ajax kemungkinan besar akan menghadapi tekanan berat dari manajemen dan suporter menyusul hasil mengecewakan ini.
Di sisi lain, kemenangan dramatis ini adalah suntikan moral yang luar biasa bagi FC Groningen. Tiga poin penuh dari pertandingan melawan raksasa seperti Ajax membawa mereka naik ke urutan ke-10 klasemen dengan total 34 poin. Hasil ini tidak hanya meningkatkan posisi mereka di tabel, tetapi juga memberikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan untuk sisa musim. Kinerja Thom van Bergen yang mencetak gol pembuka, serta penampilan heroik Oskar Zawada dengan brace-nya, patut diacungi jempol. Mereka membuktikan bahwa dengan semangat juang dan taktik yang tepat, tim underdog pun bisa menumbangkan raksasa.
Manajer FC Groningen, yang strateginya terbukti sangat efektif, kemungkinan besar akan dipuji karena keberaniannya dalam melakukan pergantian pemain yang membawa dampak instan. Kemenangan ini juga menjadi hadiah bagi para suporter setia Groningen yang tak henti-hentinya memberikan dukungan. Untuk pertandingan selanjutnya, Ajax harus segera mengevaluasi performa mereka dan mencari solusi untuk kembali ke jalur kemenangan agar tidak kehilangan asa dalam perburuan tiket Eropa. Sementara itu, Groningen akan berusaha mempertahankan momentum positif ini untuk terus mendaki klasemen Eredivisie. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar di musim Eredivisie 2025/2026, menegaskan bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi.
Susunan Pemain
FC Groningen: Etienne Vaessen; Tyrique Mercera, Thijmen Blokzijl, Dies Janse, Marvin Peersman; David Van der Werff, Travis Hernes, Tygo Land, Jorg Schreuders; Brnjolfur Willumsson, Thom van Bergen.
Pemain Pengganti yang Berperan Penting: Oskar Zawada.
Ajax Amsterdam: Maarten Paes; Owen Wijndal, Youri Baas, Josip Sutalo, Anton Gaaei; Sean Steur, Jorthy Mokio, Davy Klaassen; Mika Godts, Wout Weghorst, Steven Berghuis.
