Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer musim dingin, di mana Inter Milan dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah untuk membawa kembali salah satu mantan bintangnya, Ivan Perisic. Pemain sayap asal Kroasia yang kini membela PSV Eindhoven itu menjadi target utama Nerazzurri dalam upaya memperkuat lini serang mereka setelah sejumlah opsi lain gagal terwujud. Isu kembalinya Perisic ke Giuseppe Meazza ini sontak memicu spekulasi dan antusiasme di kalangan penggemar Inter, mengingat kontribusi signifikan sang pemain di masa lalu.

sulutnetwork.com – Perburuan pemain sayap oleh Inter Milan di jendela transfer musim dingin memang bukan rahasia lagi. Setelah kegagalan mendatangkan Joao Cancelo, yang pada akhirnya memilih berlabuh ke Barcelona, manajemen Inter terpaksa memutar otak mencari alternatif yang sepadan. Pencarian ini mengarah pada nama familiar, Ivan Perisic, yang meskipun usianya telah menginjak 36 tahun pada musim 2025/2026, terbukti masih mampu menampilkan performa di level tertinggi bersama PSV Eindhoven. Keputusan untuk kembali melirik Perisic menunjukkan prioritas Inter pada pengalaman dan kemampuan adaptasi instan, ketimbang harus mengambil risiko dengan pemain muda yang mungkin membutuhkan waktu untuk menyatu dengan filosofi tim.

Kegagalan dalam merekrut Joao Cancelo menjadi titik balik penting dalam strategi transfer Inter. Cancelo, yang dikenal dengan kemampuannya sebagai bek sayap modern yang piawai dalam menyerang, sempat menjadi prioritas utama. Inter melihat Cancelo sebagai solusi ideal untuk mengisi kekosongan di sisi sayap, baik sebagai bek maupun gelandang, berkat fleksibilitas taktis dan kualitas teknisnya. Namun, persaingan ketat, terutama dari raksasa Spanyol, Barcelona, yang menawarkan proyek dan daya tarik finansial yang lebih menggiurkan, membuat Inter harus gigit jari. Pilihan Cancelo untuk bergabung dengan Barcelona tidak hanya meninggalkan kekosongan di daftar target Inter, tetapi juga menyoroti urgensi untuk segera menemukan pengganti yang tepat dan berpengalaman agar target-target klub di sisa musim tidak terganggu.

Di tengah situasi tersebut, nama Ivan Perisic muncul sebagai solusi yang paling menjanjikan. Perisic saat ini menikmati periode kebangkitan karier yang luar biasa bersama PSV Eindhoven. Pada musim 2025/2026, ia telah mencatatkan 26 penampilan di semua kompetisi, menunjukkan ketahanan fisik dan konsistensi yang luar biasa untuk pemain seusianya. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada kehadiran di lapangan; Perisic telah menyumbangkan lima gol dan sepuluh assist, sebuah statistik yang impresif untuk seorang pemain sayap, menegaskan perannya sebagai kreator dan finisher yang vital bagi timnya. Angka-angka ini tidak hanya membuktikan bahwa Perisic masih memiliki kualitas teknis yang mumpuni, tetapi juga menunjukkan bahwa insting gol dan visi permainannya tidak luntur seiring bertambahnya usia.

Performa gemilang Perisic turut menjadi faktor kunci di balik kesuksesan PSV Eindhoven musim ini. Klub raksasa Belanda itu saat ini kokoh di puncak klasemen Eredivisie, sebuah indikasi dominasi mereka di liga domestik. Selain itu, PSV juga masih berjuang di kancah Liga Champions, sebuah kompetisi yang menuntut level performa tertinggi. Kehadiran Perisic dengan pengalamannya yang luas di kompetisi Eropa telah memberikan dimensi lain bagi skuad Peter Bosz, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial. Kemampuannya untuk tetap menjadi penentu hasil pertandingan, baik melalui gol maupun assist, di usia 36 tahun adalah bukti nyata dari profesionalisme dan dedikasi yang tak tergoyahkan.

Minat Inter Milan untuk menggaet kembali Perisic tampaknya disambut positif oleh sang pemain. Menurut laporan dari media olahraga terkemuka Italia, Gazzetta dello Sport, Ivan Perisic bahkan dikabarkan bersedia untuk memutus kontraknya dengan PSV Eindhoven demi mewujudkan kepulangan ke Giuseppe Meazza. Kontrak Perisic dengan PSV sejatinya masih berlaku hingga tahun 2027, yang menunjukkan komitmen jangka panjang klub Belanda tersebut terhadapnya. Namun, keinginan kuat Perisic untuk kembali ke mantan klubnya, tempat ia menghabiskan sebagian besar karier puncaknya, tampaknya menjadi faktor penentu. Kesediaan untuk mengakhiri kontrak lebih awal seringkali melibatkan negosiasi rumit dan potensi kompensasi finansial, namun hal ini menggarisbawahi betapa seriusnya Perisic dalam mempertimbangkan langkah ini.

Meski demikian, PSV Eindhoven tidak berencana untuk melepas Ivan Perisic begitu saja. Dari sudut pandang klub, Perisic adalah aset berharga yang sangat penting bagi ambisi mereka di Eredivisie maupun Liga Champions. Kehilangan pemain kunci di tengah musim bisa berdampak fatal pada performa tim dan tujuan yang telah ditetapkan. Namun, situasi ini dikabarkan dapat berubah apabila PSV kandas di Liga Champions lebih awal. Kegagalan di kompetisi elit Eropa dapat mengurangi beban finansial klub dan mungkin membuat mereka lebih terbuka untuk bernegosiasi terkait transfer Perisic. Prioritas PSV saat ini adalah mempertahankan momentum positif, dan Perisic adalah bagian integral dari formula keberhasilan tersebut.

Keterlibatan PSV di Liga Champions menjadi salah satu variabel kunci dalam potensi transfer ini. Saat ini, tim besutan Peter Bosz tersebut menempati peringkat ke-22 di klasemen keseluruhan Liga Champions dengan perolehan sembilan poin dari tujuh pertandingan di babak penyisihan grup. Posisi mereka menunjukkan persaingan ketat di grup dan setiap pertandingan menjadi krusial. Kelolosan PSV Eindhoven ke babak berikutnya akan sangat ditentukan oleh pertandingan penyisihan terakhir mereka melawan Newcastle United, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Jika PSV berhasil melaju, mereka mungkin akan lebih enggan melepas Perisic karena membutuhkan kekuatan penuh untuk fase gugur. Sebaliknya, jika mereka tersingkir, tekanan untuk menjaga stabilitas finansial dan mengalihkan fokus ke liga domestik bisa membuat mereka mempertimbangkan tawaran dari Inter.

Keputusan Inter Milan untuk membidik Perisic tidak semata-mata didasarkan pada penampilannya di atas lapangan. Faktor pengalaman di klub menjadi pertimbangan utama bagi Nerazzurri. Manajemen Inter dikabarkan segan untuk memboyong pemain muda, terutama di jendela transfer musim dingin, karena menyadari bahwa pemain-pemain baru, khususnya yang berasal dari liga atau kultur sepak bola berbeda, akan membutuhkan waktu adaptasi yang tidak sebentar. Adaptasi ini meliputi penyesuaian dengan taktik pelatih, gaya bermain tim, kehidupan di kota Milan, hingga tekanan ekspektasi dari para penggemar. Inter Milan, yang tengah berjuang untuk meraih gelar juara atau setidaknya mempertahankan posisi di papan atas, tidak memiliki kemewahan waktu untuk menunggu pemain beradaptasi.

Ivan Perisic, di sisi lain, adalah sosok yang tidak asing dengan lingkungan Inter Milan. Ia pernah berseragam Nerazzurri selama enam musim yang mengesankan, antara tahun 2015 hingga 2022. Selama periode tersebut, Perisic telah mencatatkan lebih dari 250 penampilan di berbagai kompetisi, menunjukkan dedikasi dan konsistensi yang luar biasa. Rekam jejaknya di klub sangat cemerlang, dengan torehan 55 gol dan 50 assist. Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan produktivitasnya sebagai pemain sayap, tetapi juga kemampuannya dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekan setimnya. Perisic adalah salah satu pilar penting dalam skuad Inter yang berhasil meraih sejumlah trofi bergengsi, termasuk gelar Scudetto Serie A, Coppa Italia, dan Piala Super Italia. Pengalaman ini membuatnya menjadi kandidat ideal yang bisa langsung memberikan dampak tanpa perlu fase adaptasi.

Keberhasilan Perisic meraih Scudetto bersama Inter di bawah asuhan Antonio Conte pada musim 2020/2021 adalah salah satu puncak kariernya di Milan. Dalam formasi 3-5-2 khas Conte, Perisic bertransformasi menjadi wing-back kiri yang sangat efektif, memadukan kemampuan menyerang dan bertahan dengan sempurna. Peran ini menuntut stamina luar biasa dan pemahaman taktis yang mendalam, dan Perisic membuktikan dirinya mampu mengemban tugas tersebut dengan gemilang. Gol-gol krusialnya, assist yang memanjakan striker, dan determinasi yang tak kenal lelah di sisi lapangan membuatnya menjadi idola para tifosi Inter. Kemampuannya untuk bermain di berbagai posisi di lini serang, mulai dari sayap kiri, sayap kanan, hingga bahkan sebagai penyerang lubang, memberikan fleksibilitas taktis yang sangat berharga bagi pelatih.

Selain pengalaman dan rekam jejak di Inter, faktor kepemimpinan Perisic juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai pemain veteran yang telah merasakan asam garam kompetisi papan atas Eropa, ia bisa menjadi mentor bagi pemain-pemain muda di skuad Inter. Kehadirannya di ruang ganti bisa membawa stabilitas dan mentalitas pemenang. Dalam sebuah tim yang ingin mempertahankan performa puncak di berbagai kompetisi, kehadiran pemain seperti Perisic yang mampu menginspirasi dan memimpin di lapangan maupun di luar lapangan adalah sebuah keuntungan besar. Ia tahu betul apa artinya mengenakan seragam Inter dan bagaimana menghadapi tekanan yang datang bersama ambisi klub.

Potensi kembalinya Perisic juga bisa memberikan dorongan moral yang signifikan bagi skuad dan para penggemar. Hubungan Perisic dengan para tifosi Inter selalu kuat, dan gagasan reuni ini pasti akan disambut dengan gembira. Ini bisa menciptakan euforia yang dibutuhkan tim di paruh kedua musim, terutama jika mereka menghadapi tantangan berat di liga maupun kompetisi Eropa. Namun, ada beberapa hambatan yang harus diatasi Inter. Selain PSV yang enggan melepas, Inter juga harus mempertimbangkan aspek Financial Fair Play dan potensi biaya transfer yang mungkin diminta PSV, terutama jika Perisic tampil gemilang di Liga Champions. Meski Perisic bersedia memutus kontrak, detail finansial dari pemutusan kontrak tersebut juga bisa menjadi ganjalan.

Pada akhirnya, keputusan apakah Ivan Perisic akan kembali mengenakan seragam biru-hitam Inter Milan akan sangat bergantung pada serangkaian faktor yang kompleks. Keinginan sang pemain, sikap PSV Eindhoven yang terikat dengan nasib mereka di Liga Champions, serta kemampuan Inter Milan untuk menyusun kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, akan menjadi penentu. Bagi Inter, mendatangkan Perisic bukan hanya sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga membawa kembali semangat dan pengalaman seorang pemenang yang sangat familiar dengan klub. Sementara bagi Perisic, ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mengukir sejarah baru di tempat ia pernah menjadi pahlawan. Kisah reuni ini, jika terwujud, akan menjadi salah satu narasi paling menarik di bursa transfer musim dingin 2025/2026.