Sulutnetwork.com – Influencer, Evan Haydar mengungkapkan ketegangan yang terjadi di negara tempat dirinya bekerja, yakni Jerman, buntut peperangan antara Israel vs Iran.

Sebelumnya diketahui, Israel dan Iran meningkatkan eskalasi serangan mereka sejak Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur pada akhir Februari 2026 lalu.

Terkini, Iran memperluas serangan ke pangkalan Amerika Serikat (AS) hingga memicu ledakan di sejumlah negara Teluk.

Hal itu menandai eskalasi konflik yang kian tak terkendali, hingga membuat negara sekutu AS berpotensi ikut masuk dalam pusaran peperangan tersebut.

Salah satunya Jerman, negara sekutu AS yang kini dinilai tengah mempertimbangkan keikutsertaannya untuk turut berperang melawan Iran.

Melalui unggahan Instagram pribadinya,@evanhaydar, pada Selasa, 3 Maret 2026, Evan mengungkapkan hal tersebut seraya mengaku cemas karena berpotensi sulit untuk pulang ke Tanah Air.

“Guys, aku lagi serius mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia,” ungkap Evan.

“Jerman lagi mempertimbangkan buat ikut perang melawan Iran,” sambungnya.

Bagi yang belum tahu, Evan Haydar adalah seorang pemuda asal Gresik yang kini berkarier di Tesla, erusahaan raksasa otomotif dan energi bersih asal Jerman.

Lantas, apa sebenarnya alasan kuat bagi WNI asal Gresik yang kini bekerja di Jerman itu untuk kembali pulang ke Tanah Air? Begini katanya.

Tak Mau Terjebak Sendirian

Dalam pernyataannya, Evan menyoroti peperangan antara Israel vs Iran yang dinilai kian berbuntut panjang.

“Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah,” terangnya.

Terlebih, AS yang memiliki banyak negara sekutu di Eropa kini turut membantu Israel dalam peperangan melawan Iran.

“Tapi jujur aku takut kalau kemungkinan buruknya terjadi,” sebut Evan.

“Aku tidak mau stuck (terjebak) di sini sendirian, jauh dari istri dan keluarga,” paparnya.

Kemungkinan Sulit Kembali ke RI

Evan juga mengungkap potensi jalur penerbangan ikut sulit dijangkau dalam upayanya kembali dari Jerman menuju ke Tanah Air.

“Kalau Jerman beneran ikut perang dan bandara ditutup,” jelasnya.

“Kasus terburuk, perang nuklir terjadi dan blackout tidak tahu berapa lama,” imbuh Evan.

Terkait hal itu, Evan lantas mengungkapkan rencananya bersama sang istri yang sempat ingin tinggal di Jerman, namun berujung pelik atas konflik peperangan tersebut.

“Saat ini istriku lagi proses mengurus visa, tapi prosesnya lama, tadinya rencana kita mau tinggal sebelum kita berdua ke Indonesia,” bebernya.

“Resikonya terlalu besar dan aku tidak sanggup menanggung konsekuensinya,” tukas Evan.***