Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara tegas menyatakan bahwa visi pembangunan IKN jauh melampaui sekadar fungsi sebagai kota administrasi negara. Proyek ambisius ini juga diproyeksikan untuk menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan, mengintegrasikan kemajuan modern dengan kekayaan alam dan budaya Kalimantan Timur.

sulutnetwork.com – Pernyataan tersebut, yang disampaikan oleh Otorita IKN pada Rabu, 20 Mei 2026, melalui rilis yang diterima oleh detikTravel dari Femi Diah, menyoroti komitmen pemerintah untuk menciptakan sebuah kota yang holistik. Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara terus berjalan sesuai rencana. Fokusnya tidak hanya pada pembentukan pusat pemerintahan yang efisien, melainkan juga pada penciptaan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal. Konsep wisata berkelanjutan menjadi pilar utama, dirancang untuk memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dinikmati secara jangka panjang tanpa mengorbankan sumber daya masa depan.
Visi pembangunan IKN sebagai kota administrasi negara dan destinasi wisata berkelanjutan merupakan langkah strategis untuk menyeimbangkan fungsi pemerintahan dengan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan kota yang dinamis, tidak hanya sebagai tempat kerja bagi aparatur sipil negara, tetapi juga sebagai magnet bagi wisatawan, investor, dan talenta. Dengan demikian, IKN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu mendorong roda perekonomian nasional secara lebih luas, melalui diversifikasi sektor ekonomi yang tidak hanya bergantung pada pemerintahan.

Sebagai penggerak ekonomi nasional, IKN dirancang untuk menarik investasi di berbagai sektor, termasuk teknologi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Pembangunan infrastruktur modern, seperti jaringan transportasi yang terintegrasi dan konektivitas digital yang canggih, menjadi fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ini. Selain itu, pengembangan klaster industri dan pusat inovasi diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Keterlibatan sektor swasta dan kemitraan publik-swasta menjadi kunci dalam mewujudkan ambisi IKN sebagai mesin ekonomi yang kuat.
Salah satu pilar utama dalam pengembangan IKN sebagai destinasi adalah perpaduan harmonis antara pembangunan modern, bentang alam Kalimantan yang kaya, dan kearifan lokal. Konsep kota pintar (smart city) akan diimplementasikan dengan penekanan pada keberlanjutan lingkungan, penggunaan energi terbarukan, dan pengelolaan limbah yang efisien. Bangunan-bangunan dirancang dengan prinsip arsitektur hijau, mengoptimalkan pencahayaan alami dan ventilasi, serta mengurangi jejak karbon. Sementara itu, hutan hujan tropis Kalimantan akan dilestarikan dan diintegrasikan ke dalam tata kota, menciptakan ruang hijau yang luas dan paru-paru kota yang vital.

Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan IKN. Otorita IKN berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati, melindungi ekosistem hutan dan sungai, serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Program reforestasi dan rehabilitasi lahan akan dilakukan secara masif untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan. Selain itu, IKN akan menjadi laboratorium hidup untuk praktik-praktik pembangunan hijau dan konservasi, menarik para peneliti dan praktisi lingkungan dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan lingkungan global.
Keterlibatan masyarakat sekitar, khususnya komunitas adat, merupakan aspek krusial dalam pembangunan IKN. Otorita IKN bertekad untuk memastikan bahwa pembangunan ini memberikan manfaat langsung bagi penduduk lokal, bukan justru menggusur mereka. Program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan akses terhadap pendidikan akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek-proyek pembangunan dan sektor pariwisata juga menjadi komitmen. Kesenian, kerajinan, dan tradisi lokal akan diangkat sebagai daya tarik budaya, memastikan kearifan lokal tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.

Pengembangan wisata di IKN diharapkan membuka peluang usaha yang signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sektor jasa dan transportasi, terutama bagi masyarakat lokal. Otorita IKN akan memfasilitasi UMKM untuk mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan pariwisata, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga akomodasi berbasis komunitas (homestay). Pelatihan manajemen bisnis, pemasaran digital, dan standar pelayanan akan diberikan untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing dan memenuhi standar pariwisata internasional.
Berbagai destinasi dan fasilitas penunjang pariwisata tengah dikembangkan di IKN. Salah satu yang menarik adalah area glamping (glamorous camping) yang disiapkan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Area ini ditujukan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tropis Kalimantan yang indah, namun tetap dengan kenyamanan fasilitas modern. Glamping akan menawarkan pengalaman menginap yang unik, memadukan petualangan alam dengan kemewahan dan fasilitas lengkap, seperti tenda-tenda mewah, kamar mandi pribadi, dan layanan premium.

Selain glamping, IKN juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pariwisata bertaraf internasional. Convention center megah akan dibangun untuk mendukung MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) tourism, menarik acara-acara berskala nasional maupun internasional. Botanical garden yang luas akan menjadi rumah bagi keanekaragaman flora Kalimantan, berfungsi sebagai pusat penelitian, edukasi, dan rekreasi. Pusat kuliner akan menyajikan hidangan khas Nusantara, dengan penekanan pada masakan lokal Kalimantan, serta aneka pilihan kuliner internasional.
Untuk mendukung pengalaman wisatawan, pusat informasi wisatawan akan didirikan, menyediakan panduan lengkap, peta, dan layanan pemesanan tur. Fasilitas kesehatan modern juga akan tersedia untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Yang tak kalah penting, pusat kebudayaan Nusantara akan menjadi wadah untuk melestarikan dan menampilkan berbagai seni, tarian, musik, dan kerajinan dari seluruh penjuru Indonesia, menciptakan pengalaman budaya yang mendalam bagi setiap pengunjung.

Otorita IKN juga menyiapkan berbagai destinasi berbasis lingkungan yang diarahkan menjadi daya tarik wisata unggulan. Destinasi ini dikembangkan dengan menggabungkan keindahan alam tropis Kalimantan dengan fasilitas modern yang ramah lingkungan. Contohnya adalah jalur trekking di hutan, area observasi burung, wisata sungai, dan pusat konservasi satwa endemik. Konsep ini bertujuan untuk mengedukasi wisatawan tentang pentingnya konservasi lingkungan sambil memberikan pengalaman petualangan yang tak terlupakan.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa pembangunan IKN akan terus berjalan normal dan sesuai target yang telah ditetapkan. Ia mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menjamin kepastian status IKN sebagai ibu kota negara. Keppres tersebut juga secara spesifik menyebutkan arah IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028, menandai tonggak penting dalam sejarah perpindahan ibu kota Indonesia. Kepastian hukum ini memberikan landasan kuat bagi investor dan seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan kontribusi mereka dalam pembangunan IKN.

Progres pembangunan fisik IKN di lapangan juga terus menunjukkan kemajuan signifikan. Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya terus dikebut. Pembangunan gedung-gedung pemerintahan, perumahan bagi ASN, serta fasilitas pendukung lainnya juga berjalan sesuai jadwal. Desain kota yang mengusung konsep forest city, di mana 75% wilayah IKN akan menjadi area hijau dan hutan, secara bertahap mulai terlihat. Konsep ini bukan hanya sebuah janji, melainkan sebuah komitmen nyata untuk membangun kota yang harmonis dengan alam.
Dalam konteks perpindahan ibu kota, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memastikan bahwa status Jakarta masih tetap sebagai ibu kota negara sampai ada keputusan resmi pemindahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan ini penting untuk memberikan kepastian hukum dan administrasi selama masa transisi. Proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap, memastikan tidak ada kekosongan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh lembaga terkait, menjadi kunci sukses dalam proses transisi ini.

Dengan segala perencanaan dan komitmen yang telah dicanangkan, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan yang baru, tetapi juga sebuah kota percontohan global. Sebuah kota yang tidak hanya modern dan cerdas, tetapi juga berkelanjutan, inklusif, dan berwawasan lingkungan. IKN adalah manifestasi dari visi Indonesia Emas 2045, sebuah kota masa depan yang dibangun dengan semangat inovasi, keberlanjutan, dan kebanggaan akan identitas Nusantara. Transformasi IKN menjadi destinasi wisata berkelanjutan akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut, menjadikannya magnet bagi dunia untuk merasakan keunikan dan keindahan Indonesia.




