Perjalanan udara modern kerap diwarnai dengan prosedur keamanan yang ketat dan terkadang tak terduga. Bagi banyak pelancong, melewati pemeriksaan keamanan bandara adalah rutinitas yang diharapkan berjalan mulus, namun tak jarang ada detail kecil yang luput dari perhatian dan berpotensi menimbulkan masalah. Sebuah insiden yang dialami oleh seorang pelancong bernama Danielle Kate Wroe menyoroti bagaimana pilihan busana yang tampak biasa saja—bahkan dikenakan demi kenyamanan—justru bisa menjadi biang kerok penundaan dan pemeriksaan berulang di berbagai bandara internasional.

sulutnetwork.com – Danielle Kate Wroe, seorang pelancong yang kisah perjalanannya diulas oleh Mirror dan dikutip CNN Indonesia pada Minggu (1/2/2026), tidak pernah menyangka bahwa setelan olahraga kesayangannya akan menjadi sumber masalah yang berulang di setiap titik pemeriksaan keamanan bandara. Setelan tersebut, sebuah tracksuit dari merek terkenal Juicy Couture, memang bukan setelan olahraga biasa. Pakaian tersebut dihiasi dengan detail ‘bling-bling’ yang mencolok, yang kemudian terbukti menjadi penyebab utama dirinya terus-menerus dihentikan oleh petugas keamanan sepanjang perjalanannya.

Wroe menceritakan pengalamannya yang dimulai sejak pemeriksaan keamanan pertama di Bandara Manchester. Saat ia melewati alat pemindai, alarm berbunyi nyaring, mengindikasikan adanya sesuatu yang terdeteksi. Ia awalnya mengira ada benda logam tersembunyi, namun setelah serangkaian pertanyaan dan pemeriksaan, terungkap bahwa setelan olahraga yang ia kenakanlah yang menjadi pemicunya. Detail ‘bling-bling’ yang menghiasi pakaiannya, terutama tulisan ‘Juicy’ bertabur berlian imitasi di bagian belakang celananya, menjadi sorotan utama.

Momen pencerahan bagi Wroe datang ketika seorang petugas keamanan di Bandara Manchester dengan ramah namun lugas menanyakan tentang celananya. “Apakah celana Anda sama dengan ini?” tanya petugas tersebut, sambil menunjuk tulisan ‘Juicy’ yang berkilauan di bagian belakang baju olahraga Wroe. Dengan sedikit kebingungan, Wroe mengiyakan, melirik ke arah belakang celananya yang juga dihiasi dengan detail serupa. Petugas tersebut dan rekan-rekannya kemudian terkekeh kecil, seraya berkata bahwa ia pasti akan dihentikan saat melewati alat pemindai.

Prediksi petugas tersebut terbukti benar. Saat Wroe melangkah melewati alat pemindai, bunyi alarm yang memekakkan telinga langsung terdengar. Proses pemeriksaan pun berlanjut, dengan petugas menanyakan apakah ada sesuatu di saku celananya, yang ia jawab tidak ada. Kemudian, ia diminta untuk memeriksa sepatunya, sebuah prosedur standar untuk memastikan tidak ada benda terlarang. Setelah beberapa saat, seorang petugas keamanan memberikan saran kepadanya: “Jangan lagi-lagi mengenakan setelan olahraga Juicy ke bandara jika Anda tidak mau dihentikan.”

Peringatan itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah realita yang Wroe hadapi berulang kali. Ia mengungkapkan bahwa bukan hanya di Bandara Manchester, melainkan di pemeriksaan keamanan di bandara-bandara lain di seluruh dunia, ia juga mengalami masalah serupa. Setiap kali ia melewati alat pemindai, alarm selalu berbunyi, dan ia selalu diminta untuk menjalani pemeriksaan tambahan. Ini menjadi pengalaman yang berulang, mengubah rutinitas pemeriksaan keamanan menjadi sebuah drama kecil yang terus terulang.

Wroe sendiri awalnya berasumsi bahwa hiasan ‘berlian imitasi’ pada setelan olahraganya tidak akan memicu alarm. “Saya berasumsi tidak bakal memicu alarm karena tidak ada logam di antara berlian imitasi pada pakaian olahraga tersebut. Semuanya hanya plastik,” tulisnya. Pemahaman umum tentang detektor logam adalah bahwa mereka hanya bereaksi terhadap material logam. Namun, kenyataannya, alarm pemindai tetap berbunyi nyaring, menunjukkan bahwa ada faktor lain yang bekerja di balik layar teknologi keamanan bandara.

Untuk memahami mengapa setelan ‘bling-bling’ Wroe menjadi masalah, penting untuk memahami cara kerja sistem keamanan bandara modern. Alat pemindai di bandara, seperti detektor logam dan pemindai tubuh penuh (full-body scanners) menggunakan berbagai teknologi untuk mendeteksi benda-benda yang tersembunyi di balik pakaian atau di dalam tas. Detektor logam tradisional bekerja dengan memancarkan medan elektromagnetik yang akan terganggu jika ada benda logam melewatinya. Sementara itu, pemindai tubuh penuh, seperti yang menggunakan teknologi gelombang milimeter atau backscatter X-ray, mampu mendeteksi benda-benda non-logam yang padat atau memiliki kepadatan tertentu, serta bahan-bahan yang memiliki sifat dielektrik tertentu.

Meskipun ‘berlian imitasi’ pada tracksuit Juicy Couture Wroe mungkin terbuat dari plastik atau akrilik, ada beberapa alasan mengapa mereka bisa memicu alarm. Pertama, beberapa jenis berlian imitasi, terutama yang lebih berkualitas, mungkin memiliki lapisan tipis dari logam reflektif di bagian belakang untuk meningkatkan kilaunya. Lapisan ini, meskipun sangat tipis, bisa saja cukup untuk dideteksi oleh sensor yang sensitif. Kedua, volume atau kepadatan material ‘bling-bling’ yang sangat banyak dan terpusat di satu area, seperti tulisan ‘Juicy’ yang besar, bisa menciptakan anomali yang dideteksi oleh pemindai gelombang milimeter atau backscatter. Sistem ini tidak hanya mencari logam, tetapi juga bentuk dan kepadatan yang tidak biasa pada tubuh.

Ketiga, beberapa detektor modern juga dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi bahan-bahan tertentu yang memiliki karakteristik elektromagnetik unik, bahkan jika bukan logam murni. Kumpulan material padat, seperti ratusan atau ribuan manik-manik plastik atau kaca yang dipadatkan, dapat memantulkan atau menyerap gelombang yang dipancarkan pemindai dengan cara yang berbeda dari kain biasa, sehingga memicu alarm dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas keamanan dilatih untuk menyelidiki setiap anomali, tidak peduli seberapa kecil atau tidak berbahaya kelihatannya.

Setelan Juicy Couture sendiri, yang mencapai puncak popularitasnya di awal tahun 2000-an dan mengalami kebangkitan kembali di era modern, dikenal dengan desainnya yang nyaman namun mewah, seringkali dihiasi dengan logo atau tulisan yang dibuat dari kristal imitasi, manik-manik, atau rhinestones. Desain ‘bling-bling’ ini menjadi ciri khas yang membedakannya. Ironisnya, fitur inilah yang menjadi bumerang bagi Wroe di bandara. Meskipun niatnya adalah kenyamanan, hasil yang didapat adalah serangkaian interupsi yang mengganggu.

Wroe mengaku tak keberatan dihentikan untuk diperiksa, asalkan para petugas memperlakukannya dengan sopan dan ramah. Ia membandingkan pengalamannya di Manchester dengan pengalaman buruk yang pernah ia alami dengan petugas keamanan di bandara lain di seluruh dunia. “Saya pernah mendapat pengalaman buruk dengan petugas keamanan di berbagai bandara di seluruh dunia. Tapi untungnya, saat terbang dari Manchester, mereka cukup ramah dan hanya menjalankan tugas mereka, bukan bertingkah seperti orang yang terlalu kaku,” tulisnya. Perlakuan yang ramah dan profesional dari petugas keamanan memang dapat membuat perbedaan signifikan dalam pengalaman pelancong, bahkan ketika prosedur keamanan yang ketat harus dijalankan.

Alasan utama Wroe mengenakan setelan olahraga tersebut adalah demi kenyamanan. Saat bepergian dengan pesawat, kenyamanan menjadi prioritas utama bagi banyak orang, terutama untuk penerbangan jarak jauh atau saat harus berpindah-pindah. Setelan olahraga memungkinkan Wroe untuk tetap lincah, bergerak bebas, dan tidak khawatir pakaiannya tersingkap atau tergeser oleh ransel, seperti yang sering terjadi jika ia mengenakan rok atau pakaian lain yang kurang praktis. "Itulah mengapa setelan olahraga Juicy Couture saya wajib dipakai saat penerbangan," ungkapnya, "Setidaknya itulah yang saya pikirkan sebelum disuruh minggir dan diminta untuk tidak memakainya lagi saat melewati pemeriksaan keamanan."

Kisah Wroe menjadi pengingat bagi para pelancong tentang potensi masalah tak terduga yang bisa muncul dari pilihan busana. Selain hiasan ‘bling-bling’, ada beberapa item pakaian atau aksesori lain yang juga dikenal dapat memicu alarm di pemeriksaan keamanan bandara. Contoh umum meliputi bra dengan kawat penyangga (underwire bra) yang terbuat dari logam, sabuk dengan gesper logam besar, sepatu dengan komponen logam tersembunyi, atau bahkan pakaian dengan cetakan metalik atau benang logam yang dijahit di dalamnya. Perhiasan berlebihan, seperti kalung berlapis-lapis atau gelang tebal, juga seringkali disarankan untuk dilepas sebelum melewati pemindai.

Bagi mereka yang memiliki implan medis, seperti pacemaker, sendi buatan, atau pelat dan sekrup logam pasca-operasi, pemeriksaan keamanan bisa menjadi lebih kompleks. Dalam kasus seperti ini, penting untuk memberitahu petugas keamanan sebelumnya dan membawa surat keterangan medis jika diperlukan. Bahkan beberapa jenis pewarna pada pakaian atau aksesoris rambut tertentu kadang-kadang bisa memicu detektor yang sangat sensitif, meskipun ini jauh lebih jarang terjadi.

Untuk meminimalkan potensi penundaan dan ketidaknyamanan di pemeriksaan keamanan bandara, ada beberapa tips praktis yang bisa diikuti oleh para pelancong. Pertama, kenakan pakaian yang sederhana dan nyaman, dengan sedikit atau tanpa hiasan logam. Hindari gesper sabuk yang besar, perhiasan yang mencolok, dan sepatu yang sulit dilepas. Jika memungkinkan, pilih sepatu slip-on agar mudah dilepas dan dipakai kembali. Kedua, kosongkan semua saku pakaian sebelum melewati pemindai, pindahkan kunci, dompet, ponsel, dan barang-barang kecil lainnya ke dalam tas tangan.

Ketiga, jika Anda memiliki keraguan tentang apakah suatu item pakaian atau aksesori akan memicu alarm, lebih baik lepaskan saja dan masukkan ke dalam nampan pemeriksaan. Ini termasuk jaket, topi, jam tangan, dan perhiasan. Keempat, selalu patuhi instruksi petugas keamanan dengan tenang dan kooperatif. Mereka bertugas untuk memastikan keselamatan semua penumpang, dan kerja sama Anda akan mempercepat proses.

Kisah Danielle Kate Wroe dengan setelan olahraga Juicy Couture-nya adalah contoh nyata bagaimana aspek-aspek kecil dari kehidupan sehari-hari—termasuk pilihan busana—dapat berinteraksi dengan sistem keamanan yang kompleks di bandara. Meskipun niatnya murni untuk kenyamanan dan gaya, detail ‘bling-bling’ pada pakaiannya secara tak terduga memicu serangkaian intervensi keamanan. Pengalaman ini mengajarkan bahwa dalam dunia perjalanan udara modern, di mana keamanan menjadi prioritas utama, kehati-hatian dalam memilih apa yang dikenakan adalah kunci untuk memastikan perjalanan yang lancar dan bebas hambatan. Pelajaran pentingnya adalah selalu waspada terhadap potensi tak terduga dari setiap benda yang dibawa atau dikenakan saat melangkah ke area steril bandara.