Inter Milan berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/2026, setelah melalui pertandingan dramatis melawan Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Dalam laga yang berlangsung sengit pada Senin, 13 April 2026 dini hari WIB, Nerazzurri menunjukkan mental baja dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4-3. Kemenangan ini semakin memantapkan posisi Inter di puncak klasemen, membawa mereka selangkah lebih dekat menuju peraihan gelar Scudetto yang diidam-idamkan.
sulutnetwork.com – Pertandingan antara Como dan Inter Milan menyajikan tontonan yang mendebarkan bagi para penggemar sepak bola, di mana tuan rumah Como sempat mengejutkan dengan memimpin 2-0 di babak pertama sebelum Inter membalas satu gol. Namun, babak kedua menjadi panggung bagi kebangkitan Inter, yang mencetak tiga gol tambahan untuk memastikan kemenangan. Gol-gol Inter dicetak oleh Marcus Thuram (dua gol) dan Denzel Dumfries (dua gol), sementara gol Como dicetak oleh Alex Valle, Nico Paz, dan penalti dari Lucas Da Cunha. Hasil ini menegaskan dominasi Inter di liga, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi Como yang tampil gigih.
Menjelang laga ini, Inter Milan datang dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara Serie A, di bawah asuhan pelatih Simone Inzaghi yang telah meracik tim dengan sangat efektif sepanjang musim. Ambisi untuk merengkuh gelar Scudetto sudah di depan mata, dengan setiap pertandingan menjadi final bagi mereka. Konsistensi menjadi kunci, dan tekanan untuk terus meraih kemenangan sangat terasa. Di sisi lain, Como, yang dilatih oleh legenda sepak bola Cesc Fabregas, telah menjadi salah satu tim kejutan musim ini. Mereka menempati posisi yang cukup baik di papan atas, menunjukkan performa yang menjanjikan dan berjuang untuk mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi mentalitas dan strategi kedua tim. Atmosfer di Giuseppe Sinigaglia diharapkan akan membara, dengan dukungan penuh dari para tifosi Como yang ingin melihat tim kesayangan mereka menahan laju tim raksasa dari Milan.
Babak pertama dimulai dengan tempo yang cukup tinggi. Inter Milan, dengan skuad inti mereka yang diperkuat Yann Sommer di bawah mistar gawang, trio bek Akanji, Acerbi, dan Bastoni, serta lini tengah yang solid bersama Barella, Calhanoglu, dan Zielinski, berusaha mengendalikan permainan sejak peluit awal. Duet penyerang Esposito dan Thuram diharapkan dapat membongkar pertahanan Como. Namun, Como yang bermain di kandang sendiri menunjukkan determinasi tinggi. Mereka menerapkan strategi pressing ketat dan mencoba memanfaatkan setiap peluang serangan balik. Tuan rumah tidak gentar menghadapi tim sekuat Inter.
Kejutan pertama datang pada menit ke-36. Sebuah serangan terstruktur dari Como berhasil membuahkan hasil. Alex Valle, bek sayap kiri Como, menunjukkan naluri menyerang yang tajam. Memanfaatkan celah di pertahanan Inter, ia berhasil menerobos masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Yann Sommer. Gol tersebut sontak membakar semangat para pemain Como dan suporter yang memadati stadion. Inter tertinggal 1-0, sebuah situasi yang jarang mereka alami di musim ini. Nerazzurri mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Como yang digalang oleh Diego Carlos dan Kempf tampil disiplin.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Inter justru kembali dikejutkan di penghujung babak pertama. Pada menit ke-45, Nico Paz, gelandang serang muda Como, menggandakan keunggulan timnya. Gol ini berawal dari kelengahan di lini tengah Inter, memungkinkan Como membangun serangan cepat. Paz dengan tenang mengeksekusi peluang yang didapatkannya, membuat skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Como. Giuseppe Sinigaglia bergemuruh, merayakan keunggulan signifikan atas salah satu kandidat juara liga. Situasi ini tentu sangat tidak ideal bagi Inter Milan, yang terancam kehilangan poin penting dalam perburuan Scudetto.
Namun, Inter Milan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sesaat sebelum turun minum. Marcus Thuram berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi Nerazzurri, mengubah suasana ruang ganti yang tadinya mungkin dipenuhi kekecewaan menjadi sedikit optimisme. Gol Thuram membuktikan bahwa Inter masih memiliki daya juang dan kemampuan untuk membalas. Peluit babak pertama berbunyi, meninggalkan para pemain dan staf pelatih Inter dengan pekerjaan rumah yang besar di jeda pertandingan.
Di ruang ganti, Cesc Fabregas kemungkinan besar menekankan pentingnya menjaga konsentrasi dan disiplin bagi para pemain Como. Dengan keunggulan satu gol, mereka berada dalam posisi yang menguntungkan, namun menghadapi tim sekaliber Inter, keunggulan tipis bisa sirna dalam sekejap. Di sisi lain, Simone Inzaghi diyakini memberikan instruksi taktis yang lebih agresif kepada anak asuhnya. Inzaghi kemungkinan besar menekankan perlunya peningkatan tempo, presisi dalam umpan, dan memanfaatkan setiap celah yang ada di pertahanan Como. Perubahan mentalitas juga menjadi fokus utama, mengingatkan para pemain akan target Scudetto yang harus mereka raih.
Babak kedua dimulai dengan Inter Milan yang tampil lebih bersemangat dan agresif. Hanya empat menit setelah jeda, tepatnya pada menit ke-49, Marcus Thuram kembali menjadi pahlawan. Berawal dari blunder yang dilakukan oleh pemain belakang Como, Thuram dengan sigap memanfaatkan kesalahan tersebut. Dengan sentuhan cerdik, ia mengangkat bola melewati kepala kiper Como, Butez, yang maju terlalu jauh dari garis gawangnya. Bola meluncur mulus ke dalam gawang, mengubah skor menjadi 2-2. Gol penyama kedudukan ini benar-benar membalikkan momentum pertandingan, memberikan dorongan besar bagi Inter dan membuat para pemain Como mulai terlihat goyah.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Inter Milan semakin gencar melancarkan serangan. Mereka sepenuhnya mengambil alih kendali permainan, mendominasi penguasaan bola, dan terus menekan pertahanan Como. Tekanan ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-58. Denzel Dumfries, bek sayap kanan Inter yang terkenal dengan kontribusi ofensifnya, berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini berawal dari pergerakan cerdas Hakan Calhanoglu, yang mengirimkan umpan terukur kepada Dumfries. Dengan penyelesaian akhir yang tenang, Dumfries sukses menaklukkan kiper Butez, membawa Inter Milan berbalik unggul 3-2. Sebuah comeback yang luar biasa, menunjukkan karakter juara dari Nerazzurri.
Keunggulan satu gol tidak membuat Inter mengendurkan serangan. Mereka terus mencari gol tambahan untuk mengamankan kemenangan. Pada menit ke-72, Denzel Dumfries kembali menunjukkan ketajamannya. Kali ini, golnya tercipta dari situasi set piece. Setelah tendangan sudut atau tendangan bebas yang terencana dengan baik, Dumfries berada di posisi yang tepat untuk menyambut bola dan mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut. Skor berubah menjadi 4-2, memberikan Inter Milan keunggulan dua gol yang cukup nyaman dan membuat para pendukung Nerazzurri di stadion bersorak gembira.
Meskipun tertinggal dua gol, Como tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berjuang untuk memperkecil ketertinggalan dan mencari celah di pertahanan Inter. Di menit-menit akhir pertandingan, pada menit ke-89, Como mendapatkan hadiah penalti setelah Nico Paz dilanggar di dalam kotak terlarang. Lucas Da Cunha maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menjalankan tugasnya, memperdaya kiper Sommer. Gol penalti tersebut mengubah skor menjadi 4-3, memberikan sedikit harapan bagi Como untuk meraih hasil imbang di sisa waktu yang sangat singkat. Namun, waktu tidak cukup bagi Como untuk mencetak gol penyama kedudukan, dan wasit pun meniup peluit panjang, menandai berakhirnya pertandingan dengan kemenangan dramatis 4-3 untuk Inter Milan.
Kemenangan ini memiliki implikasi besar dalam perburuan gelar Scudetto. Inter Milan kini kokoh di puncak klasemen dengan raihan 75 poin. Mereka unggul signifikan sembilan poin dari rival terdekat, Napoli, yang berada di posisi kedua dengan 66 poin. Dengan beberapa pertandingan tersisa di musim ini, keunggulan ini menempatkan Inter di posisi yang sangat kuat untuk mengamankan gelar juara. Mereka hanya membutuhkan beberapa kemenangan lagi untuk secara matematis mengunci Scudetto. Kemenangan atas Como bukan hanya menambah poin, tetapi juga memperkuat mentalitas tim, menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan dan bangkit dari situasi sulit.
Sementara itu, bagi Como, kekalahan ini membuat mereka turun ke posisi kelima di klasemen dengan 58 poin. Meskipun demikian, mereka masih berada dalam persaingan ketat untuk memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Como kini berada di belakang AC Milan dan Juventus, yang juga berjuang untuk posisi empat besar. Pertandingan melawan Inter ini, meskipun berakhir dengan kekalahan, telah menunjukkan potensi besar dari skuad asuhan Cesc Fabregas. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim terbaik di liga dan menunjukkan beberapa talenta muda yang menjanjikan seperti Nico Paz dan Alex Valle. Pengalaman dari pertandingan ini akan sangat berharga bagi perkembangan tim Como di sisa musim.
Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim mencerminkan strategi masing-masing.
Como: Butez; Van der Brempt, Diego Carlos, Kempf, Alex Valle; Sergi Roberto, Perrone; Diao, Nico Paz, Baturina; Douvikas. Formasi yang solid dengan fokus pada transisi cepat.
Inter: Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Esposito, Thuram. Inter mengandalkan formasi 3-5-2 khas Inzaghi yang memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan melalui peran wing-back yang aktif.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin bagi Inter, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing bahwa mereka adalah tim yang sulit ditaklukkan. Kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol menunjukkan kedalaman karakter dan kualitas individu para pemain. Marcus Thuram dan Denzel Dumfries, dengan masing-masing dua gol, menjadi motor kebangkitan Inter. Performa Calhanoglu di lini tengah juga patut diacungi jempol, terutama dengan assist krusialnya. Sementara itu, Como, meskipun kalah, patut diacungi jempol atas perjuangan dan semangat pantang menyerah mereka. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dan menghibur di Liga Italia musim ini, dengan Inter Milan yang semakin dekat menuju perayaan gelar juara.
