Jakarta – Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) secara resmi telah merilis daftar klub peserta untuk Kejuaraan Liga Basket Asia-Timur (Basketball Champions League Asia-East) 2026. Dalam pengumuman yang dinantikan tersebut, nama Dewa United Banten mencuat sebagai salah satu tim yang akan berkompetisi, menandai debut bersejarah mereka di kancah bola basket regional. Keikutsertaan Dewa United tidak hanya menjadi kebanggaan bagi klub, tetapi juga sorotan bagi perkembangan bola basket Indonesia di panggung internasional, mengingat mereka akan menggantikan peran Pelita Jaya yang sebelumnya menjadi representasi Indonesia.

sulutnetwork.com – Kejuaraan Liga Basket Asia-Timur, atau yang lebih dikenal dengan Basketball Champions League Asia-East (BCL Asia-East), merupakan salah satu kompetisi klub bola basket paling bergengsi yang diinisiasi oleh FIBA. Turnamen ini dirancang untuk mempertemukan tim-tim terkemuka dari federasi nasional yang berada di bawah sub-zona Asia Tenggara dan Asia Timur dari FIBA Asia, bertujuan untuk meningkatkan standar kompetisi klub dan memberikan jalur kualifikasi menuju turnamen yang lebih besar, yakni BCL Asia. Kompetisi ini menjadi wadah penting bagi klub-klub untuk menguji kekuatan, strategi, dan kualitas pemain mereka di level regional, sekaligus memperluas jangkauan penggemar bola basket di seluruh benua.

Dalam lansiran resminya, FIBA merinci bahwa tujuh klub yang berpartisipasi dalam edisi 2026 ini akan dibagi ke dalam dua grup yang ketat. Grup A dihuni oleh tiga tim dari sub-zona Asia Tenggara, yaitu Dewa United Banten dari Indonesia, Johor Southern Tigers dari Malaysia, dan Hi-Tech Basketball Club dari Thailand. Sementara itu, Grup B akan diramaikan oleh empat tim kuat lainnya, yakni XAC Broncos dari Mongolia, Taoyuan Pauian Pilots dan New Taipei Kings, keduanya dari Taiwan, serta South China Athletics dari Hong Kong. Pembagian grup ini menjanjikan pertandingan-pertandingan seru dan kompetitif sejak fase awal, dengan masing-masing tim berjuang untuk memperebutkan posisi terbaik demi melangkah ke babak selanjutnya.

Dewa United Banten meraih hak istimewa untuk menjalani debut di BCL Asia-East 2026 berkat pencapaian gemilang mereka di kancah domestik. Klub yang berbasis di Banten ini berhasil keluar sebagai juara Indonesia Basketball League (IBL) 2025, mengukuhkan dominasi dan kualitas mereka di liga profesional Indonesia. Kemenangan ini bukan hanya sekadar gelar juara, melainkan juga sebuah pintu gerbang menuju kompetisi regional yang lebih tinggi, menggantikan Pelita Jaya yang sebelumnya menjadi duta Indonesia. Keberhasilan Dewa United menjadi juara IBL 2025 menunjukkan konsistensi dan kerja keras tim, mulai dari manajemen, pelatih, hingga para pemain, dalam membangun skuad yang solid dan kompetitif. Ini adalah momen krusial bagi Dewa United untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya dominan di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di panggung Asia.

Persiapan Dewa United Banten untuk menghadapi BCL Asia-East 2026 dipastikan akan sangat intensif. Sebagai tim debutan, mereka membawa ekspektasi besar dari penggemar bola basket Indonesia. Komposisi skuad, strategi permainan, serta adaptasi terhadap gaya bermain lawan-lawan regional akan menjadi fokus utama. Pelatih dan staf Dewa United perlu merancang program latihan yang komprehensif, termasuk analisis mendalam terhadap lawan-lawan di Grup A, Johor Southern Tigers dan Hi-Tech Basketball Club, yang keduanya memiliki reputasi kuat di liga masing-masing. Ini adalah kesempatan bagi Dewa United untuk memperkenalkan identitas permainan mereka yang khas kepada khalayak regional dan menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh bola basket Indonesia.

Pertandingan-pertandingan Grup A, yang melibatkan Dewa United, dijadwalkan akan dimulai di Banten, Indonesia, pada tanggal 27 Maret 2026. Penyelenggaraan leg pertama di kandang sendiri tentu akan menjadi keuntungan besar bagi Dewa United, memungkinkan mereka untuk bermain di hadapan pendukung setia dan memanfaatkan familiaritas dengan lapangan serta lingkungan sekitar. Sementara itu, laga-laga Grup B akan bergulir di Hong Kong, dimulai pada tanggal 6 April 2026. Penjadwalan ini menunjukkan konsep karavan yang diusung oleh FIBA untuk fase grup, di mana setiap grup akan bertanding di lokasi yang telah ditentukan secara terpusat, memberikan pengalaman kompetisi yang unik bagi para peserta.

Konsep karavan ini merupakan salah satu inovasi FIBA untuk penyelenggaraan kompetisi regional. Dalam format ini, setiap grup akan bermain dalam beberapa leg di lokasi yang berbeda, memastikan setiap tim mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dan merasakan atmosfer pertandingan tandang. Setelah leg pertama di Banten, Dewa United akan kembali menjalani laga tandang di leg-leg berikutnya, yang tentunya akan menguji ketahanan fisik dan mental para pemain. Format ini juga memberikan kesempatan kepada penggemar bola basket di berbagai negara untuk menyaksikan pertandingan kelas dunia secara langsung, sekaligus mempromosikan olahraga ini di tingkat regional.

Fase grup BCL Asia-East 2026 akan berlangsung dalam beberapa putaran, dengan setiap tim saling berhadapan dalam skema kandang-tandang (dalam konsep karavan). Setelah seluruh pertandingan fase grup selesai, tiga tim teratas dari masing-masing grup akan berhak melaju ke babak Final 6 BCL Asia-East 2026. Ini berarti persaingan di fase grup akan sangat ketat, di mana setiap kemenangan dan selisih poin dapat menjadi penentu langkah selanjutnya. Tim-tim perlu menunjukkan konsistensi dan performa puncak di setiap pertandingan untuk mengamankan posisi di Final 6.

Di babak Final 6, enam tim yang lolos akan dibagi lagi menjadi dua grup, masing-masing terdiri dari tiga tim. Pembagian grup baru ini akan menciptakan tantangan baru, di mana tim-tim akan bertemu dengan lawan yang berbeda dari fase grup sebelumnya. Dua tim teratas dari setiap grup di Final 6 kemudian akan maju ke babak semifinal silang. Dalam format semifinal silang, juara dari satu grup akan bertemu dengan runner-up dari grup lain, menciptakan pertandingan eliminasi yang mendebarkan. Pemenang semifinal akan melaju ke partai final untuk memperebutkan gelar juara BCL Asia-East 2026.

Adapun hadiah utama bagi dua tim teratas di BCL Asia-East 2026 adalah tiket kualifikasi otomatis untuk bermain di Basketball Champions League Asia (BCL Asia) 2026. BCL Asia merupakan kompetisi klub basket tertinggi di benua Asia, yang mempertemukan juara-juara regional dari seluruh zona FIBA Asia. Dengan demikian, BCL Asia-East tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara regional, tetapi juga menjadi gerbang menuju kompetisi yang lebih besar dan bergengsi, di mana tim-tim akan bersaing memperebutkan status sebagai klub terbaik di Asia. Ini adalah motivasi tambahan bagi Dewa United dan tim-tim lainnya untuk mengerahkan seluruh kemampuan mereka.

Melihat jadwal pertandingan Dewa United, mereka akan menghadapi serangkaian laga yang menantang namun juga strategis.

Berikut Jadwal Tanding Dewa United Banten di BCL Asia-East 2026:

Leg Pertama (di Banten, Indonesia):

  • 27 Maret 2026: Dewa United Banten Vs Hi-Tech Basketball Club (Thailand)
  • 28 Maret 2026: Hi-Tech Basketball Club (Thailand) Vs Johor Southern Tigers (Malaysia)
  • 29 Maret 2026: Johor Southern Tigers (Malaysia) Vs Dewa United Banten

Leg pertama ini akan menjadi krusial bagi Dewa United untuk membangun momentum. Bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan besar, dan meraih kemenangan di dua laga kandang akan sangat penting untuk modal di leg-leg berikutnya. Hi-Tech Basketball Club dan Johor Southern Tigers adalah lawan yang tidak bisa diremehkan, masing-masing memiliki kekuatan dan gaya permainan yang berbeda.

Leg Kedua (di lokasi yang belum ditentukan, kemungkinan di Thailand atau Malaysia):

  • 15 April 2026: Dewa United Banten Vs Hi-Tech Basketball Club (Thailand)
  • 16 April 2026: Johor Southern Tigers (Malaysia) Vs Dewa United Banten
  • 17 April 2026: Hi-Tech Basketball Club (Thailand) Vs Johor Southern Tigers (Malaysia)

Leg kedua ini akan menguji kemampuan Dewa United untuk beradaptasi bermain di luar kandang. Tantangan perjalanan dan adaptasi dengan lingkungan baru akan menjadi faktor penting. Kembali menghadapi Hi-Tech Basketball Club dan Johor Southern Tigers akan menuntut Dewa United untuk menunjukkan konsistensi dan kemampuan untuk menyesuaikan strategi.

Leg Ketiga (di lokasi yang belum ditentukan, kemungkinan di Thailand atau Malaysia):

  • 1 Mei 2026: Johor Southern Tigers (Malaysia) Vs Dewa United Banten
  • 2 Mei 2026: Dewa United Banten Vs Hi-Tech Basketball Club (Thailand)
  • 3 Mei 2026: Hi-Tech Basketball Club (Thailand) Vs Johor Southern Tigers (Malaysia)

Leg terakhir fase grup ini akan menjadi penentu. Hasil dari pertandingan-pertandingan ini akan sangat berpengaruh terhadap posisi akhir Dewa United di klasemen Grup A dan apakah mereka berhasil lolos ke Final 6. Setiap poin, setiap kemenangan, akan sangat berharga di fase krusial ini.

Keterlibatan Dewa United di BCL Asia-East 2026 membawa dampak signifikan bagi perkembangan bola basket Indonesia. Ini adalah bukti bahwa klub-klub Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat regional dan internasional. Keikutsertaan ini juga akan memacu klub-klub IBL lainnya untuk terus meningkatkan kualitas mereka, dengan harapan dapat mengikuti jejak Dewa United di masa mendatang. Pengalaman bertanding melawan tim-tim terbaik dari Malaysia dan Thailand akan menjadi pembelajaran berharga bagi Dewa United, membantu mereka untuk mengidentifikasi area kekuatan dan kelemahan yang perlu ditingkatkan.

Secara keseluruhan, BCL Asia-East 2026 menjanjikan sebuah kompetisi yang seru dan penuh drama. Dengan format yang menarik dan tim-tim yang kompetitif, turnamen ini akan menjadi tontonan wajib bagi penggemar bola basket di seluruh Asia. Bagi Dewa United Banten, ini adalah kesempatan emas untuk mengukir sejarah, menunjukkan kebolehan mereka di panggung regional, dan membuka jalan bagi klub-klub Indonesia lainnya untuk berprestasi di tingkat internasional. Harapan besar kini diemban oleh Dewa United untuk membawa nama harum Indonesia di kancah bola basket Asia.