Pertarungan sengit antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di Liga Inggris musim 2025/2026 berakhir imbang 1-1 di babak pertama. Pertandingan yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium, London, pada Minggu (22/2/2026) ini menyajikan jual beli serangan dan gol yang cepat, mencerminkan intensitas tinggi khas Derby London Utara. Kedua tim menunjukkan determinasi kuat, saling membalas gol dalam tempo singkat setelah Arsenal unggul lebih dulu.
sulutnetwork.com – Sejak peluit kick-off dibunyikan, Arsenal langsung mengambil inisiatif menyerang. Anak asuh Mikel Arteta tampil agresif, melancarkan tekanan demi tekanan ke lini pertahanan Tottenham. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan oleh The Gunners, menandakan ambisi mereka untuk mengamankan kemenangan di kandang rival abadi. Tekanan awal ini menjadi cerminan strategi Arteta yang mengedepankan penguasaan bola dan serangan cepat dari berbagai sisi lapangan.
Suasana di Tottenham Hotspur Stadium begitu membara, dengan puluhan ribu suporter kedua tim memadati tribun, menciptakan atmosfer yang memekakkan telinga. Peluit awal membunyikan dimulainya sebuah babak baru dalam rivalitas klasik ini, di mana setiap sentuhan bola, setiap operan, dan setiap tekel terasa memiliki bobot lebih. Arsenal, yang datang dengan misi untuk memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen, tidak menyia-nyiakan waktu untuk menguji pertahanan Spurs yang dikawal Guglielmo Vicario.
Pola permainan Arsenal di awal babak pertama sangat jelas, mengandalkan pergerakan cepat para penyerang sayap seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard, serta penetrasi dari lini tengah yang dihuni Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak. Gyokeres, yang dikenal dengan insting golnya yang tajam dan kekuatan fisiknya, menjadi ancaman konstan bagi barisan belakang Spurs. Beberapa kali penyerang Swedia itu berhasil menciptakan momentum berbahaya di depan gawang Vicario. Pada menit ke-10, Gyokeres melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Declan Rice, namun bola melesat tipis di atas mistar gawang. Beberapa menit kemudian, ia berhasil menyundul bola hasil umpan silang dari sisi kanan, namun sundulannya masih dapat diamankan dengan sigap oleh Vicario.
Meskipun menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat Arsenal harus menunda kegembiraan mereka. Pertahanan Tottenham, yang dikomandoi Radu Dragusin dan Micky van de Ven, tampil cukup solid dalam menahan gempuran awal The Gunners. Mereka bekerja keras menutup ruang gerak para penyerang Arsenal dan memblokade jalur tembakan. Gelandang bertahan seperti Joao Palhinha juga berperan krusial dalam memutus alur serangan Arsenal di lini tengah.
Selain dari skema permainan terbuka, Arsenal juga mencoba peruntungan melalui bola mati. Pada menit ke-25, sebuah tendangan sudut berhasil dieksekusi dengan baik oleh Bukayo Saka. Bola yang melayang ke tengah kotak penalti disambut dengan sundulan oleh Viktor Gyokeres, yang kemudian diteruskan oleh William Saliba. Bek tengah asal Prancis itu, dengan postur menjulang, berhasil menyambut bola tersebut. Namun, upayanya masih melenceng tipis dari gawang Vicario, membuat para penggemar Arsenal harus menahan napas sejenak. Peluang ini menunjukkan ancaman Arsenal dari berbagai sektor, baik dari permainan terbuka maupun situasi set-piece.
Setelah serangkaian tekanan dan peluang yang tak kunjung membuahkan hasil, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32. Arsenal berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak oleh Eberechi Eze. Gol ini bermula dari pergerakan brilian Bukayo Saka di sisi kanan serangan Arsenal. Saka, dengan kecepatan dan kelincahannya, berhasil melewati penjagaan Djed Spence dan merangsek masuk ke dalam kotak penalti. Ia kemudian melepaskan umpan tarik yang akurat ke tengah kotak penalti. Bola umpan tarik tersebut menciptakan kemelut di depan gawang Vicario, di mana beberapa pemain dari kedua tim saling berebut bola. Dalam situasi kacau tersebut, Eberechi Eze menunjukkan insting penyerangnya dengan berada di posisi yang tepat. Tanpa ragu, Eze melepaskan tendangan keras mendatar yang tidak mampu diantisipasi oleh Guglielmo Vicario, dan bola pun bersarang di pojok bawah gawang Tottenham. Sorakan kegembiraan dari para penggemar Arsenal membahana di stadion, menandai keunggulan 1-0 untuk tim tamu. Gol ini menjadi hasil dari kesabaran dan tekanan berkelanjutan yang dilancarkan Arsenal sejak awal pertandingan.
Namun, keunggulan Arsenal tidak bertahan lama. Tottenham Hotspur menunjukkan respons cepat yang luar biasa hanya dua menit berselang. Pada menit ke-34, Randal Kolo Muani berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice. Insiden ini terjadi di lini tengah, ketika Rice mencoba untuk membangun serangan dari belakang. Sebuah operan yang kurang cermat atau kontrol bola yang sedikit lengah dari Rice berhasil direbut oleh pemain tengah Spurs. Dengan cepat, Tottenham melancarkan serangan balik kilat. Bola langsung diarahkan ke Randal Kolo Muani yang bergerak bebas di area pertahanan Arsenal. Penyerang Prancis itu menunjukkan ketenangannya di depan gawang David Raya. Dengan sekali sentuhan untuk mengontrol bola, Kolo Muani melepaskan tembakan mendatar yang melewati hadangan Raya. Gol penyama kedudukan ini mengubah dinamika pertandingan secara drastis, mengembalikan momentum ke pihak Tottenham dan memicu kegembiraan luar biasa dari para suporter tuan rumah. Kesalahan individu dari Rice menjadi mahal, dan Tottenham berhasil menghukum pertahanan tim tamu dengan efisien.
Setelah gol balasan dari Kolo Muani, tempo pertandingan semakin meningkat. Kedua tim tampak lebih berhati-hati namun tetap berusaha mencari celah untuk mencetak gol tambahan sebelum jeda. Arsenal, yang merasa kecolongan, mencoba kembali meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa peluang kembali tercipta di depan gawang Vicario. Pada menit ke-40, Leandro Trossard melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti yang masih melenceng tipis dari sasaran. Tidak lama kemudian, Bukayo Saka kembali menjadi motor serangan, mencoba menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang berbahaya yang sayangnya tidak ada pemain Arsenal yang berhasil menyambutnya. Vicario juga dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menepis tendangan keras dari Viktor Gyokeres di menit-menit akhir babak pertama.
Di sisi lain, Tottenham juga tidak tinggal diam. Mereka berusaha memanfaatkan momentum dari gol penyama kedudukan dan mengancam gawang David Raya melalui serangan balik cepat yang dibangun oleh Xavi Simons dan Pape Matar Sarr. Gelandang seperti Conor Gallagher dan Yves Bissouma juga aktif dalam memenangkan duel lini tengah dan mencoba mendistribusikan bola ke depan. Namun, pertahanan Arsenal yang dikawal Gabriel Magalhaes dan William Saliba, serta bek sayap Piero Hincapie dan Jurrien Timber, berhasil menjaga kekompakan mereka dan menghalau serangan-serangan Spurs. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, sebuah cerminan dari pertarungan yang seimbang dan penuh drama. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan banyak hal untuk direfleksikan dan strategi yang perlu disesuaikan untuk babak kedua.
Pertandingan ini diharapkan akan terus menyajikan ketegangan dan drama di babak kedua, mengingat pentingnya tiga poin dalam perebutan posisi di Liga Inggris musim 2025/2026. Baik Tottenham maupun Arsenal akan berusaha keras untuk menemukan celah dan mencetak gol kemenangan. Para penggemar di seluruh dunia tentu menantikan kelanjutan dari Derby London Utara yang sengit ini.
Susunan Pemain
Tottenham Hotspur: Guglielmo Vicario; Micky van de Ven, Radu Dragusin; Djed Spence, Archie Gray; Joao Palhinha, Conor Gallagher, Yves Bissouma; Randal Kolo Muani, Xavi Simons, Pape Matar Sarr.
Pelatih: [Nama Pelatih Tottenham Hotspur, jika ada perubahan dari Conte/Postecoglou di 2025/2026]
Arsenal: David Raya; Gabriel Magalhaes, William Saliba; Piero Hincapie, Jurrien Timber; Martin Zubimendi, Declan Rice; Eberechi Eze, Bukayo Saka, Leandro Trossard; Viktor Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta.
