Jakarta – Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) kembali menegaskan dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam memajukan dunia golf Indonesia, dengan fokus utama pada pengembangan generasi muda pegolf berprestasi. Melalui serangkaian inisiatif strategis, termasuk turnamen profesional dan kejuaraan junior kelas dunia, yayasan ini bertekad kuat melahirkan atlet-atlet golf Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional, bahkan mencapai panggung Olimpiade. Komitmen ini diperkuat dengan penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Awards 2026, sebuah ajang apresiasi bagi para pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang CGF, sekaligus peluncuran inisiatif inovatif seperti Street Golf Indonesia.
sulutnetwork.com – Kiprah Ciputra Golfpreneur Foundation dalam menopang ekosistem golf nasional terus berlanjut dengan semangat baru. Penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Awards 2026 pada Kamis, 12 Maret 2026, menjadi penanda penting atas dedikasi yayasan ini dalam mengapresiasi dukungan kolektif dari berbagai individu dan entitas korporasi. Acara penghargaan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk terima kasih, tetapi juga sebagai refleksi atas perjalanan panjang CGF dalam mengukir jejak prestasi melalui Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT), dua pilar utama program pengembangan atlet golf di Indonesia. Melalui konsistensi penyelenggaraan dan dukungan berkelanjutan, CGF secara aktif berupaya menciptakan fondasi yang kokoh bagi masa depan golf nasional.
Visi besar Ciputra Golfpreneur Foundation, yang didirikan oleh mendiang DR. (HC) Ir. Ciputra, adalah untuk mengangkat martabat golf Indonesia di panggung global. Semangat dan kecintaan almarhum Ciputra terhadap olahraga golf serta pengembangan potensi generasi muda menjadi landasan utama bagi seluruh kegiatan yayasan. CGF secara konsisten berupaya mewujudkan cita-cita ini dengan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan atlet golf dari level junior hingga profesional. Filosofi yang diusung adalah bahwa investasi pada generasi muda adalah kunci untuk mencapai prestasi puncak, termasuk impian untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di ajang Olimpiade melalui cabang olahraga golf.
Ciputra Golfpreneur Awards 2026, yang diselenggarakan dengan megah, menjadi momen krusial untuk mengukuhkan kemitraan dan mengakui peran vital berbagai pihak dalam mendukung misi CGF. Budiarsa Sastrawinata, Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Ciputra Golfpreneur Foundation, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi ini. "Penyerahan award ini merupakan salah satu cara kami untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah bergabung dalam perjalanan ini bersama-sama dengan CGF, sebagai individu maupun perusahaan," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi esensi penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan partisipasi aktif yang telah membantu CGF mencapai berbagai pencapaiannya.
Penghargaan tersebut terbagi dalam beberapa kategori untuk perusahaan, yakni Gold, Silver, dan Bronze, mencerminkan tingkat dan durasi dukungan yang telah diberikan. Selain itu, CGF juga memberikan penghargaan khusus kepada individu-individu yang dianggap telah memberikan kontribusi luar biasa dan jasa yang tak ternilai bagi yayasan. Pengakuan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk terima kasih, tetapi juga sebagai motivasi bagi para pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan golf di Indonesia, serta menarik lebih banyak pihak untuk bergabung dalam upaya mulia ini.
Salah satu pilar utama program CGF adalah Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT). Turnamen ini merupakan ajang golf profesional yang telah mendapatkan pengakuan internasional dengan menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT). Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014, CGT telah menjadi platform penting bagi para pegolf profesional, baik dari Indonesia maupun mancanegara, untuk menguji kemampuan mereka dan mengumpulkan poin peringkat dunia. Kehadiran turnamen sekelas ADT di Indonesia memberikan kesempatan berharga bagi pegolf lokal untuk bersaing di level tinggi tanpa harus bepergian jauh, sekaligus mendapatkan pengalaman berharga yang krusial untuk pengembangan karier profesional mereka.
Lebih jauh ke bawah piramida pengembangan atlet, terdapat Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC), sebuah turnamen junior yang diakui sebagai yang paling bergengsi di Indonesia. Sejarah CGJWC berawal pada tahun 1993, berkat inisiasi visionary dari almarhum DR. (HC) Ir. Ciputra. Awalnya, turnamen ini diselenggarakan di tingkat nasional, memberikan wadah bagi bakat-bakat muda Indonesia untuk berkompetisi. Namun, seiring waktu dan visi yang berkembang, cakupan turnamen ini meluas. Dari tingkat nasional, ia berkembang ke skala Asia Tenggara, kemudian Asia Pasifik, dan akhirnya mencapai status tingkat dunia sejak tahun 2007. Evolusi ini menunjukkan komitmen CGF untuk terus meningkatkan standar dan jangkauan turnamen, menjadikannya arena yang sesungguhnya bagi calon bintang golf masa depan dari seluruh penjuru dunia. CGJWC menjadi kawah candradimuka di mana pegolf junior dapat mengasah mental kompetitif, mengukur kemampuan mereka dengan standar internasional, dan membangun jaringan di dunia golf global.
Target utama dari seluruh upaya yang dilakukan Ciputra Golfpreneur Foundation adalah terwujudnya mimpi Olimpiade. Nararya Ciputra Sastrawinata, Ketua Ciputra Golfpreneur Foundation, dengan penuh optimisme menyatakan, "Target kami suatu saat nanti ada pegolf Indonesia yang bisa tampil di Olimpiade." Pernyataan ini bukan sekadar angan-angan, melainkan sebuah tujuan konkret yang didukung oleh strategi pengembangan yang terstruktur. CGF secara aktif memberikan dukungan komprehensif kepada para atlet yang memiliki potensi besar, mulai dari jenjang junior, amatir, hingga profesional. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan teknis, pembinaan fisik, dukungan psikologis, hingga bantuan untuk mengikuti turnamen-turnamen penting baik di dalam maupun luar negeri. Nararya menambahkan, "Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka," yang mencerminkan kepuasan yayasan terhadap kemajuan para atlet binaannya.
Saat ini, CGF dengan bangga membina delapan pegolf profesional yang menjanjikan, yang diharapkan dapat menjadi ujung tombak Indonesia di kancah golf internasional. Mereka adalah Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, Fadhli Rahman Soetarso, Joshua Andrew Wirawan, Gabriel Hansel, serta dua pegolf putri Patricia Walanda Sinolungan dan Inez Beatrice Wanamarta. Kehadiran pegolf-pegolf profesional ini di bawah naungan CGF menunjukkan investasi jangka panjang yayasan dalam mempersiapkan atlet untuk mencapai level tertinggi dalam karier mereka.
Selain para profesional, CGF juga memberikan perhatian besar pada pengembangan bibit-bibit muda melalui dukungan kepada 23 pegolf junior dan amatir. Daftar nama ini mencerminkan luasnya jangkauan CGF dalam menjaring dan membina talenta dari berbagai usia dan latar belakang. Mereka adalah Amadeus Christian Susanto, Asyrafa Danish Suryanto, Bianca Naomi Amina Laksono, Caithlyn Darlene Ong, Cynthia Valerie Ong, Elaine Widjaja, Eugene Emmanuel Tanyongjaya, Fausta Bianda, Jayden Himawan, Jonathan Xavier Hartono, Kentaro Nanayama, Markus Maximus Soenarjo, Maureen Shavelle Yose, Milanka Cleymira Rose Azwar, Muhammad Fadlan Athalah, Muhammad Farhan Athalah, Prakasa Alfa Rizqi, Raka Aquila Achka, Rayhan Abdul Latief, Reicherin Giftrudy Hanslkie, Richtier Joelle Hanslkie, Sania Talita Wahyudi, dan Zendaya Charlotte Hallatu. Pembinaan yang dilakukan terhadap kelompok ini sangat krusial karena merekalah yang akan menjadi penerus dan harapan golf Indonesia di masa depan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara Ciputra Golfpreneur Awards 2026, Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) juga menggelar kegiatan inovatif bernama Street Golf Indonesia (SGI). Inisiatif ini dirancang untuk memperkenalkan golf kepada khalayak yang lebih luas dengan cara yang lebih santai dan mudah diakses. Dalam kegiatan ini, para tamu yang hadir diundang untuk merasakan sensasi bermain golf di dalam area hotel, sebuah konsep yang jauh dari citra lapangan golf tradisional yang luas dan seringkali dianggap eksklusif. Street Golf merupakan cara baru untuk menikmati golf dengan cara yang lebih simpel dan praktis, memungkinkan siapa saja untuk mencoba memukul bola tanpa perlu peralatan lengkap atau lapangan khusus. Ini adalah upaya CGF untuk mendemokratisasi olahraga golf, menghilangkan persepsi bahwa golf hanya untuk kalangan tertentu, dan menunjukkan bahwa esensi permainan golf dapat dinikmati di mana saja.
Melalui seluruh program dan inisiatifnya, Ciputra Golfpreneur Foundation tidak hanya berinvestasi pada atlet individu, tetapi juga berkontribusi secara signifikan pada pengembangan ekosistem golf nasional secara keseluruhan. Dengan adanya turnamen profesional yang konsisten, kejuaraan junior berkelas dunia, sistem pembinaan yang terstruktur, dan upaya sosialisasi yang inovatif seperti Street Golf, CGF membangun fondasi yang kuat untuk masa depan golf Indonesia. Komitmen jangka panjang ini diharapkan akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, mewujudkan impian Olimpiade, dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan dalam peta golf dunia. Peran CGF sebagai garda terdepan dalam memajukan golf nasional terus menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
